Percobaan pengaturan setting mesin untuk meningkatkan kualitas battery incoe N50dalam proses produksi press welding line 1 di PT. Century Batteries Indonesia
Penerbit : FTI - Usakti
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2004
Pembimbing 1 : Hidayat Ardiniwata
Subyek : Industrial management;Production control;Production process
Kata Kunci : machine settings, battery quality, Incoe N50, production process, press welding, line 1, PT. Century
Status Posting : Published
Status : Tidak Lengkap
| No. | Nama File | Hal. | Link |
|---|---|---|---|
| 1. | 2004_TA_STI_06300027_Halaman-Judul.pdf | ||
| 2. | 2004_TA_STI_06300027_Lembar-Pengesahan.pdf | ||
| 3. | 2004_TA_STI_06300027_Bab-1_Pendahuluan.pdf | ||
| 4. | 2004_TA_STI_06300027_Bab-2_Tinjauan-Pustaka.pdf |
|
|
| 5. | 2004_TA_STI_06300027_Bab-3_Metodologi-Penelitian.pdf |
|
|
| 6. | 2004_TA_STI_06300027_Bab-4_PengumpulanData.pdf |
|
|
| 7. | 2004_TA_STI_06300027_Bab-5_Pengumpulan-Data.pdf |
|
|
| 8. | 2004_TA_STI_06300027_Bab-6_Analisa-Data.pdf |
|
|
| 9. | 2004_TA_STI_06300027_Bab-7_Kesimpulan-dan-Saran.pdf | ||
| 10. | 2004_TA_STI_06300027_Daftar-Pustaka.pdf | ||
| 11. | 2004_TA_STI_06300027_Lampiran.pdf |
|
P PT.Century Batteries Indonesia,Ltd merupakan salah satu perusahaan industri otomotive yang memproduksi battery dengan berbagai brand seperti INCOE, OHAYO, QUANTUM dan ASAHI. Dengan penjualan domestik sebesar 20% dan ekspor sebesar 80%. PT. Century Batteries Indonesia,Ltd telah memperoleh sertifikat ISO 9001 dan ISO 14001. Untuk mempertahankan sertifikat ISO tersebut dan usaha memenangkan persaingan yang semakin ketat maka perusahaan wajib untuk melakukan perbaikan secara terus-menerus dengan meningkatkan kualitas produk dan memenuhi kepuasan pelanggan. Berdasarkan penelitian pendahuluan yang telah dilakukan maka dapat diketahui bahwa produk battery INCOE tipe N50 merupakan produk yang paling banyak diproduksi. Menurut hasil claim, hasil data cacat dari produk yang direjeck terbanyak di proses press welding (PW) sebesar 35,94%.Oleh karena itulah produk dan proses inilah yang akan menjadi pusat penelitian penulis. Produk tersebut kemudian diamati dari sisi atribut ( cacat visual ) dan dari sisi variabelnya ( kekuatan torsi ) karena perusahaan memiliki standar prodUk dari kedua sisi tersebut. Pada proses ini mempunyai dua pemeriksaan yaitu non destructive test dan destructive test. Berdasarkan hasil perhitungan diketahui nilai proporsi cacat untuk sisi atribut sebesar 2,13% sedangkan kapabilitas proses untuk sisi atribut( Cy-- 0,767 dan Cpk = 0,675 ).Sedangkan untuk sisi variabel karena mempunyai lima titik ukur dalam satu battery dan hanya memiliki spesifikasi bawah saja maka Cpk untuk PW-1 = 0.47 , PW-2 = 0,54 , PW-3 = 0.48 , PW-4 = 0,52 , PW-5 = 0,46 . Yang berarti kapabilitas proses masih rendah. Penelitian kemudian diputuskan untuk menganalisa lebih lanjut pada sisi variabel berdasarkan pertimbangan atas parameter yang ada dan diskusi dengan pihak perusahaan. Dari hasil penelitian lebih lanjut bahwa penyimpangan kekuatan torsi disebabkan karena setting mesin yang kurang tepat.Selama ini setting mesin dilakukan hanya berdasarkan pengalaman dan trial and error saja. Oleh karena itu, dilakukan percobaan full factorial 23 untuk mendapatkan faktor-faktor apa saja yang berpengaruh secara signifikan terhadap variabel respon ( kekuatan torsi ) dan dari hasil percobaan tersebut diusulkan suatu setting mesin yang baru. Dengan cara ini diharapkan perusahaan mendapatkan suatu setting yang baik dan bukan berasal dari standart yang ada melainkan perbaikan standart. Dari basil pengolahan data dan analisa yang telah dilakukan dapat diketahui ada tiga faktor yang berpengaruh secara signifikan terhadap kekuatan torsi sebagai variabel respon. Faktor-falctor tersebut adalah Welding Current (faktor A ), Clamping Pressure (faktor C) dan interaksi faktor A dan C. Sehingga setting yang diusulkan adalah Welding Current sebesar 7,3 kA , Welding Time sebesar 10 mdetik dan Clamping Pressure sebesar 500 kgf. Dari percobaan konfirmasi dapat diketahui bahwa adanya peningkatan rata-rata kekuatan torsi sebesar 9,47.Dari setting lama sebesar 88 menjadi 97,47. Dari hasil juga terlihat pengurangan visual cacat hasil PW dari 9 menjadi 1 dalam 3 battery. Dengan adanya peningkatan kekuatan torsi ini diharapkan kualitas battery dalam press welding semakin meningkat.
P PT Century Batteries Indonesia, Ltd. is an automotive industry company that manufactures batteries under various brands, such as INCOE, OHAYO, QUANTUM, and ASAHI, with a sales split of 20% domestic and 80% export. The company holds ISO 9001 and ISO 14001 certifications. To maintain these certifications and succeed amidst increasingly fierce competition, the company must pursue continuous improvement by enhancing product quality and ensuring customer satisfaction. Preliminary research revealed that the INCOE N50 battery model is the company's highest-volume product. Data on product claims and defects indicated that the highest rejection rate—35.94%—occurred during the press welding (PW) process; consequently, this specific product and process became the focus of the author's research. The product was analyzed based on both attributes (visual defects) and variables (torque strength), as the company maintains standards for both aspects. The process involves two types of inspections: non-destructive testing and destructive testing. Calculations showed a defect proportion of 2.13% for attributes, with process capability indices of Cp = 0.767 and Cpk = 0.675. Regarding variables, since each battery has five measurement points and only a lower specification limit applies, the Cpk values ​​were 0.47 (PW-1), 0.54 (PW-2), 0.48 (PW-3), 0.52 (PW-4), and 0.46 (PW-5), indicating low process capability. It was subsequently decided to conduct further analysis on the variable aspect, based on an evaluation of existing parameters and discussions with the company. Further research indicated that deviations in torque strength were caused by improper machine settings; previously, settings were determined solely based on experience and trial-and-error. Consequently, a 2³ full factorial experiment was conducted to identify the factors significantly influencing the response variable (torque strength) and to propose a new machine setting based on the results. This approach aimed to establish an optimal setting—representing an improvement over existing standards rather than a mere adherence to them. Data processing and analysis revealed three factors with a significant impact on torque strength: Welding Current (Factor A), Clamping Pressure (Factor C), and the interaction between Factors A and C. The proposed settings are a Welding Current of 7.3 kA, a Welding Time of 10 ms, and a Clamping Pressure of 500 kgf. Confirmation experiments demonstrated an increase in average torque strength of 9.47—rising from 88 (with the old setting) to 97.47. The results also showed a reduction in visible defects resulting from the press welding (PW) process, decreasing from nine defects to one across three batteries. This improvement in torque strength is expected to enhance the quality of the press-welded batteries.