Pengukuran kinerja perusahaan pada PT. Jasa Marga (PERSERO) menggunakan metode balanced scorecard
Penerbit : FTI - Usakti
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2004
Pembimbing 1 : Tri Wulandari Sd
Subyek : Corporations - Performance standards;Organizational effectiveness;Balanced scorecard (Management)
Kata Kunci : company performance, PT Jasa Marga (Persero), balanced scorecard method
Status Posting : Published
Status : Tidak Lengkap
| No. | Nama File | Hal. | Link |
|---|---|---|---|
| 1. | 2004_TA_STI_06300106_Halaman-Judul.pdf | ||
| 2. | 2004_TA_STI_06300106_Lembar-Pengesahan.pdf | ||
| 3. | 2004_TA_STI_06300106_Bab-1_Pendahuluan.pdf | ||
| 4. | 2004_TA_STI_06300106_Bab-2_Tinjauan-Pustaka.pdf |
|
|
| 5. | 2004_TA_STI_06300106_Bab-3_Metodologi-Penelitian.pdf |
|
|
| 6. | 2004_TA_STI_06300106_Bab-4_Pengumpulan-Data.pdf |
|
|
| 7. | 2004_TA_STI_06300106_Bab-5_Perancangan-Balanced-Scorecard-untuk-mengukur-Kinerja-PT.Jasa-Marga-(Persero).pdf |
|
|
| 8. | 2004_TA_STI_06300106_Bab-6_Balanced-Scorecard-Untuk-Mengukur-Kinerja-PT-Jasa-Marga-Persero.pdf |
|
|
| 9. | 2004_TA_STI_06300106_Bab-7_Analisa-Balanced-Scorecard--PT-Jasa-Marga-(Persero).pdf |
|
|
| 10. | 2004_TA_STI_06300106_Bab-8_Kesimpulan-dan-Saran.pdf | ||
| 11. | 2004_TA_STI_06300106_Daftar-Pustaka.pdf | ||
| 12. | 2004_TA_STI_06300106_Lampiran.pdf |
|
P PT.Jasa Marga (Persero) adalah penyelenggara jalan tol terbesar di Indonesia. Sampai saat ini, PT.Jasa Marga (Persero) masih menggunakan pengukuran kinerja secara tradisional yang berdasarkan kepada pengukuran finansial. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengukur dan menganalisa sistem pengukuran kinerja PT.Jasa Marga (Persero) untuk masa kerja 2001, 2032 dan 2003 dengan menggunakan metode Balanced Scorecard. Balanced Scorecard merupakan suatu sistem manajemen, pengukuran dan pengendalian yang secara cepat, tepat, dan komprehensif dapat memberikan pemahaman kepada manajer tentang performance bisnis. Pengukuran kinerja tersebut memandang unit bisnis dari empat perspektif, yaitu perspektif keuangan, pelanggan, proses bisnis internal dalam perusahaan, serta proses pembelajaran dan pertumbuhan. Tahapan pengukuran kinerja perusahaan dengan menggunakan metode Balanced Scorecard diawali dengan penerjemahan visi, misi dan strategi perusahaan. Selanjutnya menentukan perspektif yang akan digunakan dan menentukan sasaran strategis perusahaan. Langkah berikutnya adalah mengidentifikasi tolok ukur, target dan inisiatif perusahaan. Membuat Strategy Map, mengidentifikasi lag dan lead indicator, mengidentifikasi keterkaitan setiap sasaran strategis perusahaan dengan sasaran strategis finansial perusahaan, merancang sistem pengukuran, mengimplementasikan pengukuran dengan menggunakan skala Likert, memberikan bobot menggunakan metode Painvise Comparisons, kemudian menghitung nilai kinerja perusahaan. Berdasarkan metode Balanced Scorecard yang telah dirancang, dapat diketahui masing-masing tujuan strategis pada keempat perspektif. Tujuan strategis perspektif keuangan adalah mengoptimalkan asset perusahaan, mengoptimalkan pertumbuhan pendapatan perusahaan, yang mendorong tercapainya tujuan strategis meningkatkan nilai usaha jalan tol. Tujuan strategis perspektif pelanggan adalah meningkatkan kepuasan pelanggan yang mendorong tercapaianya tujuan strategis meningkatkan profitabilitas pelanggan. Tujuan strategis perspektif proses bisnis internal adalah mengembangkan pembangunan jalan tol,meningkatkan kualitas pelayanan jalan tol, yang terdiri dari meningkatkan pelayanan transaksi, lalu lintas dan konstruksi jalan tol. Tujuan strategis perspektif pembelajaran dan pertumbuhan adalah meningkatkan efektivitas pelatihan dan meningkatkan kepuasan kerja karyawan, yang mendorong tujuan strategis meningkatkan kinerja karyawan. Measurement yang digunakan antara lain : perspektif keuangan (ROE, ROA, NPM), perspektif pelanggan (hasil survey profitabilitas pelanggan dan kepuasan pelanggan), perspektif PBI ( rata-rata penambahan panjang jalan tol, jumlah lajur antrian kendaraan, wak-tu transaksi, tingkat kecelakaan dan fatalitas di jalan tol, waktu tempuh rata-rata terhadap waktu tempuh non tol, presentase konstruksi jalan dengan kondisi "Balk"), perspektif pembelajaran dan pertumbuhan (basil survey kinerja karyawan, kepuasan karyawan dan efektivitas pelatihan). Nilai masing-masing tujuan strategis yang telah diukur dengan menggunakan skala Likert, yaitu meningkatkan nilai usaha jalan tol sebesar 3 berarti cukup balk, mengoptimalkan asset perusahaan sebesar 4 berarti baik, mengoptimalkan pertumbuhan pendapatan perusahaan sebesar 3 berarti cukup balk, meningkatkan profitabilitas pelanggan sebesar 2 berarti tidak balk, meningkatkan kepuasan pelanggan sebesar 3 berarti cukup baik, mengembangkan pembangunan jalan tol sebesar 2 berarti tidak baik, meningkatkan pelayanan transaksi sebesar 5 berarti sangat balk (terdiri dari jumlah lajur antrian kendaraan sebesar 5 dan waktu transaksi sebesar 5 yang berarti sangat balk), meningkatkan pelayanan lalu lintas sebesar 3 berarti cukup baik (terdiri dari tingkat kecelakaan di jalan tol sebesar 4 berarti balk, tingkat fatalitas di jalan tol sebesar 2 berati tidak balk, waktu tempuh rata-rata terhadap waktu tempuh non tol sebesar 3 berarti cukup balk), meningkatkan pelayanan konstruksi jalan sebesar 3 berarti cukup balk, meningkatkan kinerja karyawan sebesar 4 berati balk, meningkatkan efektivitas pelatihan sebesar 4 berarti balk, meningkatkan kepuasan kerja karyawan sebesar 4 berarti balk. Nilai pengukuran kinerja perspektif finansial menggunakan metode Pairwise Comparisons sebesar 3,093 berarti cukup baik, perspektif pelanggan sebesar 2,5 berarti tidak balk, perspektif proses bisnis internal sebesar 3,324 berarti cukup baik, perspektif pembelajaran dan pertumbuhan sebesar 4 berarti balk. Sedangkan nilai kinerja perusahaan seluruhnya selama tabula 2001 s/d 2003 adalah 3,114 yang berarti cukup balk. Saran yang diberikan adalah pihak manajemen puncak perseroan sebaiknya mempertimbangkan untuk merancang model perhitungan kinerja perusahaan dengan menggunakan Balanced Scorecard dan melakukan pemeriksaan, evaluasi dan validasi akhir terhadap model Balanced Scorecard yang telah dirancang, perseroan diharapkan membentuk satu tim tersendiri yang akan melakukan evaluasi dan follow up Balanced Scorecard dalam setiap jangka waktu tertentu, dan yang terakhir adalah akan lebih balk jika Balanced Scorecard ini diterapkan dengan sungguh-sungguh dan disosialisasikan kepada seluruh karyawan perseroan.
P PT Jasa Marga (Persero) is the largest toll road operator in Indonesia. To date, the company has continued to employ a traditional performance measurement system based primarily on financial metrics. Consequently, this study aims to evaluate and analyze PT Jasa Marga (Persero)’s performance measurement system for the years 2001, 2002, and 2003 using the Balanced Scorecard method. The Balanced Scorecard serves as a management, measurement, and control system that provides managers with a rapid, accurate, and comprehensive understanding of business performance. This approach examines business units through four distinct perspectives: financial, customer, internal business processes, and learning and growth. The process of measuring corporate performance via the Balanced Scorecard begins with translating the company’s vision, mission, and strategy. This is followed by defining the relevant perspectives and establishing the company’s strategic objectives. Subsequent steps include identifying benchmarks, targets, and initiatives; developing a Strategy Map; determining lag and lead indicators; establishing the linkages between each strategic objective and the company’s financial strategic goals; designing the measurement system; implementing the measurements using a Likert scale; assigning weights through the Pairwise Comparisons method; and finally, calculating the company’s performance score. Based on the designed Balanced Scorecard, specific strategic objectives for each of the four perspectives can be identified. The financial perspective focuses on optimizing corporate assets and revenue growth, which supports the overarching goal of increasing the value of the toll road business. The customer perspective aims to enhance customer satisfaction, thereby driving the objective of increasing customer profitability. The internal business process perspective focuses on the development of toll road infrastructure and the improvement of service quality—encompassing transaction services, traffic management, and toll road construction. The strategic objectives within the learning and growth perspective focus on enhancing training effectiveness and increasing employee job satisfaction, which in turn support the strategic goal of improving employee performance. The measurements employed include: the financial perspective (ROE, ROA, NPM); the customer perspective (results from customer profitability and satisfaction surveys); the internal business process (IBP) perspective (average expansion of toll road length, number of vehicle queue lanes, transaction time, accident and fatality rates on toll roads, average travel time compared to non-toll routes, and the percentage of road construction in "good" condition); and the learning and growth perspective (results from employee performance, job satisfaction, and training effectiveness surveys). Using a Likert scale, the strategic objectives were evaluated as follows: increasing the value of the toll road business (3 – fair), optimizing company assets (4 – good), optimizing revenue growth (3 – fair), increasing customer profitability (2 – poor), enhancing customer satisfaction (3 – fair), expanding toll road development (2 – poor), improving transaction services (5 – excellent; comprising 5 for the number of vehicle queue lanes and 5 for transaction time), improving traffic services (3 – fair; comprising 4 for accident rates, 2 for fatality rates, and 3 for average travel time relative to non-toll routes), improving road construction services (3 – fair), enhancing employee performance (4 – good), increasing training effectiveness (4 – good), and boosting employee job satisfaction (4 – good). Based on the Pairwise Comparisons method, the performance measurement scores are: 3.093 for the financial perspective (fair), 2.5 for the customer perspective (poor), 3.324 for the internal business process perspective (fair), and 4 for the learning and growth perspective (good). Meanwhile, the company's overall performance score for the 2001–2003 period was 3.114, which is considered quite good. It is recommended that the company's top management consider designing a performance measurement model using the Balanced Scorecard. Furthermore, the company should conduct a final review, evaluation, and validation of the designed Balanced Scorecard model; to this end, it is suggested that the company establish a dedicated team responsible for the evaluation and follow-up of the Balanced Scorecard.