Analisis terhadap pengenaan sanksi suspensi oleh pt bursa efek indonesia kepada pt universal broker sekuritas indonesia (berdasarkan putusan pengadilan negeri jakarta selatan no. 215/pdt.g/2024/ pn. jkt.sel)
Penerbit : FH - Usakti
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2026
Pembimbing 1 : Rachmat Santoso
Pembimbing 2 : Novina Sri Indiraharti
Kata Kunci : Suspension
Status Posting : Published
Status : Lengkap
| No. | Nama File | Hal. | Link |
|---|---|---|---|
| 1. | 2026_SK_SHK_010002202023_Halaman-Judul.pdf | ||
| 2. | 2026_SK_SHK_010002202023_Surat-Pernyataan-Revisi-Terakhir.pdf | 1 | |
| 3. | 2026_SK_SHK_010002202023_Surat-Hasil-Similaritas.pdf | 1 | |
| 4. | 2026_SK_SHK_010002202023_Halaman-Pernyataan-Persetujuan-Publikasi-Tugas-Akhir-untuk-Kepentingan-Akademis.pdf | 1 | |
| 5. | 2026_SK_SHK_010002202023_Lembar-Pengesahan.pdf | ||
| 6. | 2026_SK_SHK_010002202023_Pernyataan-Orisinalitas.pdf | 1 | |
| 7. | 2026_SK_SHK_010002202023_Formulir-Persetujuan-Publikasi-Karya-Ilmiah.pdf | 1 | |
| 8. | 2026_SK_SHK_010002202023_Bab-1.pdf | 29 | |
| 9. | 2026_SK_SHK_010002202023_Bab-2.pdf | 38 |
|
| 10. | 2026_SK_SHK_010002202023_Bab-3.pdf | 9 |
|
| 11. | 2026_SK_SHK_010002202023_Bab-4.pdf | 20 |
|
| 12. | 2026_SK_SHK_010002202023_Bab-5.pdf | 2 | |
| 13. | 2026_SK_SHK_010002202023_Daftar-Pustaka.pdf | 5 | |
| 14. | 2026_SK_SHK_010002202023_Lampiran.pdf | 118 |
|
P Perkembangan pasar modal menuntut adanya sistem pengawasan yang mampu menjamin terciptanya perdagangan efek yang teratur, wajar, dan efisien. pt bursa efek indonesia (“beiâ€) sebagai penanggung jawab atas sistem pengawasan tersebut dan juga sebagai self regulatory organization (sro) memiliki kewenangan untuk menjatuhkan sanksi administratif, termasuk sanksi suspensi, kepada anggota bursa yang melanggar ketentuan. permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah pengenaan sanksi suspensi oleh bei terhadap pt universal broker indonesia (“ubisâ€) telah sesuai dengan ketentuan perundang-undangan serta apakah gugatan perbuatan melawan hukum yang diajukan oleh ubis terhadap bei merupakan upaya hukum yang tepat. penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan sifat deskriptif. pendekatan yang digunakan meliputi pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus melalui analisis terhadap putusan pengadilan negeri jakarta selatan nomor 215/pdt/g/2024/pn.jkt.sel. bahan hukum diperoleh melalui studi kepustakaan yang didukung dengan wawancara sebagai data pelengkap.hasil penelitian menunjukkan bahwa pengenaan sanksi suspensi oleh bei telah dilaksanakan berdasarkan kewenangan yang diberikan oleh undang-undangan nomor 8 tahun 1995 tentang pasar modal serta telah memenuhi prosedur sebagaimana diatur dalam keputusan direksi pt bursa efek indonesia nomor kep-00085/bei/10-2011 tentang peraturan iii-f tentang sanksi, dengan keadaan penyebab pengenaan sanksi adalah karena ubis tidak memenuhi ketentuan modal kerja bersih disesuaikan (mkbd) sebagaimana diatur dalam peraturan otoritas jasa keuangan nomor peraturan otoritas jasa keuangan nomor 52/pojk.04/2020 tentang pemeliharaan dan pelaporan modal kerja bersih disesuaikan. penelitian ini juga mendapatkan kesimpulan bahwa berdasarkan tata cara yang diatur dalam kep-00085/bei/10-2011, gugatan perbuatan melawan hukum yang diajukan ubis bukan merupakan langkah hukum yang tepat, mengingat telah diatur secara tegas upaya administratif melalui pengajuan keberatan kepada otoritas jasa keuangan setelah keberatan kepada bei ditolak. dengan demikian, gugatan perbuatan melawan hukum merupakan upaya hukum sepihak yang tidak sesuai dengan tata cara pengajuan keberatan yang berlaku
T The development of the capital market necessitates a supervisory system capable of ensuring orderly, fair, and efficient securities trading. pt bursa efek indonesia (“beiâ€), as the entity responsible for this supervisory system and acting as a self-regulatory organization (sro), possesses the authority to impose administrative sanctions—including suspension—on exchange members that violate regulations. the issues addressed in this study are whether the imposition of a suspension sanction by bei against pt universal broker indonesia (“ubisâ€) complied with statutory provisions and whether the lawsuit for an unlawful act filed by ubis against bei constituted an appropriate legal recourse. this study employs a normative legal research method with a descriptive nature. the approaches utilized include the statutory approach and the case approach, specifically through an analysis of south jakarta district court decision number 215/pdt/g/2024/pn.jkt.sel. legal materials were obtained through a literature review, supplemented by interviews to provide additional data. the research findings indicate that the imposition of the suspension sanction by bei was carried out based on the authority granted by law number 8 of 1995 concerning capital markets and adhered to the procedures stipulated in the decree of the board of directors of pt bursa efek indonesia number kep-00085/bei/10-2011 regarding regulation iii-f on sanctions; the sanction was imposed because ubis failed to meet the adjusted net working capital (mkbd) requirements as set forth in financial services authority regulation number 52/pojk.04/2020 concerning the maintenance and reporting of adjusted net working capital. the study also concludes that, based on the procedures stipulated in kep-00085/bei/10-2011, the tort lawsuit filed by ubis does not constitute an appropriate legal course of action, given that administrative remedies—specifically the submission of an objection to the financial services authority (ojk) following the rejection of an objection by the indonesia stock exchange (bei)—are expressly prescribed. consequently, the tort lawsuit represents a unilateral legal action that is inconsistent with the applicable procedures for filing objections.