DETAIL KOLEKSI

Perancangan sistem pendukung keputusan untuk perawatan mesin secara preventive pada PT. Hamson Indonesia


Oleh : Rachmat Rajiv

Info Katalog

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2014

Pembimbing 1 : Parwadi Moengin

Pembimbing 2 : Sucipto Adisuwiryo

Subyek : Machine tools - Maintenance and repair;Factory management

Kata Kunci : replacement intervals, machine maintenance, dss

Status Posting : Published

Status : Tidak Lengkap


File Repositori
No. Nama File Hal. Link
1. 2014_TA_STI_06310114_Halaman-Judul.pdf 22
2. 2014_TA_STI_06310114_Lembar-Pengesahan.pdf 2
3. 2014_TA_STI_06310114_Bab-1_Pendahuluan.pdf 7
4. 2014_TA_STI_06310114_Bab-2_Tinjauan-Pustaka.pdf
5. 2014_TA_STI_06310114_Bab-3_Pengumpulan-Data.pdf
6. 2014_TA_STI_06310114_Bab-4_Pengumpulan-Data.pdf
7. 2014_TA_STI_06310114_Bab-5_Pengolahan-Data.pdf
8. 2014_TA_STI_06310114_Bab-6_Kesimpulan-dan-Saran.pdf 2
9. 2014_TA_STI_06310114_Daftar-Pustaka.pdf 1
10. 2014_TA_STI_06310114_Lampiran.pdf

P PT. Hamson Indonesia adalah perusahaan yang menjalankan industri pembuatan kapalkeruk (Cutter Suction Dredge), spare parts dan komponen-komponen kapal keruk, handlingequipment, hydraulic equipment, dan komponennya. Mesin-mesin yang digunakan pada lantaiproduksi memiliki peran penting dalam proses manufaktur. Terkadang terjadi kerusakanmesin pada saat proses produksi berlangsung, hal ini tentunya akan sangat mengganggujalannya proses produksi dan mempengaruhi output yang dihasilkan. PT. Hamson Indonesiamempunyai target produksi untuk dapat menghasilkan satu unit kapal keruk dalam waktu 5bulan. Namun pada kenyataannya sering terjadi penyelesaian yang terlambat. Sebagian besarketerlambatan terjadi karena mesin pada lantai produksi breakdown pada saat digunakan, halini menghambat proses produksi dan target produksi sulit dicapai. Frekuensi breakdownmesin cukup tinggi karena sistem perawatan mesin masih dilakukan secara corrective. Artinyaperawatan dilakukan apabila terjadi kerusakan pada mesin dan komponennya. Sistempendataan kerusakan mesin masih dilakukan secara manual. Hal tersebut menimbulkanmasalah pada saat ingin dilakukan rekapitulasi dan evaluasi kerusakan mesin. Suatu tindakanyang tepat perlu dilakukan untuk mengurangi frekuensi breakdown mesin pada saat prosesproduksi berlangsung dan juga untuk memudahkan dalam pengambilan keputusan dalamperawatan mesin secara preventive.Pada penelitian ini digunakan sistem pendukung keputusan yang terdiri dariperhitungan model base dan program database yang saling terkait untuk menunjang kegiatanpreventive maintenance pada pabrik. Berdasarkan diagram Pareto diperoleh mesin kritis yaitumesin bubut (A.701), milling (A.703), bor (A.702), dan cutting (A.705). Juga diperolehkomponen kritis yaitu pahat bubut, spindel bubut, bearing (spindel), bearing (transmisi), matabor, spindel bor, pita pisau, dan gear. Perhitungan model base dilakukan dengan pendekatanreliability dengan menganalisa nilai MTTF dan MTTR dari komponen kritis. Intervalpenggantian pencegahan untuk komponen pahat bubut adalah 502jam, spindel bubut 411jam,bearing (spindel) 366jam, bearing (transmisi) 534jam, mata bor 481jam, spindel bor 479jam,pita pisau 496jam, dan gear 1191jam. Sedangkan interval pemeriksaan optimal untuk setiapkomponen kritis adalah 20 hari dengan frekuensi pemeriksaan optimal 1 kali dalam satubulan. Juga terjadi peningkatan ketersediaan (availability) dan keandalan (reliability) darimasing-masing komponen kritis. Availability rata-rata setelah terjadi peningkatan adalah0,9988, dengan availability tertinggi yaitu 0.9994 dari komponen pahat bubut. PeningkatanReliability rata-rata adalah sebesar 27.8675, dengan reliability tertinggi yaitu 0.9965 darikomponen pahat bubut. Sistem pendukung keputusan yang dirancang memudahkan pihakterkait untuk mengakses dan mengelola data perawatan mesin.

P PT. Hamson Indonesia is the company that runs the dredger manufacturing industry(Cutter Suction Dredge), spare parts and dredger components, handling equipment, hydraulicequipment, and components. The machines used in the production plant has an important rolein the manufacturing process. Sometimes damage occurs to the machine during the productionprocess takes place, it will certainly disrupt the production process and affect the resultingoutput. PT. Hamson Indonesia has a production target to produce one unit of dredgers within5 months. But in fact often occurs late completion. Most of the delays occurred due to enginebreakdown on the production plant during use, it inhibits the production process andproduction targets difficult to achieve. The frequency of machine breakdown is quite highbecause of system maintenance is performed corrective maintenance. This means thatcorrection is taken in the event of damage to the engine and its components. The system incollecting engine damage data is still done manually. This raises the problem at the momentto do a recapitulation and evaluation of engine damage. An appropriate action needs to betaken to reduce the frequency of machine breakdown during the production process and alsoto facilitate the decision maker in the preventive maintenance of the machine.In this study used decision support system which consists of the calculation of themodelbase and database programs are interlinked to support preventive maintenance activitiesat the plant. Based on the obtained Pareto diagram, the critical engine is lathe (A.701), milling(A.703), drill (A.702), and cutting (A.705). Also obtained critical components, wich is lathechisel, lathe spindle, bearing (spindle), bearing (transmission), drill bits, drill spindle, tapeblades, and gear. The calculation is done with the basemodel to analyze the reliabilityapproach MTTF and MTTR values of critical components. Preventive replacement intervalsfor components is 502hours lathe chisel, lathe spindle 411hours, bearing (spindle) 366hours,bearing (transmission) 534hours, 481hours drill bit, drill spindle 479hours, ribbon 496hoursknife and gear 1191hours. While the optimal inspection interval for each critical component is20 days with optimal inspection frequency 1 time in a month. Also an increase in availabilityand reliability of each critical component. Average availability after an increase is 0.9988,with 0.9994 the highest availability of components lathe chisel. Improved Reliability isaverage at 27.8675, with the highest reliability of components 0.9965 lathe chisel. Decisionsupport system designed to facilitate the stakeholders to access and manage the enginemaintenance data.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?