Usulan perawatan pencegahan unit kritis dari bagian kritis mesin plant KT-24 denganmenggunakan metode minimasi downtime di PT. Bakrie Pipe Industries
Penerbit : FTI - Usakti
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2004
Pembimbing 1 : Dadan Umar Daihani
Subyek : Industrial equipment - Maintenance and repair - Management;Machinery in industry - Maintenance and repair
Kata Kunci : critical units, plant machinery, KT-24, downtime minimization method, PT. Bakrie Pipe Industries
Status Posting : Published
Status : Tidak Lengkap
| No. | Nama File | Hal. | Link |
|---|---|---|---|
| 1. | 2004_TA_STI_06399041_Halaman-Judul.pdf | ||
| 2. | 2004_TA_STI_06399041_Lembar-Pengesahan.pdf | ||
| 3. | 2004_TA_STI_06399041_Bab-1_Pendahuluan.pdf | ||
| 4. | 2004_TA_STI_06399041_Bab-2_Tinjauan-Pustaka.pdf |
|
|
| 5. | 2004_TA_STI_06399041_Bab-3_Metodologi-Penelitian.pdf |
|
|
| 6. | 2004_TA_STI_06399041_Bab-4_Pengumpulan-dan-Pengolahan-Data.pdf |
|
|
| 7. | 2004_TA_STI_06399041_Bab-5_Analisa.pdf |
|
|
| 8. | 2004_TA_STI_06399041_Bab-6_Kesimpulan-dan-Saran.pdf | ||
| 9. | 2004_TA_STI_06399041_Daftar-Pustaka.pdf | ||
| 10. | 2004_TA_STI_06399041_Lampiran.pdf |
|
P PT. Bakrie Pipe Industries yang berlokasi Jl. Raya Pejuang, Bekasi Barat 17131, merupakan salah satu perusahaan bergerak dibidang manufaktur yang memproduksi pipa baja dengan berbagai macam spesifikasi dan ukuran berdasarkan pesanan (make to order). Untuk dapat bersaing di pasaran PT Bakrie Pipe Industries melakukan peningkatan terhadap mutu produk dan pelayanan terhadap konsumen salah satunya melalui ketepatan jadwal waktu produksi sehingga konsumen tidak kecewa dan berpaling ke perusahaan yang lain. Salah satu cara adalah dengan merawat mesin-mesin/peralatan yang digunakan claim proses produksi. Karena kerusakan mesin yang secara tiba-tiba dapat mengakibatkan terganggunya jalan produksi sehingga dapat mempenganihi mutu dari produk yang dihasilkan dan terganggunya jadwal waktu produksi. Topik dari penelitian ini adalah usulan perawatan pencegahan unit kritis dari bagian kritis mesin Plan KT-24 dengan menggunakan metode minimasi downtime. Tahapan penelitian ini antara lain menentukan bagian kritis berdasarkan jumlah waktu kerusakan terbesar, penentuan unit kritis dari bagian kritis, perhitungan index of fit dari waktu kerusakan dan perbaikan, uji kecocokan distribusi, perhitungan Mean Time To Failure dan Mean Time To Repair, perhitungan interval waktu penggantian pencegahan dan pemeriksaan, perhitungan availability total, serta membandingkan nilai reliabilitas antara kondisi sekarang dengan kondisi yang akan diusulkan. Dengan demikian dapat diketahui bagian kritis yang mengalami 85% dari total waktu kerusakan dari mesin KT-24 adalah bagian Forming dan Sizing. Perhitungan selanjutnya difokuskan hanya perhitungan kedua bagian tersebut. Pada bagian forming yang tennasuk unit kritis yang mengalami 85% dari total waktu kerusakan adalah unit ELVA WELDER; Canticut System; Sequence Roll; Annealing ELVA; Annealing AEG; Pin Fass Roll, sedangkan bagian Sizing adalah unit Cut Off. Untuk perhitungan berdasarkan selang waktu antar kerusakan unit ELVA WELDER, Canticut System dan Cut Off berdistribusi lognormal, unit Sequence Roll, Annealing AEG dan Pin Fass Roll berdistribusi normal, sedangkan unit Annealing ELVA berdistribusi weibull. Pada perhitungan data selang waktu perbaikan unit ELVA WELDER, Canticut System, Annealing AEG, Pin Fass Roll dan Cut Off berdistribusi lognormal sedangkan unit Sequence Roll dan Annealing ELVA berdistribusi weibull. Perhitungan interval waktu penggantian pencegahan menggunakan model Age Replacement didapatkan unit ELVA WELDER setiap 86 jam, unit Canticut System setiap 112 jam, unit Sequence Roll setiap 485 jam, unit Annealing ELVA setiap 478 jam, unit Annealing AEG setiap 538 jam, unit Pin Fass Roll setiap 660 jam dan unit Cut Off setiap 111 jam. Perhitungan Interval waktu pemeriksaan didapatkan unit ELVA WELDER, unit Canticut System, unit Annealing ELVA, unit Annealing AEG dan unit Cut Off setiap 110.57 jam sedangkan unit Pin Fass setiap 165.85 jam. Dari hasil perhitungan penelitian dapat diperkirakan bahwa terjadi peningkatan reliabilitas yaitu unit ELVA WELDER meningkat sebesar 57.75%, unit Canticut System meningkat sebesar 57.97%, unit Sequence Roll meningkat sebesar 38.86%, unit Annealing ELVA meningkat sebesar 51.02%, unit Annealing AEG meningkat sebesar 39.21%, unit Pin Fass Roll meningkat sebesar 28.11%, dan unit Cut Off meningkat sebesar 59.06%
P PT Bakrie Pipe Industries, located on Jl. Raya Pejuang, West Bekasi 17131, is a manufacturing company that produces steel pipes in various specifications and sizes on a "make-to-order" basis. To remain competitive, the company continuously improves its product quality and customer service—notably by ensuring adherence to production schedules—to prevent customer dissatisfaction and the potential loss of business to competitors. One key strategy involves the maintenance of machinery and equipment used in the production process, as unexpected equipment failures can disrupt production, compromise product quality, and cause delays in delivery schedules. This study proposes a preventive maintenance strategy for critical units within the KT-24 machine, utilizing a downtime minimization approach. The research methodology includes identifying critical components based on the total duration of downtime, pinpointing specific critical units within those components, calculating the "index of fit" for failure and repair times, performing distribution goodness-of-fit tests, determining the Mean Time To Failure (MTTF) and Mean Time To Repair (MTTR), calculating optimal intervals for preventive replacement and inspection, assessing total system availability, and comparing current reliability levels against the proposed maintenance scenario. The analysis reveals that the "Forming" and "Sizing" sections account for 85% of the total downtime for the KT-24 machine; consequently, subsequent calculations focus exclusively on these sections. Within the Forming section, the critical units responsible for 85% of the downtime are the ELVA Welder, Canticut System, Sequence Roll, ELVA Annealing unit, AEG Annealing unit, and Pin Fass Roll, while the Cut-Off unit is identified as the critical unit within the Sizing section. Regarding the time-between-failures distribution, the ELVA Welder, Canticut System, and Cut-Off units follow a lognormal distribution; the Sequence Roll, AEG Annealing unit, and Pin Fass Roll follow a normal distribution; and the ELVA Annealing unit follows a Weibull distribution. The analysis of time intervals between repairs for the ELVA WELDER, Canticut System, AEG Annealing, Pin Fass Roll, and Cut Off units shows a lognormal distribution, while the Sequence Roll and ELVA Annealing units follow a Weibull distribution. Based on the Age Replacement model, the calculated preventive replacement intervals are: 86 hours for the ELVA WELDER, 112 hours for the Canticut System, 485 hours for the Sequence Roll, 478 hours for the ELVA Annealing unit, 538 hours for the AEG Annealing unit, 660 hours for the Pin Fass Roll, and 111 hours for the Cut Off unit. The calculated inspection intervals are 110.57 hours for the ELVA WELDER, Canticut System, ELVA Annealing, AEG Annealing, and Cut Off units, and 165.85 hours for the Pin Fass unit. The study results indicate an improvement in reliability: 57.75% for the ELVA WELDER, 57.97% for the Canticut System, 38.86% for the Sequence Roll, 51.02% for the ELVA Annealing unit, 39.21% for the AEG Annealing unit, 28.11% for the Pin Fass Roll, and 59.06% for the Cut Off unit.