Perbandingan perlindungan hukum terhadap konsumen akibat phishing dalam transaksi perbankan digital di indonesia dan singapura
Penerbit : FH - Usakti
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2026
Pembimbing 1 : Siti Nurbaiti
Kata Kunci : Digital Banking, Consumer Protection, Phishing
Status Posting : Published
Status : Lengkap
| No. | Nama File | Hal. | Link |
|---|---|---|---|
| 1. | 2026_SK_SHK_010002100236_Halaman-Judul.pdf | 9 | |
| 2. | 2026_SK_SHK_010002100236_Surat-Pernyataan-Revisi-Terakhir.pdf | 1 | |
| 3. | 2026_SK_SHK_010002100236_Surat-Hasil-Similaritas.pdf | 1 | |
| 4. | 2026_SK_SHK_010002100236_Halaman-Pernyataan-Persetujuan-Publikasi-Tugas-Akhir-untuk-Kepentingan-Akademis.pdf | 1 | |
| 5. | 2026_SK_SHK_010002100236_Lembar-Pengesahan.pdf | 1 | |
| 6. | 2026_SK_SHK_010002100236_Pernyataan-Orisinalitas.pdf | 1 | |
| 7. | 2026_SK_SHK_010002100236_Formulir-Persetujuan-Publikasi-Karya-Ilmiah.pdf | 1 | |
| 8. | 2026_SK_SHK_010002100236_Bab-1.pdf | 19 | |
| 9. | 2026_SK_SHK_010002100236_Bab-2.pdf | 34 |
|
| 10. | 2026_SK_SHK_010002100236_Bab-3.pdf | 13 |
|
| 11. | 2026_SK_SHK_010002100236_Bab-4.pdf | 31 |
|
| 12. | 2026_SK_SHK_010002100236_Bab-5.pdf | 3 | |
| 13. | 2026_SK_SHK_010002100236_Daftar-Pustaka.pdf | 8 | |
| 14. | 2026_SK_SHK_010002100236_Lampiran.pdf | 1 |
|
P Penelitian ini membahas perlindungan hukum terhadap konsumen korban phishing dalam transaksi perbankan digital di indonesia serta perbandingannya dengan singapura. permasalahan penelitian difokuskan pada bagaimana sistem hukum indonesia memberikan perlindungan dan mekanisme pertanggungjawaban bagi konsumen korban phishing, serta bagaimana singapura mengatur pembagian tanggung jawab melalui shared responsibility framework (srf). penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan perlindungan hukum konsumen korban phishing di indonesia dan menilai perbedaan pendekatan hukum yang diterapkan di singapura. metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan perbandingan hukum, bersifat deskriptif-analitis. data yang digunakan berupa data sekunder yang dianalisis secara kualitatif dengan penarikan kesimpulan deduktif. hasil penelitian menunjukkan bahwa di indonesia perlindungan hukum terhadap konsumen korban phishing masih bersifat parsial dan cenderung menempatkan tanggung jawab pada konsumen, tanpa mekanisme pembagian tanggung jawab yang jelas bagi bank. sebaliknya, singapura memandang phishing sebagai risiko sistemik dan menerapkan srf yang membagi tanggung jawab secara proporsional antara bank, penyedia layanan digital, dan konsumen. penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan shared responsibility memberikan kepastian dan perlindungan hukum yang lebih efektif bagi konsumen korban phishing.
T This study examines the legal protection afforded to consumers who fall victim to phishing in digital banking transactions within indonesia, providing a comparative analysis with the legal framework in singapore. the research focuses on the mechanisms of protection and liability under the indonesian legal system for phishing victims, as well as singapore’s regulatory approach through the shared responsibility framework (srf). this study aims to analyze the existing regulations regarding consumer legal protection for phishing victims in indonesia and to evaluate the divergent legal approaches implemented in singapore. this study employs a normative legal research method, utilizing statutory, conceptual, and comparative law approaches within a descriptive-analytical framework. secondary data were analyzed qualitatively, utilizing deductive reasoning to derive conclusions. the findings reveal that legal protection for phishing victims in indonesia remains fragmented and tends to place the burden of liability primarily on the consumer, lacking a clear mechanism for apportioning responsibility to banking institutions. conversely, singapore perceives phishing as a systemic risk and has implemented the srf, which distributes liability proportionally among banks, digital service providers, and consumers. this research concludes that a shared responsibility approach offers greater legal certainty and more effective protection for consumers victimized by phishing.