DETAIL KOLEKSI

Perbedaan ph saliva, halitosis dan jumlah oral patogen pada subjek merokok dan tidak merokok (kajian pada treponema denticola, solobacterium moorei dan candida albicans)


Oleh : Clairine Lou

Info Katalog

Nomor Panggil : 616.904 1 CLA p

Penerbit : FKG - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2026

Pembimbing 1 : Widyarman

Subyek : Microbiology

Kata Kunci : tobacco smoking, periodontitis, halitosis, H2S, salivary pH

Status Posting : Published

Status : Lengkap


File Repositori
No. Nama File Hal. Link
1. 2026_SK_SIG_040002200028_Surat-Pernyataan-Revisi-Terakhir.pdf 1
2. 2026_SK_SIG_040002200028_Surat-Hasil-Similaritas.pdf 1
3. 2026_SK_SIG_040002200028_Halaman-Pernyataan-Persetujuan-Publikasi-Tugas-Akhir-untuk-Kepentingan-Akademis.pdf 1
4. 2026_SK_SIG_040002200028_Lembar-Pengesahan.pdf 1
5. 2026_SK_SIG_040002200028_Pernyataan-Orisinalitas.pdf 1
6. 2026_SK_SIG_040002200028_Formulir-Persetujuan-Publikasi-Karya-Ilmiah.pdf 1
7. 2026_SK_SIG_040002200028_Bab-1.pdf
8. 2026_SK_SIG_040002200028_Bab-2.pdf
9. 2026_SK_SIG_040002200028_Bab-3.pdf
10. 2026_SK_SIG_040002200028_Bab-5.pdf
11. 2026_SK_SIG_040002200028_Bab-6.pdf
12. 2026_SK_SIG_040002200028_Bab-7.pdf 1
13. 2026_SK_SIG_040002200028_Halaman-Judul.pdf
14. 2026_SK_SIG_040002200028_Bab-4.pdf
15. 2026_SK_SIG_040002200028_Daftar-Pustaka.pdf 8
16. 2026_SK_SIG_040002200028_Lampiran.pdf

L Latar belakang: kebiasaan merokok dapat mempengaruhi peningkatan terjadinya periodontitis dan halitosis. terjadinya ketidaksimbangan mikrobiota oral yang dapat menurunkan respon imun sehingga meningkatkan resiko terjadinya periodontitis akibat adanya kandungan nikotin yang dapat mempengaruhi produksi sitokin pro-inflamasi. ketidaksimbangan mikrobiota oral turut dapat menyebabkan peningkatakan pertumbuhan bakteri penyebab periodontitis salah satunya treponema denticola. selain itu, bakteri penyebab halitosis seperti solobacterium moorei dapat meningkat khususnya pada bagian dorsal lidah yang dapat menghasilkan senyawa volatile sulfur compounds (vscs). merokok dalam jangka panjang menyebabkan penurunan kapasitas buffer saliva akibat penurunan ph (<6.8 – 7.4) sehingga dapat menyebabkan terjadinya halitosis, periodontitis, dan pertumbuhan serta adhesi jamur candida albicans yang dapat mempengaruhi oral hygiene. bakteri penyebab periodontitis dan c.albicans dapat meningkatkan produksi vscs yang turut berkontribusi dalam terjadinya halitosis. tujuan: untuk mengetahui perbedaan ph saliva, hidrogen sulfida (h2s) dan jumlah bakteri patogen penyebab periodontitis dan halitosis yaitu t.denticola, s.moorei dan c.albicans pada subjek merokok dan tidak merokok. metode: observasional analitik dengan teknik purposive sampling. pengambilan sampel plak dan saliva pada kelompok merokok dan tidak merokok dianalisis menggunakan rt-pcr, ph meter, dan lead acetate paper. hasil: hasil pemeriksaan yang telah dilakukan menunjukkan bahwa terdapat perbedaan ph saliva dengan rata-rata 5,79 dan h2s 2,4 pada kelompok merokok sedangkan pada kelompok tidak merokok rata-rata ph saliva 5,95 dan h2s 1,8. berdasarkan uji rt-pcr memperlihatkan rata-rata jumlah s.mooeri meningkat pada kelompok merokok sebesar 5,21 log cfu/ml, c.albicans sebesar 4,09 log cfu/ml dan t.denticola 4,10 log cfu/ml sedangkan pada kelompok tidak merokok rata-rata jumlah s.mooeri 4,22 log cfu/ml, c.albicans 3,83 log cfu/ml dan t.denticola 3,95 log cfu/ml. kesimpulan: penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pada ph saliva, h2s dan mikroorganisme patogen antara kelompok merokok dan tidak merokok.

B Background: smoking habits can contribute to an increased incidence of periodontitis and halitosis. an imbalance immune the oral microbiota may suppress immune responses, thereby increasing the risk of periodontitis due to nicotine content, which can influence the production of pro-inflammatory cytokines. oral microbiota imbalance may also promote the growth of periodontitis-associated bacteria, such as treponema denticola. in addition, halitosis-associated bacteria, including solobacteriun moorei, may increase, particularly on the dorsal surface of the tongue, producing volatile sulfur compounds (vscs). long-term smoking leads to decrease in salivary buffering capacity due to reduced salivary ph (<6,8-7,4), which may result in halitosis, periodontitis and enhanced growth and adhesion of candida albicans, thereby affecting oral hygiene. periodontitis-associated bacteria and c.albicans can increase vsc production, further contributing to halitosis. objective: to determine differences in salivary ph, hydrogen sulfide (h2s) level and the quantity of pathogenic microorganisms associated with periodontitis and halitosis-namely t.denticola, s.moorei and c.albicans between smoking and non-smoking groups. methods: this study employed an analytical observasional design with purposive sampling. plaque and saliva samples from smoking and non-smoking subjects were analyzed using rt-pcr, a ph meter and lead acetate paper. results: the findings demonstrated differences in salivary ph and h2s levels between 2 groups. smoking group showed an average salivary ph 5,79 and h2s level 2,4. while the non-smoking group showed an average salivary ph 5,95 and h2s level 1,8. rt-pcr analysis revealed higher mean count of s.moorei 5,21 log cfu/ml, c.abicans 4.09 log cfu/ml and t.denticola 4,10 log cfu/ml compared to non-smoking, which exhibited s.moorei 4,22 log cfu/ml, c.albicans 3,83 log cfu/ml and t.deticola 3.95 log cfu/ml. conclusion: this study indicates differences in salivary ph, h2s level and pathogenic microorganisms between smoking and non-smoking.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?