Analisis dasar penghapusan pidana terhadap pelaku tindak pidana pembunuhan yang mengidap gangguan jiwa (putusan nomor 150/pid.b/2024/pn.jkt.brt)
Penerbit : FH - Usakti
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2026
Pembimbing 1 : Dian Adriawan Dg Tawang
Kata Kunci : CRIMINAL EXEMPTION, MENTAL DISORDER, MURDER, ARTICLE 44 OF THE KUHP, CRIMINAL RESPONSIBILITY
Status Posting : Published
Status : Lengkap
| No. | Nama File | Hal. | Link |
|---|---|---|---|
| 1. | 2026_SK_SHK_010002100309_Halaman-Judul.pdf | ||
| 2. | 2026_SK_SHK_010002100309_Surat-Pernyataan-Revisi-Terakhir.pdf | 1 | |
| 3. | 2026_SK_SHK_010002100309_Surat-Hasil-Similaritas.pdf | 1 | |
| 4. | 2026_SK_SHK_010002100309_Halaman-Pernyataan-Persetujuan-Publikasi-Tugas-Akhir-untuk-Kepentingan-Akademis.pdf | 1 | |
| 5. | 2026_SK_SHK_010002100309_Lembar-Pengesahan.pdf | 1 | |
| 6. | 2026_SK_SHK_010002100309_Pernyataan-Orisinalitas.pdf | 1 | |
| 7. | 2026_SK_SHK_010002100309_Formulir-Persetujuan-Publikasi-Karya-Ilmiah.pdf | 1 | |
| 8. | 2026_SK_SHK_010002100309_Bab-1.pdf | ||
| 9. | 2026_SK_SHK_010002100309_Bab-2.pdf |
|
|
| 10. | 2026_SK_SHK_010002100309_Bab-3.pdf |
|
|
| 11. | 2026_SK_SHK_010002100309_Bab-4.pdf |
|
|
| 12. | 2026_SK_SHK_010002100309_Bab-5.pdf | ||
| 13. | 2026_SK_SHK_010002100309_Daftar-Pustaka.pdf | ||
| 14. | 2026_SK_SHK_010002100309_Lampiran.pdf |
|
T Tindak pidana pembunuhan pada umumnya diancam dengan pidana berat karena berkaitan langsung dengan hilangnya nyawa seseorang. namun, hukum pidana indonesia mengenal pengecualian terhadap pemidanaan apabila pelaku terbukti mengalami gangguan jiwa yang menyebabkan ketidakmampuan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. ketentuan tersebut diatur dalam pasal 44 kitab undang-undang hukum pidana (kuhp). penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dasar penghapusan pidana terhadap pelaku tindak pidana pembunuhan yang mengidap gangguan jiwa dalam putusan nomor 150/pid.b/2024/pn.jkt.brt, serta menilai relevansinya dengan prinsip keadilan dalam hukum pidana indonesia. metode penelitian yangdigunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan studi kasus. teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan penarikan kesimpulan secara deduktif. hasil penelitian menunjukkan bahwa hakim menerapkan pasal 44 kuhp dengan mempertimbangkan hasil pemeriksaan psikiatri yang menyatakan terdakwa menderita gangguan jiwa berat berupa skizofrenia paranoid, sehingga unsur kesalahan tidak terpenuhi. oleh karena itu, penghapusan pidana diterapkan dan terdakwa dikenai tindakan perawatan. putusan ini mencerminkan penerapan prinsip keadilan yang bersifat substantif dan humanis, dengan menyeimbangkan perlindungan terhadap masyarakat serta hak-hak pelaku yang secara medis tidak mampu bertanggungjawab atas perbuatannya
T The crime of murder is generally punishable by severe penalties because it directly involves the loss of life.however, indonesian criminal law recognizes exceptions to the punishment if the perpetrator is proven to have a mental disorder that renders him incapable of being held accountable for his actions. this provision is regulated in article 44 of the criminal code (kuhp). this study aims to analyze the basis for the abolition of criminal penalties for perpetrators of murder who suffer from mental disorders in decision number 150/pid.b/2024/pn.jkt.brt, and to assess its relevance to the principles of justice in indonesian criminal law. the research method used is normative juridical with a case study approach.the data analysis technique was descriptive qualitative with deductive conclusions drawn. the results indicate that the judge applied article 44 of the criminal code after considering the results of a psychiatric examination that stated the defendant suffered from a severe mental disorder in the form of paranoid schizophrenia, thus the element of guilt was not met. therefore, the sentence was revoked and the defendant was placed under treatment. this decision reflects the application of substantive and humane principles of justice, balancing the protection of society with the rights of the perpetrator, who is medically incapable of taking responsibility for his actions.