Perbandingan pengaturan mekanisme penegakan hukum terhadap kasus anti dumping antara indonesia dan tiogkok
Penerbit : FH - Usakti
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2026
Pembimbing 1 : Rosdiana Saleh
Kata Kunci : Comparative Law, International Trade, Anti Dumping, Indonesia, China
Status Posting : Published
Status : Lengkap
| No. | Nama File | Hal. | Link |
|---|---|---|---|
| 1. | 2026_SK_SHK_010002200184_Halaman-Judul.pdf | ||
| 2. | 2026_SK_SHK_010002200184_Surat-Pernyataan-Revisi-Terakhir.pdf | 1 | |
| 3. | 2026_SK_SHK_010002200184_Surat-Hasil-Similaritas.pdf | 1 | |
| 4. | 2026_SK_SHK_010002200184_Halaman-Pernyataan-Persetujuan-Publikasi-Tugas-Akhir-untuk-Kepentingan-Akademis.pdf | 1 | |
| 5. | 2026_SK_SHK_010002200184_Lembar-Pengesahan.pdf | 1 | |
| 6. | 2026_SK_SHK_010002200184_Pernyataan-Orisinalitas.pdf | 1 | |
| 7. | 2026_SK_SHK_010002200184_Formulir-Persetujuan-Publikasi-Karya-Ilmiah.pdf | 1 | |
| 8. | 2026_SK_SHK_010002200184_Bab-1.pdf | ||
| 9. | 2026_SK_SHK_010002200184_Bab-2.pdf |
|
|
| 10. | 2026_SK_SHK_010002200184_Bab-3.pdf |
|
|
| 11. | 2026_SK_SHK_010002200184_Bab-4.pdf |
|
|
| 12. | 2026_SK_SHK_010002200184_Bab-5.pdf | ||
| 13. | 2026_SK_SHK_010002200184_Daftar-Pustaka.pdf | ||
| 14. | 2026_SK_SHK_010002200184_Lampiran.pdf |
|
P Praktik dumping dalam perdagangan internasional dapat menimbulkan kerugian materill terhadap industri dalam negeri sehingga diperlukan mekanisme penegakan hukum anti dumping yang sesuai dengan ketentuan world trade organization (wto). rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apa persamaan dan perbedaan pengaturan mekanisme penegakan hukum terhadap kasus anti dumping antara indonesia dan tiongkok; dan bagaimana penerapan ketentuan mekanisme anti dumping dalam penegakan hukum pada kasus di indonesia dan tiongkok. penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan sifat deskriptif analitis yang menggunakan pendekatan perbandingan hukum. data yang digunakan adalah data sekunder berupa bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder yang dikumpulkan melalui studi kepustakaan, kemudian dianalisis secara kualitatif dengan metode penarikan kesimpulan secara deduktif. hasil penelitian menunjukkan bahwa indonesia dan tiongkok sama-sama mendasarkan pengaturan anti dumping pada pasal vi general agreement on tariffs and trade (gatt) 1994 dan agreement on implementation of article vi of gatt 1994 (anti dumping agreement), serta mensyaratkan pembuktian adanya dumping, kerugian material, dan hubungan kausalitas. perbedaannya terletak pada struktur kelembagaan dan tahapan penetapan hasil penyelidikan, di mana indonesia menerapkan pembagian kewenangan antara komite anti dumping indonesia (kadi), menteri perdagangan, dan menteri keuangan, sedangkan tiongkok memusatkan kewenangan pada ministry of commerce (mofcom) dengan mekanisme preliminary determination dan final determination. penerapan mekanisme anti dumping pada kasus hot rolled coil of other alloy steel (hrc alloy) di indonesia dan stainless steel billet serta hot rolled stainless steel plates/coils di tiongkok menunjukkan bahwa kedua negara telah menerapkan ketentuan anti dumping sesuai prinsip-prinsip wto melalui prosedur penyelidikan yang objektif, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.
D Dumping practices in international trade can cause material harm to domestic industries, making it necessary to establish anti dumping enforcement mechanisms that comply with world trade organization (wto) regulations. the research questions in this study are: what are the similarities and differences in the legal enforcement mechanisms for anti dumping cases between indonesia and china; and how are the provisions of anti dumping mechanisms applied in legal enforcement in cases in indonesia and china? this study is a normative legal study of a descriptive-analytical nature that employs a comparative law approach. the data used consists of secondary data in the form of primary and secondary legal sources collected through a literature review, which were then qualitatively analyzed using a deductive method of drawing conclusions. the results of the study indicate that both indonesia and china base their anti dumping regulations on article vi of the general agreement on tariffs and trade (gatt) 1994 and the agreement on the implementation of article vi of gatt 1994 (anti dumping agreement), and require proof of dumping, material injury, and a causal link. the differences lie in the institutional structure and the stages of determining investigation results, where indonesia implements a division of authority among the indonesian anti-dumping committee (kadi), the minister of trade, and the minister of finance, while china centralizes authority within the ministry of commerce (mofcom) through a mechanism of preliminary and final determinations. the application of anti dumping mechanisms in the case of hot rolled coils of other alloy steel (hrc alloy) in indonesia and stainless steel billets as well as hot rolled stainless steel plates/coils in china demonstrates that both countries have implemented anti dumping provisions in accordance with wto principles through objective, transparent, and legally accountable investigation procedures.