Perbaikan kualitas dengan metode SPC dan taguchi untuk meningkatkankapabilitas proses pembuatan kaos oblong di PT. Pabrik Kaos "ASELI"
Penerbit : FTI - Usakti
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2004
Pembimbing 1 : Hamzah Yunuzir
Subyek : Taguchi methods (Quality control);Production - Process;Quality control
Kata Kunci : spc method, taguchi, manufacturing process, t-shirt, PT. Pabrik Kaos
Status Posting : Published
Status : Tidak Lengkap
| No. | Nama File | Hal. | Link |
|---|---|---|---|
| 1. | 2004_TA_STI_06300061_Halaman-Judul.pdf | ||
| 2. | 2004_TA_STI_06300061_Lembar-Pengesahan.pdf | ||
| 3. | 2004_TA_STI_06300061_BAb-1_Pendahuluan.pdf | ||
| 4. | 2004_TA_STI_06300061_Bab-2_Tinjauan-Pustaka.pdf |
|
|
| 5. | 2004_TA_STI_06300061_Bab-3_Metodologi-Penelitian.pdf |
|
|
| 6. | 2004_TA_STI_06300061_Bab-4_Pengumpulan-dan-Pengolahan-Data.pdf |
|
|
| 7. | 2004_TA_STI_06300061_Bab-5_Analisa-Hasil.pdf |
|
|
| 8. | 2004_TA_STI_06300061_Bab-6_Kesimpulan-dan-Saran.pdf | ||
| 9. | 2004_TA_STI_06300061_Daftar-Pustaka.pdf | ||
| 10. | 2004_TA_STI_06300061_Lampiran.pdf |
|
P Penelitian dilakukan di PT. Pabrik Kaos "ASELI" dimana PT. Pabrik Kaos "ASELI" adalah perusahaan yang bergerak dibidang usaha tekstil yaitu industri yang memproduksi pakaian. Produk yang dihasilkan terdiri dari 3 jenis, yaitu kaos singlet, kaos oblong dan celana dalam pria. Nama ketiga jenis produk tersebut adalah 777. Sebagai produsen yang ingin bersaing di dalam perdagangan, maka perusahaan hams mampu meningkatkan kualitas hasil produksinya. Namun di dalam hal ini dijumpai adanya beberapa produk yang tidak memenuhi standar perusahaan atau dengan kata lain memiliki tingkat cacat yang cukup tinggi. Oleh karena hal itu maka perusahaan mencoba untuk meningkatkan keunggulan perusahaan dengan cara menghasilkan produk yang berkualitas yang dapat memuaskan keinginan konsumen. Salah satu usaha yang dilakukan untuk mengurangi jumlah cacat dari produk yang dihasilkan adalah dengan menerapkan sistem Quality Control yaitu dengan meningkatkan kapabilitas proses (Cp) dengan menggunakan metode Taguchi untuk mendapatkan setting terbaik. Bertolak dari keadaan tersebut maka dilakukan penelitian pendahuluan terhadap proses pembuatan produk kaos oblong dengan mengumpulkan data perusahaan untuk mengidentifikasi permasalahan yang ada yaitu masih banyaknya kecacatan yang terjadi. Dengan data yang telah didapat dari perusahaan maka dapat dilakukan tahap awal yaitu mengendalikan cacat dengan metode Statistical Process Control (SPC) yaitu digunakannya peta kendali p karena data yang ada bersifat atnibut. Penelitian dilakukan pada kaos oblong, sebab produk inilah yang memiliki jumlah kecacatan terbesar dari ketiga produk yang dihasilkan oleh perusahaan. Dari hasil penelitian yang dilakukan di peroleh bahwa produk kaos oblong memiliki kecacatan antara lain serat yang kasar, berlubang, bintik-bintik, dan jahitan terlepas. Setelah dilakukan penelitian dengan menggunakan metode SPC ternyata di dapat jumlah kaos oblong yang ternyata memiliki kecacatan berada di luar batas kontrol, untuk cacat yang berada di luar batas kontrol ini dilakukan revisi terlebih dahulu hingga semua berada dalam batas kontrol dan diperoleh bahwa proporsi cacat sebesar 0.1803 sedangkan kapabilitas proses saat ini yaitu 0.9910. Dari diagram sebab akibat yang diperoleh dari hasil wawancara dengan pihak perusahaan dan dari pembuatan diagram pareto, didapat bahwa jumlah cacat terbesar yaitu serat serat sedangkan faktor yang paling berpengaruh terhadap kualitas kaos oblong atau terhadap terjadinya cacat serat — serat ini adalah karena faktor mesin. Pengolahan data dilanjutkan dengan menggunakan metode taguchi untuk melakukan perbaikan. Karakteristik kualitas yang digunakan .adalah smaller the better dengan mengacu pada kategori reject dimana semakin sedikit yang masuk dalam kategori reject maka akan semakin baik. Dengan menggunakan metode taguchi ini didapatkan faktor— faktor yang berpengaruh secara signifikan terhadap karakteristik kualitas yaitu posisi benang dan kekuatan jarum, untuk menguji setting optimum yang didapatkan maka dilanjutkan percobaan konfirmasi dan perhitungan selang kepercayaan antara percobaan konfirmasi dengan rata — rata prediksi setting optimum yang telah didapatkan tersebut kemudian di implementasikan untuk mengetahui apakah terjadi peningkatan kapabilitas proses, dari hasil implementasi didapatkan proporsi cacat sebesar 0.1771 dan kapabilitas proses meningkat menjadi 0.9923, sehingga dapat ditarik kesimpulan percobaan taguchi yang dilakukan berhasil meningkatkan kapabilitas proses.
T This study was conducted at PT. Pabrik Kaos "ASELI," a textile company specializing in garment manufacturing. The company produces three types of products—singlets, T-shirts, and men's underwear—all marketed under the brand name "777." To remain competitive, the company must enhance the quality of its output; however, it currently faces issues with products failing to meet company standards—specifically, high defect rates. Consequently, the company aims to strengthen its competitive edge by manufacturing high-quality products that satisfy consumer needs. One strategy employed to reduce defect rates is the implementation of a Quality Control system—specifically, improving process capability (Cp) by using the Taguchi method to determine optimal settings. Based on this context, a preliminary study was conducted on the T-shirt manufacturing process; company data was collected to identify the core problem: a high incidence of defects. Using the collected data, the initial phase involved defect control via Statistical Process Control (SPC), specifically utilizing a p-control chart, as the data was attribute-based. The study focused on T-shirts, as this product line exhibited the highest defect rate among the three products manufactured by the company. The research revealed several types of defects in the T-shirts, including rough fibers, holes, spots, and loose stitching. SPC analysis showed that the number of defective T-shirts fell outside the control limits; these outliers were addressed through revisions until all data points fell within the control limits. The final results indicated a defect proportion of 0.1803 and a current process capability of 0.9910. Based on a cause-and-effect diagram derived from interviews with the company and a Pareto chart, it was determined that the most frequent type of defect is "fiber-related defects," with machine-related factors being the primary cause. Data analysis was then conducted using the Taguchi method to implement improvements. The quality characteristic employed follows the "smaller-the-better" criterion, as a lower number of rejected items indicates higher quality. The Taguchi method identified thread positioning and needle strength as factors that significantly influence the quality characteristic. To validate the optimal settings, a confirmation experiment was performed, followed by the calculation of a confidence interval comparing the confirmation experiment results with the predicted average for the optimal settings. These settings were subsequently implemented to assess any improvement in process capability. The implementation resulted in a defect proportion of 0.1771 and an increase in process capability to 0.9923, leading to the conclusion that the Taguchi-based experiment successfully improved the process capability.