Penerapan perbaikan proses moulding keramik tableware mangkok berdasarkan analisa pengendalian proses statistikal dan perancangan percobaan di PT. Indo Keramik Inti Widya
Penerbit : FTI - Usakti
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2004
Pembimbing 1 : Dorina Hetharia
Subyek : Ceramic materials - Quality control;Industry - Quality control;Production - Process;Process control - Statistical methods
Kata Kunci : molding process, ceramic tableware, bowls, process control, statistical, design of experiments, PT.
Status Posting : Published
Status : Tidak Lengkap
| No. | Nama File | Hal. | Link |
|---|---|---|---|
| 1. | 2004_TA_STI_06399098_Halaman-Judul.pdf | ||
| 2. | 2004_TA_STI_06399098_Lembar-Pengesahan.pdf | ||
| 3. | 2004_TA_STI_06399098_Bab-1_Pendahuluan.pdf | ||
| 4. | 2004_TA_STI_06399098_Bab-2_Tinjauan-Pustaka.pdf |
|
|
| 5. | 2004_TA_STI_06399098_Bab-3_Metodologi-Penelitian.pdf |
|
|
| 6. | 2004_TA_STI_06399098_Bab-4_Pengumpulan-dan-Pengolahan-Data.pdf |
|
|
| 7. | 2004_TA_STI_06399098_Bab-5_Analisa-Hasil.pdf |
|
|
| 8. | 2004_TA_STI_06399098_Bab-6_Kesimpulan-dan-Saran.pdf | ||
| 9. | 2004_TA_STI_06399098_Daftar-Pustaka.pdf | ||
| 10. | 2004_TA_STI_06399098_Lampiran.pdf |
|
P Pada dua tahun belakangan ini, banyaknya produk cacat yang dihasilkan pada produksi keramik tableware di PT. Indo Keramik Inti Widya, menyebabkan omzet perusahaan menurun. Hal ini juga disebabkan oleh konsumen masa kini yang semakin kritis dalam menggunakan suatu produk, sehingga perusahaan dituntut untuk melakukan suatu perbaikan. Berdasarkan penelitian pendahuluan yang telah dilakukan, diketahui bahwa produk mangkok merupakan tipe yang paling banyak menyumbang kerugian bagi perusahaan. Pengamatan pada produk dilihat dari segi atribut berupa cacat: bengkok, lubang jarum, bitnik hitam, retak dan benjol, sedangkan dari segi variabel berupa penyimpangan berat. Selanjutnya dilakukan perhitungan batas-batas statistikal menggunakan ptta kendali P dan individual MR Berdasarkan pertimbangan dari parameter yang ada dan brainstorming dengan pihak perusahaan, maka penelitian lebih dititikberatkan pada sisi variabelnya saja, dimana penyebab utamanya adalah setting-an mesin yang kurang tepat. Mengacu pada keterangan diatas, maka dilakukan perancangan percobaan agar diketahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap variabel respon (berat produk) dan didapat setting-an mesin yang lebih baik. Setelah dilakukan pengolahan data dan analisa hasil, maka diketahui bahwa faktor solenoid pressure, suhu, serta interaksi antar keduanya, merupakan faktor yang berpengaruh secara nyata, sehingga pada ketiga faktor tersebut akan dicari setting-an yang lebih baik lagi. Dari hasil setting-an mesin yang didapat dari perancangan percobaan, didapat hasil akhir: faktor solenoid preesure dan suhu di-set pada level rendah (30 kg/cm2 dan 50°C). Sedangkan untuk faktor variabel speed dan clay timer di-set pada level tinggi (9 mm/det dan 60 detik). Untuk faktor timer di-set sesuai dengan setingan perusahaan, yaitu 60 detik. Keseluruhan rangkaian penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat dan wawasan yang berarti bagi PT. Indo Keramik Inti Widya, dalam tujuannya agar dapat meningkatkan proses produksi dan meminimasi jumlah produk cacat sehingga kerugian yang timbul bisa ditekan yang pada akhirnya dapat memberikan keuntungan bagi seluruh jajaran di perusahaan.
O Over the past two years, a high number of defective products in the tableware ceramic production line at PT. Indo Keramik Inti Widya has led to a decline in the company's revenue. This is compounded by the fact that today’s consumers are increasingly critical of the products they use, compelling the company to implement improvements. Preliminary research indicates that bowls are the product type contributing most significantly to the company's losses. Observations focused on attribute-based defects—such as warping, pinholes, black spots, cracks, and bumps—as well as variable-based defects, specifically weight deviations. Statistical control limits were calculated using P-charts and individual moving range (MR) charts. Based on an evaluation of these parameters and brainstorming sessions with the company, the study was narrowed to focus exclusively on variable-based issues, primarily stemming from suboptimal machine settings. Consequently, an experimental design was developed to identify the factors influencing the response variable (product weight) and to determine improved machine settings. Data processing and analysis revealed that solenoid pressure, temperature, and the interaction between the two have a significant impact; therefore, these factors were prioritized for optimization. The experimental design yielded the following optimal machine settings: solenoid pressure and temperature should be set at low levels (30 kg/cm² and 50°C, respectively), while variable speed and clay timer should be set at high levels (9 mm/sec and 60 seconds). The timer factor was set in accordance with the company’s existing standard of 60 seconds. This research is expected to provide valuable insights for PT. Indo Keramik Inti Widya, helping the company enhance its production processes, minimize the number of defective products, and reduce losses—ultimately benefiting the entire organization.