Usulan model penjadwalan dengan pendekatan lagrangian relaxationdan network flow di PT. Indo Keramik Inti Widya
Penerbit : FTI - Usakti
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 1997 Usulan model
Pembimbing 1 : Docki Saraswati
Pembimbing 2 : Septadjaya
Subyek : Production scheduling;Industrial engineering
Kata Kunci : scheduling model, Lagrangian relaxation approach, network flow, PT. Indo Keramik Inti Widya
Status Posting : Published
Status : Tidak Lengkap
| No. | Nama File | Hal. | Link |
|---|---|---|---|
| 1. | 1997_TA_STI_06393034_Halaman-Judul.pdf | ||
| 2. | 1997_TA_STI_06393034_Lembar-Pengesahan.pdf | ||
| 3. | 1997_TA_STI_06393034_Bab-1_Pendahuluan.pdf | ||
| 4. | 1997_TA_STI_06393034_Bab-2_Landasan-Teori.pdf |
|
|
| 5. | 1997_TA_STI_06393034_Bab-3_Metodologi-Pemecahan-Masalah.pdf |
|
|
| 6. | 1997_TA_STI_06393034_Bab-4_Pengumpulan-dan-Pengolahan-Data.pdf |
|
|
| 7. | 1997_TA_STI_06393034_Bab-5_Penerapan-Model-Penjadwalan-Dengan-Pendekatan-Relaxation-Lagrange-dan-Network-Flow.pdf |
|
|
| 8. | 1997_TA_STI_06393034_Bab-6_Analisa-Hasil-Penjadwalan.pdf |
|
|
| 9. | 1997_TA_STI_06393034_Bab-7_Kesimpulan-dan-Saran.pdf |
|
|
| 10. | 1997_TA_STI_06393034_Daftar-Pustaka.pdf | ||
| 11. | 1997_TA_STI_06393034_Lampiran.pdf |
D Dalam memenuhi kepuasan konsumen akan suatu produk, perusahaan dituntut untuk dapat memenuhi permintaan konsumen, baik dari segi harga, mutu dan pelayanan yang baik yaitu ketepatan waktu penyelesaian. Dari pihak perusahaan, biaya untuk produksi harus ditekan seminimal mungkin sehingga akan mendapatkan keuntungan yang lebih besar. PT INDO KERAMIK INTI WIDYA adalah sebuah perusahaan keramik yang sedang berkembang. Perusahaan ini berusaha untuk meningkatkan pelayanan konsumen. Namun sexing terjadi perusahaan tidak dapat memenuhi pesanan konsumen pada waktu yang telah disepakati oleh kedua belah pihak. Pada bagian produksi, sexing mengalami pesanan yang belum pada waktunya telah selesai diproses, sedangkan pesanan yang seharusnya sudah selesai diproduksi dan dikirim ke konsumen belum dapat diselesaikan. Di samping itu biaya yang dikeluarkan akan semakin besar. Penjadwalan yang dilakukan oleh pihak perusahaan pada saat ini tergantung dari kepala divisi dalam mengatur penjadwalan berdasarkan pada pengalaman yang dimiliki. Oleh karena itu diperlukan adanya suatu model penjadwalan yang dapat dipakai sebagai acuan dalam menjalankan proses produksi. Model penjadwalan yang diusulkan yaitu model penjadwalan dengan pendekatan Lagrangian Relaxation dan Network Flow. Penjadwalan ini terdiri dari beberapa tahap yaitu : 1. Formulasi problem dual dari problem (P) dan pecahkan menj adi subproblem penjadwalan produksi atau production scheduling (PS) untuk tiap pesanan menggunakan Lagrangian relaxation pada pembatas kapasitas mesin. 2. Aplikasi dari a minimum cost linear network flow (MCLNF) algorithm untuk menyelesaikan tiap subproblem PS. Program Relax4 digunakan sebagai alat bantu dalam penyelesaian subproblem PS. 3. Aplikasi metode subgradien untuk menyelesaikan problem dual nondifferensial. 4. Mengembangkan algoritma heuristik yang dapat menyelesaikan solusi relax dari no. 1 sampai no. 3 sehingga dapat menghasilkan solusi (P) yang feasible dan near optimal dengan menggunakan interpretasi marginal cost dari variabel dual dan struktur network dari aliran produksi. Dan hasil perhitungan dan analisa yang telah dilakukan dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : 1. Model penjadwalan ini meminimumkan biaya produksi yang terlibat secara langsung dalam proses produksi. 2. Model penjadwalan ini memperhitungkan kapasitas mesin yang tersedia dalam memenuhi pesanan dengan minimum cost linear network flow (MCLNF) algorithm.
T To ensure customer satisfaction, companies must meet consumer demands regarding price, quality, and service—specifically, timely order fulfillment. From the company's perspective, production costs must be minimized to maximize profit. PT INDO KERAMIK INTI WIDYA is a growing ceramics company striving to improve customer service. However, the company frequently fails to meet orders within the timeframes agreed upon by both parties. In the production department, issues often arise where orders are processed prematurely, while others—which should have been completed and shipped—remain unfinished, leading to increased costs. Currently, scheduling relies on division heads organizing tasks based on their personal experience. Therefore, a scheduling model is needed to serve as a reference for production operations. The proposed model utilizes Lagrangian Relaxation and Network Flow approaches. The scheduling process involves several stages: 1. Formulating the dual problem of the original problem (P) and decomposing it into production scheduling (PS) subproblems for each order by applying Lagrangian relaxation to machine capacity constraints. 2. Applying a minimum-cost linear network flow (MCLNF) algorithm to solve each PS subproblem, utilizing the Relax4 program as a computational tool. 3. Applying the subgradient method to solve the non-differentiable dual problem. 4. Developing a heuristic algorithm to transform the relaxed solutions (from steps 1–3) into a feasible and near-optimal solution for problem (P), leveraging the marginal cost interpretation of dual variables and the network structure of the production flow. Based on the calculations and analysis performed, the following conclusions are drawn: 1. This scheduling model minimizes production costs directly associated with the manufacturing process. 2. The model accounts for available machine capacity when fulfilling orders by employing the minimum-cost linear network flow (MCLNF) algorithm.