Peningkatan kualitas pada proses filling minuman coca-cola 330 ml denganmenggunakan metode taguchi di PT. Coca-cola Bottling Indonesia
Penerbit : FTI - Usakti
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2004
Pembimbing 1 : Hidayat Ardiniwata
Pembimbing 2 : Wawan Kurniawan
Subyek : Taguchi methods (Quality control);Industrial companies;Production process;Materials handling
Kata Kunci : quality, filling process, Coca-Cola, 330 ml, Taguchi method, PT Coca-Cola Bottling Indonesia
Status Posting : Published
Status : Tidak Lengkap
| No. | Nama File | Hal. | Link |
|---|---|---|---|
| 1. | 2004_TA_STI_06399144_Halaman-Judul.pdf | ||
| 2. | 2004_TA_STI_06399144_Lembar-Pengesahan.pdf | ||
| 3. | 2004_TA_STI_06399144_Bab-1_Pendahuluan.pdf | ||
| 4. | 2004_TA_STI_06399144_Bab-2_Tinjauan-Pustaka.pdf |
|
|
| 5. | 2004_TA_STI_06399144_Bab-3_Metodologi-Penelitian.pdf |
|
|
| 6. | 2004_TA_STI_06399144_Bab-4_Pengumpulan-dan-Pengolahan-Data.pdf |
|
|
| 7. | 2004_TA_STI_06399144_Bab-5_Analisa-Data-dan-Usulan-Perbaikan.pdf |
|
|
| 8. | 2004_TA_STI_06399144_Bab-6_Kesimpulan-dan-Saran.pdf | ||
| 9. | 2004_TA_STI_06399144_Daftar-Pustaka.pdf | ||
| 10. | 2004_TA_STI_06399144_Lampiran.pdf |
|
P PT. Coca — Cola Bottling Indonesia adalah perusahaan yang memproduksi berbagai jenis minuman ringan, antara lain coca — cola, fanta, sprite, diet coke, sunfill, nestea dan schweppes. Agar dapat menjaga kelangsungan hidup, maka perusahaan hams meningkatkan keunggulan perusahaan dengan menghasilkan produk — produk yang bermutu dan diterima dengan baik oleh konsumen. PT. Coca — Cola Bottling Indonesia berusaha untuk meningkatkan kualitas dari produk yang dihasilkan selama ini, dimana produk yang diharapkan adalah produk yang sesuai dengan spesifikasi yang telah diberikan. Selama ini cacat yang sering terjadi adalah volume kemasan yang tidak sesuai dengan spesitikasi. Produk yang akan diteliti adalah produk minuman coca — cola 330 ml, hal ini berdasarkan atas permintaannya yang lebih banyak dibandingkan dengan produk yang lain. Tahap awal dalam penelitian ini adalah membuat peta kendali X & R, kemudian dilanjutkan dengan perhitungan kapabilitas proses, dari perhitungan kapabilitas proses diperoleh Cp = 0.82 dan Cpk = 0.4564. Dari diagram fishbone dapat diketahui bahwa faktor yang paling berpengaruh pada penyimpangan volume adalah setting mesin yang kurang tepat. Oleh karena itu, dengan identifikasi faktor berpengaruh yang didapat dari perusahaan, maka dilakukan perancangan percobaan dengan metode Taguchi, untuk mengetahui faktor — faktor yang berpengaruh secara signifikan terhadap variabel respon penyimpangan volume. Pada percobaan Taguchi ini digunakan 2 level dan replikasi 2 kali, hal ini disebabkan karena biaya dan waktu yang tersedia terbatas. Dari hasil percobaan ini didapatkan setting mesin yang bare. Berdasarkan hasil pengolahan data dan analisa, maka dapat diketahui bahwa faktor yang berpengaruh secara signifikan terhadap penyimpangan volume adalah faktor interaksi antara tekanan B6 dan temperatur (metode rata — rata) dan faktor tekanan V25 (metode S/N ratio). Dan percobaan Taguchi, maka setting mesin yang diusulkan adalah faktor A (tekanan B6) dengan nilai level 1 (4.1 bar), faktor B (temperatur) dengan nilai level 1 (3°C) dan faktor C (tekanan V25) dengan nilai level 1 (3.9 bar). Untuk menguji setting mesin usulan tersebut dilakukan percobaan konfirmasi dan implementasi. Pada percobaan tersebut ternyata menghasilkan penghematan biaya kerugian sebesar Rp 809.612.824/bulan dan peningkatan Cp yaitu menjadi 1.15.
P PT. Coca-Cola Bottling Indonesia is a company that produces various types of soft drinks, including Coca-Cola, Fanta, Sprite, Diet Coke, Sunfill, Nestea, and Schweppes. To ensure its long-term viability, the company must enhance its competitive advantage by manufacturing high-quality products that are well-received by consumers. PT. Coca-Cola Bottling Indonesia strives to improve the quality of its current product offerings, aiming to ensure that all products consistently meet established specifications. A recurring defect has been the packaging volume failing to align with these specifications. This study focuses on the 330 ml Coca-Cola product, selected due to its higher demand compared to other products. The initial phase of the research involves creating X & R control charts, followed by a process capability analysis, which yielded a Cp value of 0.82 and a Cpk value of 0.4564. A fishbone diagram indicates that the primary factor contributing to volume deviation is improper machine settings. Consequently, based on the factors identified by the company, an experiment was designed using the Taguchi method to determine which factors significantly influence the response variable—volume deviation. The Taguchi experiment utilized two levels with two replications, a choice necessitated by constraints in both time and budget. The experiment resulted in new, optimized machine settings. Data processing and analysis reveal that the factors with a significant impact on volume deviation are the interaction between pressure (B6) and temperature (determined via the mean-based method) and the pressure factor (V25) (determined via the S/N ratio method). Based on the Taguchi experiment, the proposed machine settings are: factor A (pressure B6) at level 1 (4.1 bar), factor B (temperature) at level 1 (3°C), and factor C (pressure V25) at level 1 (3.9 bar). To test these proposed machine settings, confirmation experiments and implementation were carried out. These efforts resulted in a cost savings of Rp 809,612,824 per month, along with an improvement in the Cp value to 1.15.