Evaluasi perencanaan produksi dan pengendalian persediaan bahan baku di PT. Jamu Jago
Penerbit : FTI - Usakti
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 1999
Pembimbing 1 : Nora Azmi
Subyek : Materials handling;Industrial engineering;Production planning
Kata Kunci : production planning, inventory control, raw materials, PT. Jamu Jago
Status Posting : Published
Status : Tidak Lengkap
| No. | Nama File | Hal. | Link |
|---|---|---|---|
| 1. | 1999_TA_STI_06395150_Halaman-Judul.pdf | 14 | |
| 2. | 1999_TA_STI_06395150_Lembar-Pengesahan.pdf | 1 | |
| 3. | 1999_TA_STI_06395150_Bab-1_Pendahuluan.pdf | 7 | |
| 4. | 1999_TA_STI_06395150_Bab-2_Landasan-Teori.pdf |
|
|
| 5. | 1999_TA_STI_06395150_Bab-3_Metodologi-Penelitian.pdf |
|
|
| 6. | 1999_TA_STI_06395150_Bab-4_Pengumpulan-dan-Pengolahan-Data.pdf |
|
|
| 7. | 1999_TA_STI_06395150_Bab-5_Analisa-Hasil.pdf |
|
|
| 8. | 1999_TA_STI_06395150_Bab-6_Kesimpulan-dan-Saran.pdf | ||
| 9. | 1999_TA_STI_06395150_Daftar-Pustaka.pdf | 1 | |
| 10. | 1999_TA_STI_06395150_Lampiran.pdf |
|
P PT. JAMU JAGO adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang obat-obatan tradisional. Untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan pasar dan keinginan konsumen maka PT. JAMU JAGO terns berusaha untuk meningkatkan produksinya melihat permintaan konsumen yang relatif meningkat dari bulan ke bulan sejak krisis moneter melanda Indonesia. Agar peluang yang ada tidak terlewatkan, maka perusahaan perlu menyusun rencana produksi yang matang sebab keberhasilan produksi sangat tergantung pada perencanaannya. Pihak manajemen produksi telah membuat suatu Jadwal Induk Produksi (JIP), tetapi belum dievaluasi, sehingga mereka meminta bantuan untuk mengevaluasi JIP-nya dan membuat perencanaan persediaan bahan baku yang tepat. Langkah awal yang dilakukan adalah mengumpulkan data-data yang diperlukan, termasuk JIP, data kapasitas, biaya, komposisi bahan baku, dan lainnya. Kemudian dilakukan evaluasi SIP dengan membuat perhitungan kebutuhan bahan baku -untuk mencari jumlah bahan jamu dan kemasan yang hams disiapkan. Selanjutnya dibuat perhitungan RCCP (Rough Cut Capacity Planning) dengan menggunakan teknik CBM (Capacity Bill Method) untuk mencari jumlah kapasitas yang dibutuhkan pada setiap tahapan proses. Pada uji RCCP diketahui bahwa temyata pada proses mesin kemas jamu serbuk untuk bulan Mei dan Juni, jumlah kapasitas tersedia tidak dapat mencukupi jumlah kapasitas yang diharapkan. Sehingga dilakukan perhitungan jam kerja lembur yang diperlukan untuk menutup kekurangan tersebut. Kemudian dilakukan uji RCCP setelah penambahan kapasitas dan didapat basil kapasitas tersedia semua proses sama atau lebih besar dari kapasitas diharapkan. Dengan demikian, JIP telah layak digunakan. dan akan digunakan dalam produksi bulan April 1999-Juni 1999.Jenis Produk April '99 Mei '99 Juni '99 Jamu Mutu Tinggi 3549000 4244210 4508680 Jamu Ultra Halus 1172820 121870 1275910 Madu 83500 85800 89700 Kap sul 61680 66600 76400Pengendalian persediaan bahan baku dilakukan memakai kombinasi EOQ dan POQ, karena masing-masing memiliki keunggulan tergantung kondisi yang ada untuk mendapatkan biaya total yang minimum.Bahan Baku B i aya (Rp) Bahan Jamu 1807724280 Kemasan 313150340 Total 2120874620
P PT. JAMU JAGO is a company engaged in the field of traditional medicines. To adapt to market developments and consumer desires, PT. JAMU JAGO continues to strive to increase its production, seeing consumer demand has been relatively increasing from month to month since the monetary crisis hit Indonesia. To ensure that existing opportunities are not missed, the company needs to develop a mature production plan because the success of production is highly dependent on its planning. The production management has created a Master Production Schedule (JIP), but it has not been evaluated, so they asked for help to evaluate the JIP and create an appropriate raw material inventory plan. The initial step is to collect the necessary data, including the JIP, capacity data, costs, raw material composition, and others. Then, the SIP evaluation is carried out by calculating raw material requirements - to determine the amount of herbal ingredients and packaging that must be prepared. Next, the RCCP (Rough Cut Capacity Planning) calculation is made using the CBM (Capacity Bill Method) technique to determine the amount of capacity needed at each stage of the process. The RCCP test revealed that the available capacity for the herbal medicine powder packaging machine in May and June was insufficient to meet the expected capacity. Therefore, overtime hours were calculated to cover the shortfall. The RCCP test was then conducted after the capacity increase, and the available capacity for all processes was found to be equal to or greater than the expected capacity. Therefore, the JIP was deemed suitable for use. and will be used in production from April 1999 to June 1999.Product Type April '99 May '99 June '99 High Quality Herbal Medicine 3549000 4244210 4508680 Ultra Fine Herbal Medicine 1172820 121870 1275910 Honey 83500 85800 89700 Capsules 61680 66600 76400Raw material inventory control is carried out using a combination of EOQ and POQ, as each has advantages depending on existing conditions to achieve minimum total costs.Raw Material Cost (Rp) Herbal Medicine Ingredients 1807724280 Packaging 313150340 Total 2120874620