DETAIL KOLEKSI

Penerapan teknik keandalan dalam penentuan persediaan suku cadang manajemenpemeliharaan di PT. Daihatsu Engine Manufacturing Indonesia


Oleh : Hodini Hutama

Info Katalog

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 1984

Pembimbing 1 : H.A. Rochaeli

Subyek : Production processes;Industrial management

Kata Kunci : application of reliability engineering, spare parts inventory, maintenance management, PT. Daihatsu

Status Posting : Published

Status : Tidak Lengkap


File Repositori
No. Nama File Hal. Link
1. 1990_TA_STI_13884047_Halaman-Judul.pdf 10
2. 1990_TA_STI_13884047_Lembar-Pengesahan.pdf 1
3. 1990_TA_STI_13884047_Bab_1_Pendahuluan.pdf 11
4. 1990_TA_STI_13884047_Bab_2_Landasan-Teori.pdf
5. 1990_TA_STI_13884047_Bab_3_Kerangka-Pendekatan-Pemecahan-Permasalahan.pdf
6. 1990_TA_STI_13884047_Bab_4_Pengumpulan-Data.pdf
7. 1990_TA_STI_13884047_Bab_5_Usulan-Perbaikan-Kegiatan-Persediaan-Suku-Cadang.pdf
8. 1990_TA_STI_13884047_Bab_6_Kesimpulan-Dan-Saran.pdf
9. 1990_TA_STI_13884047_Daftar-Pustaka.pdf
10. 1990_TA_STI_13884047_Lampiran.pdf

P Pada saat ini pengetahuan teknik keandalan serta penerapannya mulai banyak dipergunakan untuk memecahkan permasalahan yang berhubungan dengan manajemen_ Sebagai contoh adalah Manajemen Pemeliharaan yang banyak sekali mempergunakan teori teknik keandalan dalam pelaksanaannya, misalnya untuk penentuan waktu dalam penjadwalan pemeliharaan suatu fasilitas produksi agar memperlancar kegiatan produksi atau penggantian suatu komponen fasilitas produksi_Perusahaan yang bergerak dalam bidang produksi dengan mempergunakan mesin-mesin produksi yang besar dan jumlah yang cukup banyak, sangat mengharapkan proses produksinya dapat berjalan dengan lancar_ Salah satu aspek yang mendukung adalah terlaksananya manajemen pemeliharan dengan balk. Agar kegiatan pemeliharaan dapat berjalan maka harus didukung dengan persediaan suku cadang yang memadai_Persediaan suku cadang fasilitas produksi dalam penyediaannya, berdasarkan waktu dan sukarnya dalam pengadaan dapat digolongkan menjadi dua golongan yaitu suku cadang yang lama dan sukar pengadaannya dan suku cadang yang mudah dan singkat dalam pengadaannya. Suku cadang yang lama dan sukar dalam pengadaannya relatif adalah suku cadang yang mempuyai harga jual yang tinggi. Oleh karena itu jumlah persediaannya harus seideal mungkin dengan mempertimbangkan dari segi ongkos dan kerugian yang timbul akibat kekurangan persediaan.Kerusakan suku cadang tersebut merupakan suatu nilai kemungkinan, ini disebabkan karena waktu kerusakannya tidak dapat ditentukan. Ini ada hubungannya dengan keandalan dari suku cadang yang telah dipergunakan. Oleh sebab itu teknik keandalan dapat dipergunakan untuk menentukan jumlah persediaan yang ideal akan kebutuhannya. Fungsi keandalan yang dipergunakan dengan distribusi Weibull maka persamaannya adalahR(t) = exp (Jumlah suku cadang yang memberikan ongkos terkecil didapat dengan menghitung menggunakan distribusi binomial yaitu kemungkinan munculnya sejumlah kerusakan pada suatu populasi dengan sejumlah data_Dalam penentuan jumlah persediaan suatu suku cadang, maka harus diperhitungkan tingkat keyakinan dari suatu jumlah_ Tingkat keyakinan ini dapat dijadikan persediaan pengaman. Untuk memperlancar kegiatan persediaan dibutuhkan juga data base suku cadang.

C Currently, knowledge of reliability engineering and its application is increasingly being used to solve management-related problems. For example, Maintenance Management utilizes reliability engineering theory extensively in its implementation, for example, in determining the timing of maintenance scheduling for a production facility to streamline production activities or to replace a component.Companies engaged in production that utilize large and numerous production machines greatly expect their production processes to run smoothly. One supporting aspect is the implementation of good maintenance management. For maintenance activities to run smoothly, they must be supported by an adequate supply of spare parts.The supply of spare parts for production facilities, based on the time and difficulty of procurement, can be classified into two groups: spare parts that are slow and difficult to procure and spare parts that are easy and quick to procure. Spare parts that are slow and difficult to procure are relatively expensive. Therefore, the inventory level should be as ideal as possible, considering the costs and losses arising from inventory shortages.Spare part damage is a probability value because the time of failure cannot be determined. This is related to the reliability of the spare part used. Therefore, reliability techniques can be used to determine the ideal inventory level for needs. The reliability function used is the Weibull distribution, so the equation isR(t) = exp (The number of spare parts that provides the lowest cost is obtained by calculating using the binomial distribution, which is the probability of a certain number of defects occurring in a population with a certain amount of data.When determining the inventory level for a spare part, the confidence level of the number must be calculated. This confidence level can be used as a safety stock. To streamline inventory activities, a spare parts database is also needed.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?