Usulan penyeimbangan dengan pendekatan moodie young pada rear strukturre bus lhd di revisi body in white PT. Perkasa Heavyndo Engineering
Penerbit : FTI - Usakti
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2004
Pembimbing 1 : Docki Saraswati
Subyek : Industrial management;Business proceess;Management system
Kata Kunci : balancing, moodie's approach, PT Perkasa Heavyndo Engineering
Status Posting : Published
Status : Tidak Lengkap
| No. | Nama File | Hal. | Link |
|---|---|---|---|
| 1. | 2004_TA_STI_06300169_Halaman-Judul.pdf | ||
| 2. | 2004_TA_STI_06300169_Lembar-Pengesahan.pdf | ||
| 3. | 2004_TA_STI_06300169_Bab-1_Pendahuluan.pdf | ||
| 4. | 2004_TA_STI_06300169_Bab-2_Landasan-Teori.pdf |
|
|
| 5. | 2004_TA_STI_06300169_Bab-3_Metodologi-Penelitian.pdf |
|
|
| 6. | 2004_TA_STI_06300169_Bab-4_Pengumpulan-dan-Pengolahan-Data.pdf |
|
|
| 7. | 2004_TA_STI_06300169_Bab-5_Analisa-Hasil-Pengolahan-Data.pdf |
|
|
| 8. | 2004_TA_STI_06300169_Bab-6_Kesimpulan-dan-Saran.pdf | ||
| 9. | 2004_TA_STI_06300169_Daftar-Pustaka.pdf | ||
| 10. | 2004_TA_STI_06300169_Lampiran.pdf |
|
P PT. Perkasa Heavyndo Engineering adalah perusahaan yang memproduksi komponen-komponen untuk mesin tekstil, pembuatan komponen mobil, pembuatan komponen bus dan truck, pengecoran logam, dan pembuatan traktor. Salah satu tipe komponen bus yang diproduksi adalah RE Bus LHD yang dirakit pada lini perakitan 1,2,3,4,5,6. Lini perakitan 5 adalah lini perakitan Rear Structure RE Bus LHD. Permasalahan yang terjadi pada perusahaan adalah ketidakseimbangan lini pada lini perakitan 5, karena pembagian beban yang belum merata pada tiap-tiap stasiun kerja. Total waktu di tiap stasiun kerja memiliki selisih waktu yang cukup jauh, menyebabkan tingginya total waktu menganggur. Kondisi lini perakitan saat ini terdiri dari 5 stasiun kerja, dimana tiap-tiap stasiun ditangani oleh dua orang operator. Kapasitas produksi saat ini adalah 10 unit per hari, dengan waktu siklus sebesar 2880 detik. Efisiensi lini perakitan saat ini adalah 80.56% dengan Balance delay sebesar 19.44% dan total waktu menganggur sebesar 2799.39 detik. Metode penyeimbangan lini yang diusulkan adalah pendekatan Moodie Young Deterministik dan pendekatan Moodie Young Probabilistik. Pendekatan Moodie Young Deterministik tnempertimbangkan penugasan elemen kerja berdasarkan lama waktu baku elemen kerja dan keterkaitan elemen kerja tersebut dengan elemen kerja pendahulu maupun elemen kerja yang mengikutinya. Pendekatan Moodie Young Probabilistik melanjutkan hasil perhitungan pendekatan Moodie Young Deterministik dengan mempertimbangkan simpangan baku dar i waktu elemen kerja. Penyeimbangan lini perakitan dilakukan pada kelima stasiun kerja yang ada, menghasilkan pengurangan jumlah stasiun kerja menjadi 4 stasiun. Efisiensi lini perakitan usulan meningkat menjadi 94.53% dengan Balance delay sebesar 5.57% dan total waktu menganggur sebesar 630.48 detik.
P PT. Perkasa Heavyndo Engineering manufactures components for textile machinery, automobiles, buses, and trucks, as well as engaging in metal casting and tractor manufacturing. One of the bus components produced is the RE Bus LHD, which is assembled across assembly lines 1 through 6; specifically, assembly line 5 handles the rear structure of the RE Bus LHD. The company faces a line balancing issue on assembly line 5 due to an uneven distribution of workload across the workstations. Significant time disparities between workstations result in high total idle time. The current assembly line configuration consists of five workstations, each staffed by two operators. Current production capacity is 10 units per day, with a cycle time of 2,880 seconds. The current assembly line efficiency is 80.56%, with a balance delay of 19.44% and a total idle time of 2,799.39 seconds. The proposed line balancing methods are the Deterministic Moodie-Young approach and the Probabilistic Moodie-Young approach. The Deterministic Moodie-Young approach assigns work elements based on standard element times and their precedence relationships (predecessor and successor elements). The Probabilistic Moodie-Young approach builds upon the results of the deterministic method by incorporating the standard deviation of work element times. Balancing the assembly line across the five existing workstations resulted in a reduction to four workstations. The efficiency of the proposed assembly line improved to 94.53%, with a balance delay of 5.57% and a total idle time of 630.48 seconds.