Usulan standar sistem manajemen mutu ISO 9002 pada PT. Indomulti Intisukses Industri
Penerbit : FTI - Usakti
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 1998
Pembimbing 1 : Docki Saraswati
Subyek : Information systems;Industrial management;Production process
Kata Kunci : management system, ISO 9002 quality, PT. Indomulti Intisukses Industri
Status Posting : Published
Status : Tidak Lengkap
| No. | Nama File | Hal. | Link |
|---|---|---|---|
| 1. | 1998_TA_STI_06393192_Halaman-Judul.pdf | ||
| 2. | 1998_TA_STI_06393192_Lembar-Pengesahan.pdf | ||
| 3. | 1998_TA_STI_06393192_Bab-1_Pendahuluan.pdf | ||
| 4. | 1998_TA_STI_06393192_Bab-2_Landasan-Teori.pdf |
|
|
| 5. | 1998_TA_STI_06393192_Bab-3_Metodologi-Penelitian.pdf |
|
|
| 6. | 1998_TA_STI_06393192_Bab-4_Pengumpulan-dan-Pengolahan-Data.pdf |
|
|
| 7. | 1998_TA_STI_06393192_Bab-5_Analisa-Hasil.pdf |
|
|
| 8. | 1998_TA_STI_06393192_Bab-6_Kesimpulan-dan-Saran.pdf | ||
| 9. | 1998_TA_STI_06393192_Daftar-Pustaka.pdf | ||
| 10. | 1998_TA_STI_06393192_Lampiran.pdf |
|
T Tingkat kehidupan masyarakat serta kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menyebabkan pembangunan disektor industri berkembang dengan cepat. Perkembangan yang sangat pesat ini menyebabkan peningkatan kompetisi antar perusahaan. Kompetisi tersebut menuntut perusahaan untuk menghasilkan produk dengan mutu yang baik. PT Indomulti Intisukses Industri adalah perusahaan yang memproduksi sepatu olah raga. Persaingan yang terjadi menyebabkan perusahaan berusaha agar mutu produk yang dihasilkan meningkat dan konsisten. Untuk itu diperlukan suatu sistem manajemen mutu yang baik dan sesuai dengan standar internasional untuk dapat bersaing dengan perusahaan lain. Standar sistem manajemen mutu yang diakui dunia internasional adalah ISO 9000. Model ISO 9002 merupakan model sistem manajemen mutu yang sesuai dengan perusahaan karena perusahaan tidak melakukan proses desain produk. Dalam ISO 9000 diperlukan dokumentasi. Dokumentasi yang dibuat adalah panduan mutu, karena panduan mutu adalah dokumentasi tingakat pertama dalam hirarki dokumentasi ISO 9000. Dalam panduan mutu elemen yang dibuat adalah elemen 4.10 inspeksi dan pengujian, 4.12 status inspeksi dan pengujian, 4.13 Pengedalian produk yang tidak sesuai dan 4.20 Teknik statistik, karena elemen-elemen tersebut sangat penting dalam mutu produk dan ditangani oleh bagian QA yaitu bagian dimana penelitian dilakukan. Dari elemen-elemen yang dibuat sudah diterapkan diperusahaan kecuali elemen 4.20 yaitu teknik statistik. Dari elemen-elemen yang sudah diterapkan masih terdapat kekurangan berdasarkan sistem manajemen mum ISO 9002. Usulan yang diberikan sebagai masukan bagi perusahaan adalah melakukan inspeksi pada penerimaan bahan kimia, penggunaan komputer dalam pembuatan rekaman mutu inspeksi, memisahkan rekaman mum inspeksi akhir dengan rekaman mutu inspeksi pada proses assembly, memberikan label atau status pada produk reject, menyimpan produk reject pada tempat khusus dan memadai dan penggunaan metode statistik peta kendali p dan diagram pareto pada proses pengendalian proses. Pada pembuatan peta kendali p menunjukan bahwa pada bulan Januari 1998 produk yang tidak sesuai masih berada pada batas kendali, sedangkan pada bulan Februari 1998 produk yang tidak sesuai dalam keadaan tidak terkendali, kerena terdapat bagian yang tidak sesuai berada diluar batas kendali. Pada pembuatan diagram pareto menunjukkan bahwa kriteria ketidaksesuaian yang paling banyak terjadi adalah cement over damage dengan persentase pada bulan Januari 1998 sebesar 54,37% dan 44,22 % selama bulan Februari 1998.
R Rising standards of living and advancements in science and technology have driven rapid growth in the industrial sector. This rapid expansion has intensified competition among companies, compelling them to produce high-quality goods. PT Indomulti Intisukses Industri is a manufacturer of sports shoes. To remain competitive, the company strives to ensure consistent, high product quality, necessitating a robust quality management system that aligns with international standards. ISO 9000 is the internationally recognized standard for quality management systems. The ISO 9002 model is particularly suitable for this company, as it does not engage in product design. ISO 9000 requires comprehensive documentation, starting with a quality manual—the top-level document in the ISO 9000 hierarchy. The specific elements addressed in the quality manual are: 4.10 (Inspection and Testing), 4.12 (Inspection and Test Status), 4.13 (Control of Nonconforming Product), and 4.20 (Statistical Techniques). These elements are critical to product quality and fall under the purview of the Quality Assurance (QA) department, where this study was conducted. Of these elements, all have been implemented by the company except for 4.20 (Statistical Techniques). However, deficiencies remain regarding full compliance with the ISO 9002 standard. Recommendations for the company include: implementing inspections upon the receipt of chemicals; using computers to generate inspection quality records; separating final inspection records from assembly process inspection records; labeling or assigning status indicators to rejected products; storing rejected products in a dedicated, adequate area; and employing statistical methods—specifically p-control charts and Pareto diagrams—for process control. Analysis using p-control charts revealed that while nonconforming product levels remained within control limits in January 1998, the process was out of control in February 1998, as some nonconformance data points fell outside the control limits. The Pareto diagram reveals that the most frequent non-conformity criterion was "cement over-damage," accounting for 54.37% of cases in January 1998 and 44.22% in February 1998.