DETAIL KOLEKSI

Evaluasi program acara pada PT. Radio Kirana Insan Suara (KIS 107.2 FM) dan efektitivitas iklan radio


Oleh : Veronika Rebekka Anggraini

Info Katalog

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2003

Pembimbing 1 : Andri Bagyo S

Subyek : Industrial management;Database management

Kata Kunci : program schedule, PT. Radio Kirana Insan Suara (KIS 107.2 FM), radio advertising effectiveness

Status Posting : Published

Status : Tidak Lengkap


File Repositori
No. Nama File Hal. Link
1. 2003_TA_STI_06398387_Halaman-Judul.pdf
2. 2003_TA_STI_06398387_Lembar-Pengesahan.pdf
3. 2003_TA_STI_06398387_Bab-1_Pendahuluan.pdf
4. 2003_TA_STI_06398387_Bab-2_Tinjauan-Pustaka.pdf
5. 2003_TA_STI_06398387_Bab-3_Metodologi-Penelitian.pdf
6. 2003_TA_STI_06398387_Bab-4_Pengumpulan-dan-Pengolahan-Data.pdf
7. 2003_TA_STI_06398387_Bab-5_Analisa.pdf
8. 2003_TA_STI_06398387_Bab-6_Usulan-Perbaikan.pdf
9. 2003_TA_STI_06398387_Bab-7_Kesimpulan-dan-Saran.pdf
10. 2003_TA_STI_06398387_Daftar-Pustaka.pdf
11. 2003_TA_STI_06398387_Lampiran.pdf

I Industri penyiaran radio berkembang pesat terbukti dengan meningkatkan radioyang tercatat di PRSSNI dari 223 pada tahun 1974 menjadi 787 stasiun radio sampai dengan Junic?:002, belum lagi ditambah stasiun radio diluar anggota PRSSNI ( > 400 stasiun raclip)19.1 utama dalpn..,Ineraih konsumen atau pendengar dari suatu radio adalah musik karena musik adalah tetapi tidak semua stasiun radio memberikan jenis musik/irama yang sama kepada konsurileirDycciadrial tersebut yang membedakan konsumen dari tiap radio. Sementara itu pemasukan didapat sepenuhnya dari iklan. Dan tidak mudah untuk mendapatkan order iklan ataupun mengontrol jumlah order iklan karena banyak faktor yang terkait di dalamnya. Dimulai dari segmentasi radio tersebut, program acara, penyiar sampai bagian produksi yang akan memproduksi iklan tersebut semuanya saling terkait untuk turut berpartisipasi dalam mendapatkan order iklan. Begitu juga dalam radio KIS FM sebagai bilingual radio station yang pertama di Indonesia yang terkenal dengan musik dan lagu dari tahun 80-an dan telah meraih lebih dari 130.000 pendengar setia semenjak tahun 1985 sampai saat ini. Segmentasi dari radio KIS ini adalah pendengar berusia 25-35 tahun, executive muda dari golongan menegah ke atas yang menyukai lifestyle dan entertainment sebagai format radio ini. Namun mulai akhir tahun 2001 order iklan dirasakan agak menurun disebabkan karena semakin ketatnya persaingan dalam industri penyiaran dari radio-radio yang memiliki segmen serupa seperti radio Hard Rock,Female,One,5@Sec. Dad sini timbul pertanyaan bagaimana menaikkan order iklan kembali seperti pada tahun-tahun sebelumnya. Untuk itu diperlukan strategi program acara yang barn yang dapat lebih efektif Logikanya adalah bagaimana caranya pihak manajemen radio KIS FM meyakinkan klien bahwa iklannya akan menjadi efektif jika dipasang di program acara radio KIS.Tentunya hal itu tidak mudah, oleh karena itu diperlukan penelitian siapa saja pendengar program acara yang sudah disiarkan selama ini, apakah pria atau wanita, dari kategori usia berapa sampai materi apa saja yang disukai oleh pendengar tak lupa juga waktu-waktu efektif untuk memasang iklan_ Dari permasalahan yang disebutkan di atas maka didapat tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi materi program radio yang disukai oleh pendengar, mengidentifikasi karakteristik pendengar KIS 107.2 FM, mengidentifikasi iklan yang efektif yang diputar di radio, mencari waktu yang efektif untuk memasang iklan serta memberikan usulan perbaikan program acara pada radio KIS 107.2 fm. Untuk mengumpulkan data dilakukan dengan cara membagikan kuesioner kepada responden secara random di kantor-kantor swasta di wilayah jalan Sudirman Jakarta dan di instansi pemerintah pada Departemen Keuangan. Selain itu juga banyak dilakukan diskusi dan tanya jawab dengan staff dari radio KIS FM. Kemudian setelah data terkumpul, data diolah menggunakan table frekuensi, direct rating, factor analysis dan crosstab atau tabulasi silang. Hasilnya ditujukan untuk memenuhi tujuan dari penelitian ini. Untuk tingkat kepuasan konsumen terhadap radio KIS secara umum berjumlah 5785 yang termasuk dalam kategori puas (range 5441-6720). Untuk lebih menaikkan tingkat kepuasan konsumen sebaiknya pihak radio KIS memperbanyak program interaktif dan selalu membuka line telepon agar pendengar dapat selalu berinteraksi secara langsung setiap saat.Karena dari seluruh responden yang merupakan pendengar KIS temyata menunjukkan bahwa mereka tidak mengetahui nama program-program acara radio KIS walaupun mereka adalah pendengar setia. Dan mereka lebih sering mendengar radio pada hari kerja (83%) daripada hari libur (17%). Dan kesemua responden kebanyakan mendengarkan radio untuk urusan hiburan (36%) kemudian gaya hidup (19%), keadaan jalan (13%), urusan bisnis (11%) dan urusan lainnya seperti infon-nasi iklan (21%). Iklan yang efektif adalah iklan yang tepat sasaran, dalam hal ini jika iklan diputar di radio dimana konsumen hanya dapat mendengar dan tidak melihat produk maka iklan hams dipasang pada acara yang paling banyak pendengarnya sesuai target konsumen dari iklan tersbeut. Oleh karena itu perlu dipertimbangkan jenis kelamin dan usia pendengarnya serta produk apa yang ditawarkan. Selain itu untuk menunjang keefektivitasan iklan hams memperhatikan 3 faktor yang terbentuk dan factor analysis yaitu tariff, kreativitas dan ingat. Berdasarkan penelitian semakin tinggi tingkat dari ketiga faktor tersebut maka iklan tersebut akan semakin efektif. Waktu mendengarkan radio yang berguna bagi para konsumen pemasang iklan yang terbaik adalah pada waktu prime time pagi hari kemudian prime time sore dilanjutkan waktu regular malam barn kemudian waktu regular siang.

T The radio broadcasting industry is growing rapidly, evidenced by the increase in stations registered with PRSSNI—from 223 in 1974 to 787 by June 2002—not to mention the more than 400 stations operating outside the PRSSNI membership. Music is the primary draw for attracting consumers or listeners; however, since not all stations offer the same musical genres or rhythms, these differences serve to distinguish the listener base of each station. Meanwhile, revenue is derived entirely from advertising. Securing and managing advertising orders is a complex task involving numerous interconnected factors—ranging from the station's target audience segmentation, programming, and announcers to the production team responsible for creating the ads—all of which play a role in winning business. This applies to KIS FM as well; as Indonesia's first bilingual radio station, it is renowned for its 1980s music and has garnered a loyal following of over 130,000 listeners since 1985. KIS FM targets listeners aged 25–35—specifically young, upper-middle-class professionals—with a format centered on lifestyle and entertainment. However, starting in late 2001, advertising orders began to decline due to intensifying competition from stations targeting similar demographics, such as Hard Rock, Female, One, and 5@Sec. This situation raises the question of how to boost advertising orders back to the levels seen in previous years. Therefore, a new and more effective programming strategy is required. The core challenge for KIS FM management is convincing clients that advertising on their station will yield effective results. Naturally, this is no easy task; it requires research into the existing audience—identifying their gender, age group, and content preferences—as well as determining the most effective times to air advertisements. Based on these issues, the study aims to identify the radio content preferred by listeners, the characteristics of the KIS 107.2 FM audience, and effective radio advertising practices; it also seeks to determine optimal advertising times and propose programming improvements for KIS 107.2 FM. Data collection involved distributing questionnaires to a random sample of respondents at private offices along Jalan Sudirman, Jakarta, and at the Ministry of Finance. Additionally, discussions and Q&A sessions were held with KIS FM staff. Once collected, the data were analyzed using frequency tables, direct ratings, factor analysis, and cross-tabulation to meet the study's objectives. The results indicate that the general level of consumer satisfaction with KIS FM stands at 5,785, placing it in the "satisfied" category (range: 5,441–6,720). To further boost satisfaction, KIS FM should increase interactive programming and keep phone lines open, allowing listeners to interact directly at any time. Notably, the study revealed that even loyal listeners were often unaware of the specific names of KIS FM programs. Furthermore, respondents listened to the radio more frequently on weekdays (83%) than on weekends or holidays (17%). Regarding their reasons for listening, the primary motivation was entertainment (36%), followed by lifestyle content (19%), traffic updates (13%), business news (11%), and other topics such as advertisements (21%). An effective advertisement is one that is well-targeted; specifically, when an ad airs on the radio—where consumers can hear but not see the product—it should be placed during programs with the highest listenership among the intended target audience. Consequently, factors such as the listeners' gender and age, as well as the nature of the product being offered, must be taken into account. Furthermore, to enhance advertising effectiveness, attention should be paid to three factors identified through factor analysis: rates, creativity, and memorability. Research indicates that the higher the levels of these three factors, the more effective the advertisement will be. In terms of timing, the best slots for reaching consumers are morning prime time, followed by evening prime time, then regular evening slots, and finally regular midday slots.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?