DETAIL KOLEKSI

Analisis mengenai penetapan daftar pencarian orang setelah pengajuan permohonan praperadilan (studi putusan nomor 4/pid.pra/2024/pn gst)


Oleh : Salsa Nur Rohmah

Info Katalog

Penerbit : FH - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2026

Pembimbing 1 : Ramadhana Anindyajati

Kata Kunci : Pretrial, Wanted Persons List, Criminal Procedure Law

Status Posting : Published

Status : Lengkap


File Repositori
No. Nama File Hal. Link
1. 2026_SK_SHK_010002200105_Halaman-Judul.pdf
2. 2026_SK_SHK_010002200105_Surat-Pernyataan-Revisi-Terakhir.pdf 1
3. 2026_SK_SHK_010002200105_Surat-Hasil-Similaritas.pdf 1
4. 2026_SK_SHK_010002200105_Halaman-Pernyataan-Persetujuan-Publikasi-Tugas-Akhir-untuk-Kepentingan-Akademis.pdf 1
5. 2026_SK_SHK_010002200105_Lembar-Pengesahan.pdf 1
6. 2026_SK_SHK_010002200105_Pernyataan-Orisinalitas.pdf 1
7. 2026_SK_SHK_010002200105_Formulir-Persetujuan-Publikasi-Karya-Ilmiah.pdf 1
8. 2026_SK_SHK_010002200105_Bab-1.pdf
9. 2026_SK_SHK_010002200105_Bab-2.pdf
10. 2026_SK_SHK_010002200105_Bab-3.pdf
11. 2026_SK_SHK_010002200105_Bab-4.pdf
12. 2026_SK_SHK_010002200105_Bab-5.pdf
13. 2026_SK_SHK_010002200105_Daftar-Pustaka.pdf
14. 2026_SK_SHK_010002200105_Lampiran.pdf

P Praperadilan merupakan lembaga pengawasan horizontal yang memiliki wewenang untuk menguji tentang sah atau tidaknya penangkapan, penahanan, penghentian penyidikan atau pengehentian penuntutan sesuai dengan pasal 77 kuhap yang selanjutnya kewenangan tersebut diperluas dalam putusan mahkamah konstitusi nomor 21/puu-xii/2014 dimana praperadilan berwenang menguji keabsahan penetapan tersangka, penggeledahan, dan penyitaan. penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketentuan mengenai penetapan dpo setelah pengajuan permohonan praperadilan dalam teori hukum acara pidana serta menguji apakah tindakan tersebut bertentangan dengan sema nomor 1 tahun 2018 dengan fokus studi pada putusan nomor 4/pid.pra/2024/pn gst. metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan sifat deskriptif-analitis. data dikumpulkan melalui studi kepustakaan yang kemudian dianalisis secara kualitatif dengan penarikan kesimpulan secara deduktif. hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan ketentuan hukum acara pidana, asas due process of law, dan asas fair trial, penetapan dpo pasca-pengajuan praperadilan tidak dapat menggugurkan hak tersangka karena keabsahan permohonan harus dinilai berdasarkan keadaan hukum pada saat pendaftaran (filling date) permohonan praperadilan dilakukan.

P Pretrial is a horizontal oversight mechanism that has the authority to examine the legality of arrests, detentions, termination of investigations, or termination of prosecutions in accordance with article 77 of the indonesian criminal procedure code (kuhap). this authority was further expanded by constitutional court decision no. 21/puu-xii/2014, whereby pretrial proceedings are also authorized to examine the legality of the designation of a suspect, searches, and seizures. this study aims to analyze the provisions regarding the designation of a wanted persons list (dpo) after the submission of a pretrial application under the theory of criminal procedure law, and to examine whether such action contravenes supreme court circular letter (sema) no. 1 of 2018, with a case study focus on decision no. 4/pid.pra/2024/pn gst. the research method employed is normative juridical with a descriptive-analytical approach. data were collected through library research and then analyzed qualitatively using deductive reasoning to draw conclusions. the findings indicate that based on the provisions of criminal procedure law, the principle of due process of law, and the principle of fair trial, the designation of a person as dpo after a pretrial application has been submitted cannot nullify the suspect’s right. the validity of the application must be assessed based on the legal circumstances at the time of the filing date of the pretrial application.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?