DETAIL KOLEKSI

Analisis putusan kasasi nomor 808k/pdt.sus-hki/2019 tentang jangka waktu pembacaan putusan


Oleh : Nanda Radya Yudhistyra

Info Katalog

Penerbit : FH - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2026

Pembimbing 1 : Elfrida Ratnawati Goeltom

Kata Kunci : Procedural Law, Trademark Dispute

Status Posting : Published

Status : Lengkap


File Repositori
No. Nama File Hal. Link
1. 2026_SK_SHK_010001900441_Halaman-Judul.pdf 8
2. 2026_SK_SHK_010001900441_Surat-Pernyataan-Revisi-Terakhir.pdf 1
3. 2026_SK_SHK_010001900441_Surat-Hasil-Similaritas.pdf 1
4. 2026_SK_SHK_010001900441_Halaman-Pernyataan-Persetujuan-Publikasi-Tugas-Akhir-untuk-Kepentingan-Akademis.pdf 1
5. 2026_SK_SHK_010001900441_Lembar-Pengesahan.pdf 1
6. 2026_SK_SHK_010001900441_Pernyataan-Orisinalitas.pdf 1
7. 2026_SK_SHK_010001900441_Formulir-Persetujuan-Publikasi-Karya-Ilmiah.pdf 1
8. 2026_SK_SHK_010001900441_Bab-1.pdf 15
9. 2026_SK_SHK_010001900441_Bab-2.pdf 27
10. 2026_SK_SHK_010001900441_Bab-3.pdf 34
11. 2026_SK_SHK_010001900441_Bab-4.pdf 7
12. 2026_SK_SHK_010001900441_Bab-5.pdf 2
13. 2026_SK_SHK_010001900441_Daftar-Pustaka.pdf 3
14. 2026_SK_SHK_010001900441_Lampiran.pdf 1

T Tujuan penelitian skripsi ini adalah untuk menganalisis putusan kasasi nomor 808 k/pdt.sus-hki/2019 mengenai akibat hukum keterlambatan dijatuhkannya putusan kasasi dalam sengketa merek. pokok permasalahan dalam penelitian ini meliputi: (1) apakah jangka waktu penjatuhan putusan kasasi nomor 808 k/pdt.sus-hki/2019 telah sesuai dengan ketentuan pasal 88 ayat (8) undang-undang nomor 20 tahun 2016 tentang merek dan indikasi geografis, dan (2) bagaimana akibat hukum terhadap hakim yang memutus sengketa merek tersebut apabila putusan kasasi dijatuhkan melebihi jangka waktu yang telah ditentukan berdasarkan undang-undang nomor 20 tahun 2016.penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan pendekatan kasus. data yang digunakan berupa data sekunder, yang kemudian dianalisis secara kualitatif dan disajikan secara deskriptif analitis.hasil penelitian menunjukkan bahwa jangka waktu penjatuhan putusan kasasi nomor 808 k/pdt.sus-hki/2019 tidak sesuai dengan ketentuan pasal 88 ayat (8) undang-undang nomor 20 tahun 2016 tentang merek dan indikasi geografis. akibat hukum dari keterlambatan tersebut adalah tidak terpenuhinya asas peradilan yang sederhana, cepat, dan biaya ringan. selain itu, pelanggaran terhadap ketentuan pasal 88 ayat (8) uu nomor 20 tahun 2016 dapat dijadikan alasan pengajuan peninjauan kembali oleh pihak yang dirugikan serta membuka kemungkinan dikenakannya sanksi etik terhadap hakim sebagaimana diatur dalam **pasal 19 ayat (4) peraturan bersama ketua mahkamah agung republik indonesia dan ketua

T The purpose of this undergraduate thesis is to analyze supreme court cassation decision number 808 k/pdt.sus-hki/2019 concerning the legal consequences of delays in the issuance of cassation decisions in trademark disputes. the main issues examined in this study are: (1) whether the time period for rendering the cassation decision in case number 808 k/pdt.sus-hki/2019 complies with the provisions of article 88 paragraph (8) of law number 20 of 2016 on trademarks and geographical indications, and (2) what legal consequences arise for judges who adjudicate trademark disputes when the cassation decision exceeds the statutory time limit as stipulated in law number 20 of 2016.this research employs a normative legal research method, supported by statutory and case approaches. the data used consist of secondary legal materials, which are analyzed qualitatively and presented descriptively and analytically.the findings indicate that the time period for issuing the cassation decision in case number 808 k/pdt.sus-hki/2019 does not comply with the provisions of article 88 paragraph (8) of law number 20 of 2016 on trademarks and geographical indications. the legal consequence of such delay is the failure to fulfill the principle of simple, speedy, and low-cost judicial proceedings. furthermore, violations of article 88 paragraph (8) of law number 20 of 2016 may serve as grounds for filing a judicial review by the aggrieved party and may also result in the imposition of ethical sanctions against judges, as regulated under article 19 paragraph (4) of the joint regulation of the chief justice of the supreme court of the republic of indonesia and the chairperson of the judicial commission number 02/pb/ma/ix/2012 and number 02/pb/p.ky/09/2012 concerning guidelines for the enforcement of the judicial code of ethics and conduct.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?