Pembebanan hak tanggungan terhadap tanah yang diperoleh secara melawan hukum (studi putusan nomor 226/pdt.g/2022/pn skt)
Penerbit : FH - Usakti
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2025
Pembimbing 1 : Dinda Keumala
Kata Kunci : Mortgage Right, Law
Status Posting : Published
Status : Lengkap
| No. | Nama File | Hal. | Link |
|---|---|---|---|
| 1. | 2025_SK_SHK_010002100152_Halaman-Judul.pdf | 8 | |
| 2. | 2025_SK_SHK_010002100152_Surat-Pernyataan-Revisi-Terakhir.pdf | 1 | |
| 3. | 2025_SK_SHK_010002100152_Surat-Hasil-Similaritas.pdf | 1 | |
| 4. | 2025_SK_SHK_010002100152_Halaman-Pernyataan-Persetujuan-Publikasi-Tugas-Akhir-untuk-Kepentingan-Akademis.pdf | 1 | |
| 5. | 2025_SK_SHK_010002100152_Lembar-Pengesahan.pdf | 1 | |
| 6. | 2025_SK_SHK_010002100152_Pernyataan-Orisinalitas.pdf | 1 | |
| 7. | 2025_SK_SHK_010002100152_Formulir-Persetujuan-Publikasi-Karya-Ilmiah.pdf | 1 | |
| 8. | 2025_SK_SHK_010002100152_Bab-1.pdf | 17 | |
| 9. | 2025_SK_SHK_010002100152_Bab-2.pdf | 35 |
|
| 10. | 2025_SK_SHK_010002100152_Bab-3.pdf | 9 |
|
| 11. | 2025_SK_SHK_010002100152_Bab-4.pdf | 19 |
|
| 12. | 2025_SK_SHK_010002100152_Bab-5.pdf | 2 | |
| 13. | 2025_SK_SHK_010002100152_Daftar-Pustaka.pdf | 5 | |
| 14. | 2025_SK_SHK_010002100152_Lampiran.pdf | 26 |
|
P Pembebanan hak tanggungan harus memenuhi aspek formil maupun materiil yang telah tertera dalam peraturan perundang-undangan. permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah proses pembebanan hak tanggungan yang terjadi pada putusan nomor 226/pdt.g/2022/pn skt telah sesuai dengan peraturan perundang-undangan di bidang hak tanggungan dan bagaimana akibat hukum atas proses pembebanan hak tanggungan dalam putusan nomor 226/pdt.g/2022/pn skt. tipe penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif. sifat penelitian yang digunakan adalah deskriptif. data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dengan studi kepustakaan. dianalisis secara kualitatif. kesimpulan ditarik dengan cara deduktif. pembebanan hak tanggungan terhadap tanah yang tidak sesuai dengan aturan hukum yang dilakukan dengan cara mencuri sertipikat dan memalsukan identitas serta tanda tangan pemegang hak atas tanah untuk digunakan dalam perjanjian fasilitas kredit tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di bidang hak tanggungan. akibat hukum muncul dalam tindakan tersebut, seperti timbulnya skmht, apht, sertipikat hak tanggungan secara melawan hukum, serta kreditur dalam permasalahan ini kehilangan kedudukannya, dan dirugikannya pemegang hak atas tanah. penyelesaian dari permasalahan ini adalah pemilik asli sertipikat menempuh jalur hukum dengan menggugat pelaku perbuatan melawan hukum di pengadilan negeri surakarta dan dikeluarkannya diktum putusan bahwa hakim menyatakan akta perjanjian kredit, skmht, apht batal demi hukum, sertipikat hak tanggungan tidak sah dan memerintahkan kantor pertanahan sukoharjo untuk melakukan pencoretan (roya) terhadap hak tanggungan yang telah didaftarkan.
H He imposition of mortgage rights must fulfill both formal and material aspects as stipulated in statutory regulations. the problem addressed in this research is whether the process of imposing mortgage rights in decision number 226/pdt.g/2022/pn skt complies with the applicable laws and regulations governing mortgage rights, and what the legal consequences are of the imposition process in that decision. the type of research used is normative juridical. the nature of the research is descriptive. the data used are secondary data obtained through literature study, analyzed qualitatively. conclusions are drawn deductively.the imposition of mortgage rights on land that does not comply with legal provisions—carried out by stealing the land certificate and forging the identity and signature of the land rights holder for use in a credit facility agreement—is not in accordance with the prevailing mortgage law. this unlawful act results in legal consequences such as the issuance of the power of attorney to impose mortgage (surat kuasa membebankan hak tanggungan or skmht), the deed of granting mortgage (akta pemberian hak tanggungan or apht), and the mortgage certificate, all of which were established unlawfully. moreover, the creditor in this case loses their legal standing, and the land rights holder suffers losses.the resolution of this issue involved the original certificate owner taking legal action by filing a lawsuit for an unlawful act (perbuatan melawan hukum) at the surakarta district court. the court ruling declared the credit agreement deed, skmht, and apht null and void by operation of law; the mortgage certificate was deemed invalid; and the sukoharjo land office was ordered to delete (roya) the registered mortgage right.