Analisa tingkat kepuasan penumpang kereta api kelas eksekutif jurusan Jakarta-Surabaya terhadap kualitas pelayanan PT. Kereta Api Indonesia (persero)
Penerbit : FTI - Usakti
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2004
Pembimbing 1 : Pudji Astuti
Subyek : Customer relations - Management;Organizational effectiveness;Human engineering;Personal management
Kata Kunci : satisfaction level, passengers, trains, executive class, Jakarta-Surabaya, service quality, PT Keret
Status Posting : Published
Status : Tidak Lengkap
| No. | Nama File | Hal. | Link |
|---|---|---|---|
| 1. | 2004_-TA_STI_06300233_Halaman-Judul.pdf | 19 | |
| 2. | 2004_-TA_STI_06300233_Lembar-Pengesahan.pdf | 3 | |
| 3. | 2004_-TA_STI_06300233_Bab-1_Pendahuluan.pdf | 5 | |
| 4. | 2004_-TA_STI_06300233_Bab-2_Landasan-Teori.pdf |
|
|
| 5. | 2004_-TA_STI_06300233_Bab-3_Metodologi-Penelitian.pdf |
|
|
| 6. | 2004_-TA_STI_06300233_Bab-4_Pengumpulan-Data-dan-Pengolahan-Data.pdf |
|
|
| 7. | 2004_-TA_STI_06300233_Bab-5_Analisa-Hasil.pdf |
|
|
| 8. | 2004_-TA_STI_06300233_Bab-6_Usulan-Perbaikan-Pelayanan-Kereta-Api-Kelas-Eksekutif.pdf |
|
|
| 9. | 2004_-TA_STI_06300233_Bab-7_Kesimpulan-dan-Saran.pdf | 4 | |
| 10. | 2004_-TA_STI_06300233_Daftar-Pustaka.pdf | 1 | |
| 11. | 2004_-TA_STI_06300233_Lampiran.pdf |
|
P PT. Kereta Api Indonesia (persero) mengalami penurunan keuntungan yang disebabkan oleh berbagai hal, diantaranya penurunan jumlah penumpang dari kelas eksekutif. Penurunan jumlah penumpang ini pada dasarnya dipengaruhi oleh berbagai faktor dimana faktor yang paling mempengaruhi adalah faktor kepuasan pelanggan. Untuk melihat seberapa besar pengaruh ini, perlu dilakukan suatu penelitian yang mengukur tingkat kepuasaan pengguna jasa kereta api, mengidentifikasi karateristik pengguna jasa kereta api, dan mengevaluasi setiap atribut pelayanan berdasarkan tingkat kepentingan dan kepuasaan pelanggan dengan menggunakan metode uji peringkat bertanda wilcoxon, uji crosstab dan chi-square, dan diagram kartesius. Dengan penelitian ini, penulis mengharapkan suatu acuan bagi P.T. Kereta Api Indonesia untuk merancang suatu pola pelayanan yang dapat memenuhi kepuasaan pelanggan sehingga perusahaan dapat melakukan pembaharuan dan pengembangan dalam sistem pelayanan untuk meningkatkan kembali keuntungan perusahaan dan menjaga loyalitas para pengguna jasanya. Dari hasil penelitian, rata-rata tingkat kepuasaan pelanggan yang didapat adalah 3,00 dan rata-rata tingkat kepentingan adalah 4,46. Hasil uji peringkat bertanda wilcoxon menunjukkan tiga atribut yang telah memenuhi rata-rata harapan pelanggan, yaitu atribut fasilitas majalah dan surat kabar, atribut fasilitas televisi dan musik, dan atribut penataan interior dan eksterior. Uji coba crosstab dan chi-square, antara faktor demografi seperti jenis kelamin, usia, pekerjaan, dan penghasilan, dan seluruh atribut pelayanan, menunjukkan suatu hubungan antara atribut kebersihan dan kerapihan dalam gerbong kereta dengan penghasilan. Sedangkan pemetaan diagram kartesius menunjukkan tiga betas atribut yang dalam kuadran A. yang merupakan daerah yang sangat memerlukan perbaikan. Dari keseluruhan hasil ini, penulis berharap agar P.T. Kereta Api Indonesia dapat menigkatkan kualitas pelayanan pada kelas eksekutif dengan memaksimalkan pelayanan penjualan tiket, ruang tunggu stasiun, dan pelayanan dan fasilitas selama dalam perjalanan yang sesuai dengan harga yang dibayar konsumen.
P PT Kereta Api Indonesia (Persero) has experienced a decline in profits due to various factors, notably a drop in the number of executive-class passengers. This decline is primarily driven by several factors, with customer satisfaction being the most significant. To assess the extent of this impact, a study was conducted to measure the satisfaction levels of train service users, identify user characteristics, and evaluate service attributes based on importance and satisfaction levels using the Wilcoxon signed-rank test, crosstabulation and chi-square tests, and a Cartesian diagram. Through this research, the author aims to provide a reference for PT Kereta Api Indonesia to design a service model that meets customer satisfaction, enabling the company to innovate and develop its service systems to restore profitability and maintain customer loyalty. The study results show an average customer satisfaction level of 3.00 and an average importance level of 4.46. The Wilcoxon signed-rank test identified three attributes that met average customer expectations: magazines and newspapers, television and music facilities, and interior and exterior layout. Crosstabulation and chi-square tests analyzing the relationship between demographic factors (gender, age, occupation, and income) and service attributes revealed a link between income and the cleanliness and tidiness of the train carriages. Meanwhile, the Cartesian diagram mapping identified three attributes located in Quadrant A, indicating areas requiring urgent improvement. Based on these findings, the author hopes that PT Kereta Api Indonesia will enhance service quality in the executive class by optimizing ticket sales services, station waiting areas, and in-transit services and facilities to ensure they align with the prices paid by consumers.