Usulan penyeimbangan lini perakitan dengan algoritma genetika padadepartemen sewing PT. Big Fashion Garmentama Industries
Penerbit : FTI - Usakti
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2004
Pembimbing 1 : Docki Saraswati
Subyek : Genetic algorithm;Production control
Kata Kunci : assembly line, genetic algorithm, sewing department, PT. Big Fashion Garmentama Industries
Status Posting : Published
Status : Tidak Lengkap
| No. | Nama File | Hal. | Link |
|---|---|---|---|
| 1. | 2004_TA_STI_06399027_Halaman-Judul.pdf | ||
| 2. | 2004_TA_STI_06399027_Lembar-Pengesahan.pdf | ||
| 3. | 2004_TA_STI_06399027_Bab-1_Pendahuluan.pdf | ||
| 4. | 2004_TA_STI_06399027_Bab-2_Tinjauan-Pustaka.pdf |
|
|
| 5. | 2004_TA_STI_06399027_Bab-3_Metodologi-Penelitian.pdf |
|
|
| 6. | 2004_TA_STI_06399027_Bab-4_Pengumpulan-dan-Pengolahan-Data.pdf |
|
|
| 7. | 2004_TA_STI_06399027_Bab-5_Analisa-Data.pdf |
|
|
| 8. | 2004_TA_STI_06399027_Bab-6_Kesimpulan-dan-Saran.pdf | ||
| 9. | 2004_TA_STI_06399027_Daftar-Pustaka.pdf | ||
| 10. | 2004_TA_STI_06399027_Lampiran.pdf |
|
D Dalam era globalisasi seperti sekarang ini, perkembangan teknologi yang berjalan dengan sangat pesat memacu sektor industri khususnya industri manufaktur untuk dapat terns berproduksi guna memenuhi tingkat kebutuhan konsumen akan produknya. Dalam upaya memenuhi tingkat kebutuhan konsumen tersebut, setiap perusahaan hams mampu bersaing ketat, salah satunya adalah dengan memproduksi produk-produk yang berkualitas namun dengan harga bersaing. Untuk dapat menjalankan hal tersebut, banyak faktor yang mempengaruhi dan perlu dicermati oleh perusahaan yang bersangkutan. Salah satu cara yang hams dilakukan oleh perusahaan tersebut adalah dengan menerapkan strategi dan sistem produksi yang tepat. PT. Big Fashion Garmentama Industries merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang industri manufaktur penghasil pakaian jadi, dimana lantai produksinya terdiri atas lini-lini produksi. Permasalahan yang terjadi pada perusahaan ini adalah adanya ketidakseimbangan pada lini produksi yang memproduksi pakaian jadi jenis MO 116. Pada kondisi awal, lini perakitan ini mempunyai efisiensi yang sangat rendah yaitu sebesar 46.47%, dengan jumlah stasiun kerja dan operator sebanyak 44, dan kapasitas produksi sebesar 250 unit/hari. Untuk itulah perlu dilakukan penyeimbangan terhadap lini produksi tersebut. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi lini perakitan sehingga lini tersebut dapat lebih optimal dan target produksi perusahaan dapat terpenuhi. Dalam melakukan penyeimbangan terhadap lini perakitan ini digunakan Algoritma Genetika dengan memanfaatkan bantuan sebuah software, yaitu Evolver 4.0.6. Untuk perhitungan dengan memanfaatkan program penyeimbangan lini perakitan, diperoleh nilai efisiensi rancangan lini perakitan sebesar 81.79% dengan total waktu menganggur sebesar 233.19 detik. Jumlah stasiun kerja yang terdapat dalam rancangan penyeimbangan lini perakitan ini adalah sebanyak 25 stasiun kerja dengan jtunlah operator sebanyak 25 orang. Kapasitas produksi darilini perakitan usulan tersebut adalah sebesar 630 unit/hari. Usulan penyeimbangan lini perakitan tersebut yang diajukan untuk dapat menyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh pihak perusahaan. Adanya usulan rancangan penyeimbangan lini perakitan tersebut dapat meningkatkan kapasitas produksi lini perakitan, peningkatan efisiensi lini, dan menunuinya waktu menganggur serta penurunan jumlah operator pada lini perakitan tersebut.
I In the current era of globalization, rapid technological advancement compels the industrial sector—particularly manufacturing—to maintain continuous production to meet consumer demand. To satisfy these demands, companies must remain highly competitive, which often involves producing high-quality goods at competitive price points. Achieving this requires careful consideration of various factors; one essential approach is the implementation of appropriate production strategies and systems. PT. Big Fashion Garmentama Industries is a manufacturing firm specializing in ready-to-wear apparel, with a production floor organized into several assembly lines. The company faces an imbalance in the assembly line dedicated to the "MO 116" garment model. Initially, this assembly line operated with a very low efficiency of 46.47%, utilizing 44 workstations and 44 operators, with a production capacity of 250 units per day. Consequently, it became necessary to balance the production line to improve its efficiency, optimize operations, and ensure the company’s production targets are met. To address this, a Genetic Algorithm was applied using the software Evolver 4.0.6. The resulting balanced assembly line design achieved an efficiency of 81.79%, with a total idle time of 233.19 seconds. This configuration consists of 25 workstations and 25 operators, yielding a production capacity of 630 units per day. This proposed assembly line balancing strategy is intended to resolve the challenges currently faced by the company. The proposed assembly line balancing design can increase the assembly line's production capacity, improve line efficiency, reduce idle time, and decrease the number of operators on the assembly line.