DETAIL KOLEKSI

Usulan perbaikan kualitas benang CT11/1SWT pada proses ring spinning dengan menggunakan teknikpengendalian proses statistikal dan perancangan percobaan di PT Lucky Abadi Textile Factory


Oleh : Yulyana Rachmawati

Info Katalog

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2004

Pembimbing 1 : Roesmin Darwis

Subyek : Production control;Six sigma (Quality control standard);Quality control - Product

Kata Kunci : quality improvement, yarn, CT11/1SWT, ring spinning, using statistical process control techniques, d

Status Posting : Published

Status : Tidak Lengkap


File Repositori
No. Nama File Hal. Link
1. 2004_TA_STI_06300175_Halaman-Judul.pdf
2. 2004_TA_STI_06300175_Lembar-Pengesahan.pdf
3. 2004_TA_STI_06300175_Bab-1_Pendahuluan.pdf
4. 2004_TA_STI_06300175_Bab-2_Landasan-Teori.pdf
5. 2004_TA_STI_06300175_Bab-3_Metodologi-Penelitian.pdf
6. 2004_TA_STI_06300175_Bab-4_Pengumpulan-dan-Pengolahan-Data.pdf
7. 2004_TA_STI_06300175_Bab-5_Analisa-Data.pdf
8. 2004_TA_STI_06300175_Bab-6_Kesimpulan-dan-Saran.pdf
9. 2004_TA_STI_06300175_Daftar-Pustaka.pdf
10. 2004_TA_STI_06300175_Lampiran.pdf

P PT Lucky Abadi Textile Factory merupakan pemsahaan yang bergerak dalam bidang pemintalan. Produk yang dihasilkan oleh perusahan ini ialah berupa benang untuk keperluan industri textile. Persaingan yang ketat antar perusahaan yang bergerak dalam bidang pemintalan, membuat PT Lucky Abadi Textile Factory selalu memperhatikan kualitas produk yang dihasilkan. PT Lucky Abadi Textile Factory selalu menjadikan pilihan utama pelanggan dalam meyediakan barang dan jasa sehingga keluhan pelanggan akan mutu produk yang dihasilkan sangat diperhatikan dan ditangani. Dan penelitian pendahuluan yang dilakukan , didapatkan bahwa masih banyaknya jumlah produk yang dihasilkan tidak sesuai sengan spesifikasi yang banyak dikeluhkan oleh pelanggan perusahaan tersebut. Dan data yang dikumpulkan dari bulan April dan Mei didapatkan bahwa frekuensi keluhan mutu benang CT 11 / 1 S-7DWT sebanyak 17 kali atau dengan persentase sebesar 60,71 %. Dan produk yang banyak menghasilkan keluhan mutu ini didapat bahwa proses yang bennasalah adalah proses spinning dengan persentase jumlah cacat sebesar 54 %. Pada proses spinning ternyata yang menjadi masalah utamanya adalah penyimpngan kerataan benang atau ketidakrataan benang dengan persentase cacat sebesar 90 %. Jenis cacat ini menipakan cacat yang banyak dikeluhkan oleh pelanggan. Untuk melihat kestabilan proses spinning, maka dikumpulkan data pegukuran karakteristik kualitas kerataan benang. Dan data tersebut didapatkan bahwa kapabilitas proses spinning ( Cp ) sebesar 0,40 dan Cpk sebesar 0,13. Dari hasil penelitian didapat bahwa ketidakrataan benang disebabkan oleh banyak factor. Dan perusahaan mengijinkan untuk melakukan penelitian dengan melakukan percobaan untuk mencari tau seberapa besar pengaruh variasi diameter top roll dengan kerataan benang roving terhadap kerataan benang yang dihasilkan pada proses spinning. Percobaan ini menggunakan full factorial disain dengan menggunakan tiga level. Diatneter top roll yang digunakan adalah 27 mm, 28 mm dan 29 mm dan kerataan benang roving 4%, 4,5 % dan 5 % . Dan hasil percobaan didapat bahwa Diameter top roll dan kerataan benang roving dan interaksi antara dua factor berpengaruh secara significant. Dan dari percobaan diameter dengan level 28 mm dan kerataan benang 4 % menghasilkan kerataan benang yang mendekati atau berada diantara spesifikasi yang ada.

P PT Lucky Abadi Textile Factory is a company engaged in the yarn spinning industry, producing yarn for textile applications. Due to intense competition within the sector, the company places a high priority on product quality. Aiming to remain the customer's preferred choice for goods and services, the company diligently addresses and resolves any customer complaints regarding product quality. Preliminary research revealed a significant number of products failing to meet specifications—issues frequently cited in customer complaints. Data collected during April and May showed that quality complaints regarding CT 11/1 S-7DWT yarn occurred 17 times, representing 60.71% of all complaints. Analysis identified the spinning process as the primary source of these quality issues, accounting for 54% of the defects. Within the spinning process, the main problem was identified as yarn unevenness (irregularity), which accounted for 90% of the defects; this specific defect was the most common subject of customer complaints. To assess the stability of the spinning process, measurement data regarding yarn evenness quality characteristics were collected. The analysis revealed a process capability (Cp) of 0.40 and a Cpk of 0.13. Research findings indicated that yarn unevenness stems from multiple factors. Consequently, the company authorized an experimental study to determine the extent to which variations in top roll diameter and roving yarn evenness influence the evenness of the yarn produced during the spinning process. This experiment employed a three-level full factorial design, utilizing top roll diameters of 27 mm, 28 mm, and 29 mm, and roving yarn evenness levels of 4%, 4.5%, and 5%. The experimental results indicate that the top roll diameter, roving evenness, and the interaction between these two factors have a significant effect. Furthermore, the experiment showed that a top roll diameter of 28 mm and a roving evenness of 4% yielded roving evenness that approached or fell within the existing specifications.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?