DETAIL KOLEKSI

Usulan perbaikan tata letak gudang didukung dengan sistem informasi pergudangan di PT Telkomsel


Oleh : Amarylia Maharani

Info Katalog

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2003

Pembimbing 1 : Dorina Hetharia

Pembimbing 2 : Dadang Surjasa

Subyek : Warehouses - Management;Material handling;Management information systems

Kata Kunci : layout, warehouse, information system, warehousing, PT Telkomsel

Status Posting : Published

Status : Tidak Lengkap


File Repositori
No. Nama File Hal. Link
1. 2003_TA_STI_06399126_Halam-Judul.pdf
2. 2003_TA_STI_06399126_Lembar-Pengesahan.pdf
3. 2003_TA_STI_06399126_Bab-1_Pendahuluan.pdf
4. 2003_TA_STI_06399126_BAb-2_Tinjauan-Pustaka.pdf
5. 2003_TA_STI_06399126_Bab-3_Metodologi-Penelitian.pdf
6. 2003_TA_STI_06399126_Bab-4_Pengumpulan-Data.pdf
7. 2003_TA_STI_06399126_Bab-5_Analisa-dan-Ulasan-Perancangan-Tata-Letak-Gedung.pdf
8. 2003_TA_STI_06399126_Bab-6_Analisa-dan-Perancangan-Sistem.pdf
9. 2003_TA_STI_06399126_Bab-7_Kesimpulan-dan-Saran.pdf
10. 2003_TA_STI_06399126_Daftar-Pustaka.pdf
11. 2003_TA_STI_06399126_Lampiran.pdf

P PT TELKOMSEL merupakan sebuah perusahaan operator telekomunikasi yang memberikan pelayanan teknologi selular di Indonesia dan pada saat ini TELKOMSEL telah menguasai 52% pasar pada industri tersebut. Dengan slogan `Begitu Dekat, Begitu Nyata', TELKOMSEL memberikan perhatian lebih pada kepuasan pelanggan yang merupakan inti dari majunya sebuah perusahaan. Demi mewujudkan hal tersebut, segala fasilitas pendukungnya hams dibenahi. Salah satunya adalah ruang penyimpanan (gudang) yang sebenamya menjadi tulang punggung yang sangat penting bagi pemenuhan kebutuhan pelanggan. Pada gudang tersebut ditemukan adanya suatu permasalahan dimana staf gudang sulit untuk menemukan barang yang akan digunakan karena ada 3 gudang di 3 lantai yang berbeda. Hal ini menyebabkan proses produksi menjadi terhambat. Selain itu, bila ada barang yang datang dari vendor, staf gudang harus mencari terlebih dahulu rak atau area yang kosong. Sistem penyimpanan data internal untuk keluar-masuk barang pun masih manual. Sehingga sulit untuk ditelusuri dengan cepat bila terjadi selisih antara barang yang keluar dengan yang diterima. Untuk membenahi permasalahan tersebut, hal yang hams dilakukan pertama kali adalah mengatur semua jenis barang pada rak atau areanya masing-masing. Dan keadaan yang terjadi saat ini adalah tidak bersesuaian karena terjadi kenaikan kapasitas produksi sehingga peletakan barang menjadi tidak teratur. Untuk pengaturan gudang dilakukan dengan tahapan-tahapan seperti pada perancangan tata letak, yang meliputi perhitungan jumlah persediaan, menentukan jumlah tempat penyimpanan yang dibutuhkan, memperhitungkan luas layout gudang usulan, penentuan cara penyimpanan berdasarkan frekuensi pergerakan barang, hingga proses identifikasi barang yang disimpan. Layout gudang yang diusulkan akan menjadi pedoman bagi pembuatan sistem informasi gudang yang berbasis komputer. Setelah pengaturan gudang selesai, maka PT TELKOMSEL memerlukan suatu sistem yang berbasis komputer untuk mengefisiensikan waktu dan tenaga Para staf dalam memantau pergerakan barang. Perancangan sistem informasi dilakukan dengan menggunakan tahapan siklus hidup pengembangan sistem (System Development Life Cycle) yang terdiri dari tahap Perencanaan, Analisis, Perancangan, dan Implementasi. Untuk tahap perancangan dengan pendekatan struktural dilakukan pembuatan Process Analyst Model berupa diagram konteks usulan dan Data Flow Diagram. Kemudian dilanjutkan dengan tahap Conceptual Data Model, yang terdiri dari Entity Relationship Diagram, Normalisasi, dan Kamus Data serta untuk tahap akhir dari pendekatan struktural adalah Physical Data Model. Adapun output dari sistem informasi ini adalah berupa informasi letak barang di gudang berikut rincian jumlah dan jenisnya pada masing-masing tempat penyimpan serta penyiapan laporan dari tiap mobilitas barang yang terjadi.

P PT Telkomsel is a telecommunications operator providing cellular technology services in Indonesia, currently commanding a 52% market share in the industry. With the slogan "So Close, So Real" (*Begitu Dekat, Begitu Nyata*), Telkomsel prioritizes customer satisfaction as the core driver of corporate progress. To achieve this, supporting facilities must be optimized; a critical component is the storage facility (warehouse), which serves as the backbone for meeting customer needs. A problem was identified regarding the warehouse operations: staff struggled to locate required items because inventory was distributed across three warehouses on three different floors, thereby hindering production processes. Furthermore, when goods arrived from vendors, staff had to manually search for available racks or storage areas. The internal data system for tracking incoming and outgoing goods was also manual, making it difficult to quickly reconcile discrepancies between dispatched and received items. Addressing these issues requires, first and foremost, the proper organization of all items into their respective racks or designated areas. Current conditions are suboptimal due to increased production capacity, which has led to disorganized item placement. Warehouse reorganization follows a layout design process that includes calculating inventory volume, determining required storage capacity, estimating the area for the proposed layout, establishing storage methods based on item movement frequency, and identifying the stored goods. The proposed warehouse layout will serve as a guideline for developing a computer-based warehouse information system. Once the warehouse is reorganized, PT Telkomsel requires a computer-based system to streamline the time and effort staff spend monitoring the movement of goods. The information system is designed using the System Development Life Cycle (SDLC) methodology, comprising the Planning, Analysis, Design, and Implementation phases. During the design phase, a structural approach is employed to create a Process Analysis Model, specifically a proposed context diagram and Data Flow Diagrams. This is followed by the Conceptual Data Model stage—comprising the Entity-Relationship Diagram, normalization, and the data dictionary—while the final stage of the structural approach is the Physical Data Model. The system's output consists of information regarding item locations within the warehouse, including details on quantities and types at each storage location, as well as the generation of reports on all item movements.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?