DETAIL KOLEKSI

Kedudukan dana paylater terhadap pemilik kontak darurat dalam layanan fintech di indonesia


Oleh : Aulia Saphira Aini

Info Katalog

Penerbit : FH - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2025

Pembimbing 1 : Siti Nurbaiti

Kata Kunci : Penagihan Utang, Dana Paylater, Kontak Darurat, Fintech, OJK

Status Posting : Published

Status : Lengkap


File Repositori
No. Nama File Hal. Link
1. 2025_SK_SHK_010002100507_Halaman-Judul.pdf 9
2. 2025_SK_SHK_010002100507_Surat-Pernyataan-Revisi-Terakhir.pdf 1
3. 2025_SK_SHK_010002100507_Surat-Hasil-Similaritas.pdf 1
4. 2025_SK_SHK_010002100507_Halaman-Pernyataan-Persetujuan-Publikasi-Tugas-Akhir-untuk-Kepentingan-Akademis.pdf 1
5. 2025_SK_SHK_010002100507_Lembar-Pengesahan.pdf 1
6. 2025_SK_SHK_010002100507_Pernyataan-Orisinalitas.pdf 1
7. 2025_SK_SHK_010002100507_Formulir-Persetujuan-Publikasi-Karya-Ilmiah.pdf 2
8. 2025_SK_SHK_010002100507_Bab-1.pdf 16
9. 2025_SK_SHK_010002100507_Bab-2.pdf
10. 2025_SK_SHK_010002100507_Bab-3.pdf
11. 2025_SK_SHK_010002100507_Bab-4.pdf
12. 2025_SK_SHK_010002100507_Bab-5.pdf 2
13. 2025_SK_SHK_010002100507_Daftar-Pustaka.pdf 4
14. 2025_SK_SHK_010002100507_Lampiran.pdf 1

( (e) banyak sekali orang yang melakukan pinjaman uang menggunakan teknologi informasi salah satunya fintech indonesia. adakalanya dalam praktek bermasalah salah satunya dana paylater. bagaimanakah kedudukan hukum dana paylater terhadap pemilik kontak darurat dalam layanan fintech di indonesia, dan bagaimanakah kendala yang dihadapi oleh dana paylater sebagai penyelenggara dalam penggunaan kontak darurat dalam layanan fintech di indonesia merupakan pokok permasalahan. metode penelitian yang digunakan adalah penelitian normatif, yang bersifat deskriptif dengan bersumber pada data sekunder yang didukung oleh data primer, yang dianalisis secara kualitatif dan penarikan kesimpulan secara deduktif. hasil penelitian menggambarkan bahwa kedudukan hukum dana paylater terhadap pemilik kontak darurat dalam layanan fintech di indonesia sebagai pihak ketiga yang tidak memiliki hubungan hukum dengan kontak darurat karena tidak terikat syarat perjanjian sesuai pasal 1820 kuhperdata dan kendala yang dihadapi oleh penyelenggara dana paylater dalam penggunaan kontak darurat dalam layanan fintech di indonesia tidak dapat menghubungi peminjam secara langsung akan tetapi menghubungi kontak darurat dan dilakukan dengan cara yang tidak sesuai dengan seojk yaitu dilarang melakukan penagihan selain kepada penerima dana.

M Many individuals engage in borrowing money through information technology, one of which is indonesia\\\'s fintech platforms. in practice, certain problems arise, particularly involving dana paylater. the main issues addressed in this study are: what is the legal standing of dana paylater toward the emergency contact in fintech services in indonesia, and what are the obstacles faced by dana paylater as a service provider in utilizing emergency contacts in such services? this research applies a normative legal method, descriptive in nature, based on secondary data supported by primary data, analyzed qualitatively, with conclusions drawn deductively. the findings indicate that the legal standing of dana paylater toward the emergency contact in indonesian fintech services is that of a third party who has no legal relationship with the emergency contact, as they are not bound by the terms of the agreement pursuant to article 1820 of the indonesian civil code (kuhperdata). the main obstacle faced by dana paylater is the inability to contact the borrower directly, leading them to reach out to the emergency contact in ways that violate seojk regulations, which prohibit collection efforts directed at parties other than the borrower (penerima dana).

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?