DETAIL KOLEKSI

Mengoptimasi dan mengevaluasi sistem antrian pada PT. Bank X dengan menggunakan queuingtheory dan simulasi arena 5.0 dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik


Oleh : Steven Intan Saputra

Info Katalog

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2003

Pembimbing 1 : Tonny Mahatma

Pembimbing 2 : Mulpyana

Subyek : Industrial management;Consumer satisfaction

Kata Kunci : queuing system, PT. Bank X, queuing theory, Arena 5.0 simulation, service

Status Posting : Published

Status : Tidak Lengkap


File Repositori
No. Nama File Hal. Link
1. 2003_TA_STI_06399106_Halaman-Judul.pdf
2. 2003_TA_STI_06399106_Lembar-Pengesahan.pdf
3. 2003_TA_STI_06399106_Bab-1_Pendahuluan.pdf
4. 2003_TA_STI_06399106_Bab-2_Tinjauan-Pustaka.pdf
5. 2003_TA_STI_06399106_Bab-3_Metodologi-Penelitian.pdf
6. 2003_TA_STI_06399106_Bab-4_Pengumpulan-dan-Pengolahan-Data.pdf
7. 2003_TA_STI_06399106_Bab-5_Analisa-Data.pdf
8. 2003_TA_STI_06399106_Bab-6_Kesimpulan-dan-Saran.pdf
9. 2003_TA_STI_06399106_Daftar-Pustaka.pdf
10. 2003_TA_STI_06399106_Lampiran.pdf

P Perkembangan dunia perbankan di Indonesia terus menerus mengalami gejolak. Banyak diantara bank-bank yang ada tidak mampu beroperasi lagi sehingga setiap bank berusaha dengan berbagai cara untuk tetap hidup. Cara bertahan yang dilakukan ialah dengan melakukan kerja sama ataupun pula berkompetisi mengadu strategi. Salah satu bank pemerintah yang sedang berkembang pesat ialah PT Bank X. Bank X berkompetisi dengan memberikan peningkatan pelayanan dan memberikan kenyamanan kepada nasabah. Salah satu cara untuk meningkatkan kenyamanan adalah sistem antrian yang baik. Dari pengamatan yang dilakukan, permasalahan yang dihadapi ialah pada tingkat kedatangan nasabah tinggi, seringkali jumlah teller tidak tersedia sebanyak untuk melayani nasabah yang ada. Hal lain yang menjadi permasalahan adalah peningkatan pelayanan lebih tinggi menyebabkan biaya yang ditimbulkan akibat peningkatan akan bertambah besar pula, maka perlu adanya keseimbangan antara biaya dan pelayanan. Dari hasil pengumpulan, setiap data yang ada dievaluasi setiap harinya dengan tujuan mendapatkan data yang memang perlu perbaikan. Dari pengolahan data , pembagian kondisi berdasarkan tingkat kedatangan per 15 menit dilakukan berdasarkan pagi dan siang. Pagi berkisar menit ke (0-195) dan siang berkisar menit ke (210-435). Masing-masing kondisi dilakukan pengujian distribusi baik dari tingkat kedatangan maupun waktu pelayanan. Hasil pengujian memperlihatkan bahwa tingkat kedatangan pagi dan siang mengikuti distribusi Poisson danwalctu pelayanan pagi dan siang mengikuti distribusi erlang. Secara keseluruhan waktu pelayanan untuk simulasi mengikuti distribusi normal. Dari basil tersebut diformulasikan model antrian dengan karakteristik multiple channel single phase, displin antrian FCFS, kapasitas populasi masukan tidak terbatas. Dari hasil perhitungan berdasarkan teori antrian didapatkan basil pengadaan jumlah teller yang optimal adalah untuk pagi dipekerjakan 5 teller dan untuk siang dipekerjakan 6 teller. Dari basil analisa simulasi Arena 5.0 didapatkan keputusan yang optimal untuk keadaan aktual dipekerjakan 6 teller per hari dan untuk keadaan usulan dipekerjakan 5 teller per hari. Hasil yang optimal bukan meminimasi kerugian melainkan menyeimbangkan besarnya kerugian dengan peningkatan pelayanan.

T The banking sector in Indonesia is constantly experiencing volatility. Many existing banks are unable to continue operations, forcing them to employ various strategies to survive—whether through collaboration or competitive strategic maneuvering. PT Bank X is one state-owned bank experiencing rapid growth; it competes by enhancing service quality and customer convenience. An effective queuing system is one method to improve convenience. Observations revealed a recurring issue: during periods of high customer arrival, the number of available tellers is often insufficient to handle the volume. Furthermore, enhancing service levels inevitably increases associated costs, necessitating a balance between cost and service quality. Collected data is evaluated daily to identify areas requiring improvement. Data processing involved categorizing conditions based on 15-minute arrival intervals, split into morning (minutes 0–195) and afternoon (minutes 210–435) sessions. Distribution tests were conducted for both arrival rates and service times under each condition. The results indicate that arrival rates for both morning and afternoon follow a Poisson distribution, while service times follow an Erlang distribution. Overall, the service time used for the simulation follows a normal distribution. Based on these findings, a queuing model was formulated with the following characteristics: multiple-channel single-phase structure, First-Come-First-Served (FCFS) discipline, and infinite input population capacity. Queuing theory calculations determined the optimal staffing levels to be five tellers for the morning session and six for the afternoon session. Analysis using Arena 5.0 simulation software led to the optimal decision of employing six tellers per day for the current scenario and five tellers per day for the proposed scenario. The optimal outcome is not merely minimizing losses, but rather balancing the magnitude of losses against service improvements.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?