Usulan perbaikan kualitas produksi kaca laminated denganmetode SPC dan PDCA pada PT. Tamindo Permai Glass
Penerbit : FTI - Usakti
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2004
Pembimbing 1 : Dadan Umar Daihani
Subyek : Qualiry qontrol;Production - Process;Industrial management
Kata Kunci : production quality, laminated glass, SPC method, PDCA, PT. Tamindo Permai Glass
Status Posting : Published
Status : Tidak Lengkap
| No. | Nama File | Hal. | Link |
|---|---|---|---|
| 1. | 2004_TA_STI_06399100_Halaman-Judul.pdf | ||
| 2. | 2004_TA_STI_06399100_Lembar-Pengesahan.pdf | ||
| 3. | 2004_TA_STI_06399100_Bab-1_Pendahuluan.pdf | ||
| 4. | 2004_TA_STI_06399100_Bab-2_Tinjauan-Pustaka.pdf |
|
|
| 5. | 2004_TA_STI_06399100_Bab-3_Metodologi-Penelitian.pdf |
|
|
| 6. | 2004_TA_STI_06399100_Bab-4_Pengumpulan-dan-Pengolahan-Data.pdf |
|
|
| 7. | 2004_TA_STI_06399100_Bab-5_Implementasi-Usulan.pdf |
|
|
| 8. | 2004_TA_STI_06399100_Bab-6_Analisa-Hasil-Implementasi.pdf |
|
|
| 9. | 2004_TA_STI_06399100_Bab-7_Kesimpulan-dan-Saran.pdf | ||
| 10. | 2004_TA_STI_06399100_Daftar-Pustaka.pdf | ||
| 11. | 2004_TA_STI_06399100_Lampiran.pdf |
|
K Kaca merupakan salah satu produk yang banyak dipakai dalam pembangunan rumah dan gedung-gedung bertingkat. Penggunaan kaca, tentunya memiliki nilai keindahan tersendiri bagi pemilik gedung. Apalagi kaca memiliki banyak warna, bentuk dan jenis . PT. Tamindo Permai Glass adalah salah satu perusahaan yang memproduksi berbagai jenis kaca. Jenis kaca yang diproduksi oleh perusahaan ini adalah kaca Temperred, Kaca Laminated, kaca Insulating, kaca Heat Strengthened dan kaca Lengkung. Namun yang dibahas kali ini adalah produksi kaca Laminated. Bahan yang digunakan perusahaan untuk memproduksi kaca-kaca tersebut adalah kaca polos biasa yang didapat dart dua suppliere utama PT. Mulia dan PT. Asahimas. Pengendalian kualitas yang diterapkan di perusahaan ini adalah inspeksi • pada setiap akhir tahapan proses. Tahapan Proses yang dilalui oleh kaca Laminated adalah proses pemotongan, proses penggosokkan (Pra Proses) dan dilanjutkan dengan proses inti yaitu penggabungan dua buah kaca menjadi satu bagian. Metode yang digunakan adalah SPC dan PDCA. Pada Tahap Plan dilakukan perhitungan produk reject. Dimana dart perhitungan tersebut diadapat proses yang dominan yaitu proses pemotongan. Pada Tahap Do, dilakukan analisa yang kemudian dibuat suatu usulan perbaikan untuk menyelesaikan masalah yang ada. Dimana usulan perbaikan diberikan pada proses dominan, dan diimplemntasikan untuk mengetahui hasilnya. Pada Tahap Check, dilakukan analisa dart basil implementasi. Pada tahap akhir yaitu tahap Act, diperoleh kesimpulan bahwa usulan yang diberikan mampu membantu menyelesaikn masalah yang dihadapi perusahaan yang ditunjukkan dengan meningkatnya nilai kapabilitas proses. Kapabilitas dart masing-masing tahapan proses tidak sama. Kapabilitas pada proses pemotongan adalah 0.5867. Sedangkan kapabilitas proses pada pra proses dan proses inti adalah 0.86 dan 0.74. Dan kapabilitas proses secara keseluruhan adalah 0.543 Karena kapabilits pada prose pemotongan paling rendah, maka dibuat usulan perbaikan pada proses pemotongan. Hasil kapabilitas pada periode implementasi pada proses pemotongan adalah 0.9. Sedangkan kapabilitas proses pada pra proses dan proses inti periode implementasi adalah 0.6933 dan 0.68. Dan kapabilitas proses secara keseluruhannya adalah 0.55 dengan demikian terjadi peningkatan pada kapabilitas proses pada perusahaan.
G Glass is a product widely used in the construction of houses and high-rise buildings. Its application adds a distinct aesthetic value for building owners, especially given the wide variety of colors, shapes, and types available. PT. Tamindo Permai Glass is a company that manufactures various types of glass, including tempered, laminated, insulating, heat-strengthened, and curved glass. This discussion focuses specifically on the production of laminated glass. The raw material used—standard clear glass—is sourced from two primary suppliers: PT. Mulia and PT. Asahimas. The company employs quality control through inspections conducted at the end of each processing stage. The production of laminated glass involves cutting, edge-grinding (pre-processing), and a core process in which two sheets of glass are bonded together. The methodologies applied are Statistical Process Control (SPC) and the Plan-Do-Check-Act (PDCA) cycle. In the "Plan" phase, rejected products are quantified, identifying the cutting process as the primary source of defects. In the "Do" phase, the issues are analyzed, and improvement proposals are developed and implemented for the critical (cutting) stage to evaluate their effectiveness. In the "Check" phase, the results of the implementation are analyzed. Finally, in the "Act" phase, it is concluded that the proposed improvements successfully address the company's challenges, as evidenced by an increase in process capability. Process capability varies across stages: 0.5867 for the cutting process, 0.86 for the pre-processing stage, and 0.74 for the core bonding process, resulting in an overall process capability of 0.543. Given that the cutting process exhibits the lowest capability, improvement proposals were specifically targeted at this stage. The capability result for the cutting process during the implementation period is 0.9. Meanwhile, the process capabilities for the pre-process and core process stages during the implementation period are 0.6933 and 0.68, respectively. The overall process capability is 0.55, indicating an improvement in the company's process capability.