Evaluasi pengadaan bahan baku berdasarkan kualifikasi pemasok dankomputerisasi di bagian pembelian pada PT. Cipta Rasa Sempurna
Penerbit : FTI - Usakti
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2002
Pembimbing 1 : Tri Wulandari Sd
Pembimbing 2 : Rahmi Maulidya
Subyek : Warehouse - Design and plans;Industrial management;Matrial handling
Kata Kunci : procurement, raw materials, qualification, supplier, computerization, purchasing, PT. Cipta Rasa Sem
Status Posting : Published
Status : Tidak Lengkap
| No. | Nama File | Hal. | Link |
|---|---|---|---|
| 1. | 2002_TA_STI_06398141_Halaman-Judul.pdf | ||
| 2. | 2002_TA_STI_06398141_Lembar-Pengesahan.pdf | ||
| 3. | 2002_TA_STI_06398141_Bab-1_Pendahuluan.pdf | ||
| 4. | 2002_TA_STI_06398141_Bab-2_Landasan-Teori.pdf |
|
|
| 5. | 2002_TA_STI_06398141_Bab-3_Metodologi-Penelitian.pdf |
|
|
| 6. | 2002_TA_STI_06398141_Bab-4_Pengumpulan-dan-Pengolahan-Data.pdf |
|
|
| 7. | 2002_TA_STI_06398141_Bab-5_Analisa-Data.pdf |
|
|
| 8. | 2002_TA_STI_06398141_Bab-6_Kesimpulan-dan-Saran.pdf | ||
| 9. | 2002_TA_STI_06398141_Daftar-Pustaka.pdf | ||
| 10. | 2002_TA_STI_06398141_Lampiran.pdf |
|
P Pada jaman sekarang banyak sekali perusahaan yang bergerak di bidang industri minuman, salah satunya adalah PT. Cipta Rasa Sempurna. Banyaknya perusahaan yang bergerak dibidang. tersebut menyebabkan persaingan antara perusahaan menjadi semakin ketat. Dan untuk dapat menguasai pasaran, diperlukan sebuah strategi yang tepat. Salah satu cara yang dapat digunakan adalah dengan mengevaluasi pengadaar bahan baku pada departemen pembelian dan kemudahan untuk memperoleh infonnasi pada departemen tersebut. Dengan mengevaluasi pengadaan bahan baku pada departemen pembelian maka perusahaan dapat menentukan komponen-komponen yang harus lebih diperhatikan dalam segi keamanannya, persediaannya, perarnalan biayanya, prioritas pembelian dan lain-lain. Penentuan tersebut diperoleh melalui klasifikasi ABC. Selain itu, perusahaan juga dapat mengetahui kualifikasi perfon-nansi pemasok setiap komponen. Jika kualifikasi pemasoknya tidak bagus maka dapal diatasi dengan mencari pemasok baru atau mencoba memperbaiki hubungan kerja dengan pemasok tersebut. Dan untuk memudahkan pekerjaan pada departemen pembelian. dibuat suatu rancangan infonnasi mengenai pemasok dari suatu komponen, iota) pemesanan, persentase reject, kelas komponen dan kualifikasi pemasoknya. Selain itu, dari rancangan ini akan menghasilkan suatu format surat pemesanan bahan baku sehingga akan memudahkan pekerjaan pada departemen pembelian. Pada saat ini, PT. Cipta Rasa Sempurna belum mengevaluasi pengadaan bahan baku pada bagian pembelian dan belum membuat suatu rancangan informasi. Oleh karena itu, peneliti mengusulkan agar PT. Cipta Rasa Sempurna mengevaluasi pengadaan bahan baku pada departemen pembelian dan membuat suatu rancangan informasi dengan menggunakan program excel sehingga tidak akan menyebabkan keterlambatan produksi dan dapat menghasilkan produk sesuai dengan target. Melalui pengolahan data, dapat diketahui komponen yang masuk ke dalam kelas A adalah botol besar (kualifikasi pemasok Ill), alkohol (11), gula pasir (II), gula tumbu (111) dan tutup botol (II). Yang masuk ke kelas B yailu I'S 818 (1), pia pcnghwa (1), etiket depan dan belakang (II), rhum flavour (II), caramel (II), cyclamate (I) dan citrid acid (1). Yang 'masuk ke kelas C adalah port a port (I), grape flavour (I), cap seal (Il), etiket leher (Ii), fan-nbozen select (I), air (I), cognate denardon (II), gliserin (II), benzoat (I), rhum zamaica (1), miwon (1) dan sacarine (1). Kemudians dianalisa dan ditarik suatu kesimpulan, yaitu komponen yang masuk ke dalam kelas A harus lebih diperhatikan .karena nilai total penggunaan uang yang besar, yaitu sebesar 90.11%. Selain itu, dapat juga ditarik sebuah kesimpulan bahwa pemasok yang ada mempunyai kualifikasi yang bagus kecuali komponen gula tumbu dan botol besar (kualifikasi pemasok = III). Dan dengan adanya rancangan informasi pada departemen pembelian akan membuat pekerjaan menjadi lebih efektif.
I In the current business landscape, numerous companies operate within the beverage industry, including PT. Cipta Rasa Sempurna. The high number of companies in this sector has led to increasingly fierce competition. Consequently, capturing market share requires an effective strategy. One approach involves evaluating raw material procurement within the purchasing department and assessing the ease of accessing relevant information there. By evaluating raw material procurement, the company can identify specific components requiring closer attention regarding safety, inventory levels, cost forecasting, purchasing priorities, and other factors. These determinations are made using ABC classification. Furthermore, the company can assess supplier performance qualifications for each component. If a supplier's qualification is poor, the issue can be addressed by seeking a new supplier or attempting to improve the working relationship with the existing one. To streamline operations within the purchasing department, an information system design is created to track component suppliers, order details, rejection rates, component classes, and supplier qualifications. Additionally, this design facilitates the generation of standardized raw material purchase order forms, thereby simplifying the purchasing department's workflow. Currently, PT. Cipta Rasa Sempurna has not evaluated its raw material procurement processes or implemented such an information system design. Therefore, it is proposed that the company evaluate its procurement processes and implement an information system using Microsoft Excel; this would help prevent production delays and ensure products meet established targets. Data analysis reveals that the components falling into Class A are large bottles (Supplier Qualification III), alcohol (II), granulated sugar (II), cane sugar (III), and bottle caps (II). Items classified as Class B include I'S 818 (I), *pia penghawa* (I), front and back labels (II), rum flavor (II), caramel (II), cyclamate (I), and citric acid (I). Items classified as Class C include *port-a-port* (I), grape flavor (I), cap seal (II), neck label (II), Fan-nbozen Select (I), water (I), Cognac Denardon (II), glycerin (II), benzoate (I), Jamaica rum (I), Miwon (I), and saccharine (I). Subsequent analysis led to the conclusion that components in Class A require greater attention due to their high total expenditure value, which accounts for 90.11% of the total. Furthermore, it was concluded that the existing suppliers possess good qualifications, with the exception of those supplying *gula tumbu* (raw sugar) and large bottles (supplier qualification = III). Finally, implementing an information system within the purchasing department would enhance operational effectiveness.