Pola ph air liur setelah mengunyah permen karet dengan pemanis sorbitol dan permenkaret dengan pemanis sukrosa: Penelitian pada anak panti asuhan islamic village karawaci, tangerang usia 12-15 tahun
Nomor Panggil : 612.015 MAL p
Penerbit : FKG - Usakti
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 1994
Pembimbing 1 : Boedi Oetomo Roeslan
Subyek : Biochemistry - Biomedicine
Kata Kunci : dental caries, salivary pH level
Status Posting : Published
Status : Lengkap
| No. | Nama File | Hal. | Link |
|---|---|---|---|
| 1. | 1994_TA_KG_04088121_Halaman-judul.pdf | ||
| 2. | 1994_TA_KG_04088121_Lembar-pengesahan.pdf | 1 | |
| 3. | 1994_TA_KG_04088121_Bab-1-Pendahuluan.pdf | 3 | |
| 4. | 1994_TA_KG_04088121_Bab-2-Tinjauan-pustaka.pdf |
|
|
| 5. | 1994_TA_KG_04088121_Bab-3-Kerangka-teori.pdf |
|
|
| 6. | 1994_TA_KG_04088121_Bab-4-Metode-penelitian.pdf |
|
|
| 7. | 1994_TA_KG_04088121_Bab-5-Hasil-penelitian.pdf |
|
|
| 8. | 1994_TA_KG_04088121_Bab-6-Pembahasan.pdf |
|
|
| 9. | 1994_TA_KG_04088121_Bab-7-Kesimpulan-dan-saran.pdf | ||
| 10. | 1994_TA_KG_04088121_Daftar-pustaka.pdf | 2 | |
| 11. | 1994_TA_KG_04088121_Lampiran-A.pdf |
|
|
| 12. | 1994_TA_KG_04088121_Lampiran-B.pdf |
|
D Di Indonesia banyak dipasarkan permen karet yang mengandung sukrosa. Tapi akhirakhir ini juga dipasarkan permen karet yang mengandung sorbitol yang dikenal sebagai bahan yang tidak membentuk plak gigi. Permen karet mengandung sorbitol diperkirakan dapat digunakan untuk mencegah teijadinya karies gigi. Oleh karena itu, dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh mengunyah permen karet yang mengandung sukrosa dan mengunyah permen karet yang mengandung sorbitol terhadap derajat keasaman (pH) air liur. Penelitian dilakukan pada anak panti asuhan Islamic Village, Karawaci, Tangerang yang berusia 12-15 tahun yang ditarik secara acak, kemudian dibagi dua kelompok secara acak terkotak. Satu kelompok diberi perlakuan mengunyah permen karet mengandung sukrosa dan kelompok lainnya mengunyah permen karet mengandung sorbitol. Pengukuran pH air liur dilakukan sebelum mengunyah permen karet. Kemudian subjek mengunyah permen karet sesuai kelompoknya selama 15 menit. Setiap 5 menit subjek mengunyah permen karet. pH air liur diukur sampai menit ke-30. Antara menit ke- 30 sampai menit ke-70 pH air liur diukur setiap 10 menit. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang sangat bermakna (p < 0,01) antara pH air liur subjek selama mengunyah permen karet yang mengandung sorbitol dan mengunyah permen karet yang mengandung sukrosa. Permen karet yang mengandung sorbitol akan meningkatkan pH air liur pada menit ke-5 dan kembali normal pada menit ke-20, sedangkan permen karet yang mengandung sukrosa akan meningkatkan pH air liur pada menit ke-10 dan kembali normal pada menit ke-15. Kondisi karies gigi ikut mempengaruhi perubahan pH air liur akibat mengunyah perman karet yang mengandung sorbitol dan permen karet yang mengandung sukrosa. Bila dilihat dari pola perubahan pH air liur selama mengunyah permen karet yang mengandung sorbitol dan mengandung sukrosa dapat disimpulkan bahwa mengunyah permen karet mengandung sorbitol lebih baik daripada mengunyah permen karet mengandung sukrosa dalam mengahambat teijadinya karies gigi.
M Many sucrose-containing chewing gums are marketed in Indonesia; however, sorbitol-containing chewing gums—known for not promoting dental plaque formation—have also recently become available. Sorbitol-containing chewing gum is believed to help prevent dental caries. Therefore, a study was conducted to determine the effects of chewing sucrose-containing gum versus sorbitol-containing gum on salivary pH levels. The study involved children aged 12–15 from the Islamic Village orphanage in Karawaci, Tangerang, who were randomly selected and then assigned to two groups using stratified random sampling. One group chewed sucrose-containing gum, while the other chewed sorbitol-containing gum. Salivary pH was measured prior to chewing. Subjects then chewed their assigned gum for 15 minutes. Salivary pH measurements were taken at 5-minute intervals up to the 30-minute mark, and subsequently at 10-minute intervals between the 30-minute and 70-minute marks. The results showed a highly significant difference (p < 0.01) in salivary pH between subjects chewing sorbitol-containing gum and those chewing sucrose-containing gum. Sorbitol-containing gum raised salivary pH at the 5-minute mark, with levels returning to normal by the 20-minute mark; conversely, sucrose-containing gum raised salivary pH at the 10-minute mark, with levels returning to normal by the 15-minute mark. The subjects' dental caries status also influenced the changes in salivary pH resulting from chewing these types of gum. Based on the patterns of salivary pH changes during the chewing of sorbitol-containing and sucrose-containing chewing gums, it can be concluded that chewing sorbitol-containing gum is superior to chewing sucrose-containing gum in inhibiting the development of dental caries.