DETAIL KOLEKSI

Usulan sistem pengukuran kinerja yang komprehensif pada PT. Macroprima Panganutamaguna memenangkan persaingan dalam menghadapi era pasar bebas


Oleh : Lily Tjendra

Info Katalog

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2003

Pembimbing 1 : Roesmina Darwis

Pembimbing 2 : iS

Subyek : Personnel management;Performance standards

Kata Kunci : performance measurement system, comprehensive, PT. Macroprima Panganutama, free market competition

Status Posting : Published

Status : Tidak Lengkap


File Repositori
No. Nama File Hal. Link
1. 2003_TA_STI_06399337_Halaman-Judul.pdf
2. 2003_TA_STI_06399337_Lembar-Pengesahan.pdf
3. 2003_TA_STI_06399337_Bab-1_Pendahuluan.pdf
4. 2003_TA_STI_06399337_Bab-2_Landasan-Teori.pdf
5. 2003_TA_STI_06399337_Bab-3_Metodologi-Penelitian.pdf
6. 2003_TA_STI_06399337_Bab-4_Pengumpulan-Data.pdf
7. 2003_TA_STI_06399337_Bab-5_Perancangan-Model.pdf
8. 2003_TA_STI_06399337_Bab-6_Model-Balanced-Scorecard.pdf
9. 2003_TA_STI_06399337_Bab-7_Analisa-Model.pdf
10. 2003_TA_STI_06399337_Bab-8_Kesimpulan-dan-Saran.pdf
11. 2003_TA_STI_06399337_Daftar-Pustaka.pdf
12. 2003_TA_STI_06399337_Lampiran.pdf

S Sebentar lagi Indonesia akan menghadapi era globalisasi yang akan mengakibatkan situasi persaingan yang semakin ketat antara perusahaan sej enis. Oleh karena itu perusahaan diharuskan untuk mengerahkan segala daya untuk membuat perencanaan strategik yang tepat dalam menghadapi persaingan tersebut. PT MACROPRIMA PANGANUTAMA adalah salah satu perusahaan industri yang bergerak di bidang usaha makanan olahan lanjut yang berupa daging ayam yang siap untuk diolah. Produk yang dihasilkannya berupa frozen product yaitu makanan olahan lanjut yang berupa daging ayam yang siap diolah oleh konsumen untuk langsung dinikmati. Sampai scat ini PT MACROPRIMA PANGANUTAMA belum memiliki system pengukuran kinerja uang komprehensif dan memberikan umpan balik bagi strategi perusahaan. Berdasarkan uraian diatas penulis bermaksud melakukan analisis pengukuran kinerja pada PT MACROPRIMA PANGANUTAMA dengan menggunakan pendekatan yang lebih komprehensif, balk dilihat dari segi keuangan maupun dari faktor-faktor di luar keuangan melalui penerapan metode Balanced Scorecard. Balanced Scorecard merupakan metode penilaian kinerja perusahaan yang menggunakan aspek keuangan dan non keuangan, serta memperhatikan aspek internal dan eksternal perusahaan. Dalam merancang Balanced Scorecard dibutuhkan data-data berupa visi dan misi perusahaan yang kemudian diterjemahkan ke dalam 4 perspektif Balanced Scorecard dan dijabarkan menjadi tujuan-tujuan strategis dalam 4 perspektif Balanced Scorecard. Untuk mengukur keberhasilan perusahaan dalam memenuhi tujuan strategis tersebut, maka ditentukan tolok ukur untuk masing-messing tujuan strategis kemudian dilanjutkan dengan penentuan inisiatif strategis yang perlu dilakukan untuk mencapai tujuan strategis tiap perspektif. Dari tujuan strategis, tolak ukur dan inisiatif strategis yang telah ditentukan kemudian dirancang strategy map, hubungan sebab-akibat dan model Balanced Scorecard PT MACROPRIMA PANGANUTAMA. Setelah perancangan model Balanced Scorecard selesai, dilakukan pengukuran kinerja PT MACROPRIMA PANGANUTAMA selama tahun 2001. Hasil pengukuran performansi kinerja perusahaan pada tahun 2001 adalah pada perspektif financial memperoleh nilai 4,5 yang berarti balk, perspektif pelanggan memperoleh nilai 4,551 yang berarti baik, perspektif proses bisnis internal memperoleh nilai 4,676 yang berarti sangat balk, dan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan memperoleh nilai 3,77 yang berarti cukup baik Sedangkan nilai total pengukuran kinerja adalah sebesar 4,375 yang berarti balk. Perusahaan disarankan menggunakan model Balanced Scorecard secara kontinu untuk mengukur kinerja perusahaan dan menggunakannya sebagai alat bantu untuk merumuskan strategi perusahaan. Untuk pengukuran model Balanced Scorecard periode berikutnya perusahaan dapat membandingkannya dengan hasil yang diperoleh pada tahun 2001. Selain itu perusahaan juga disarankan untuk mengevaluasi dan merevisi sesuai dengan perkembangan perusahaan.

I Indonesia will soon face an era of globalization that will result in increasingly fierce competition between similar companies. Therefore, companies are required to exert all their efforts to create appropriate strategic planning in facing this competition. PT MACROPRIMA PANGANUTAMA is one of the industrial companies engaged in the field of processed food business in the form of ready-to-process chicken meat. The products produced are frozen products, namely processed food in the form of chicken meat that is ready to be processed by consumers to be enjoyed immediately. Until now, PT MACROPRIMA PANGANUTAMA does not have a comprehensive financial performance measurement system and provides feedback for the company's strategy. Based on the description above, the author intends to conduct a performance measurement analysis at PT MACROPRIMA PANGANUTAMA using a more comprehensive approach, both seen from a financial perspective and from non-financial factors through the application of the Balanced Scorecard method. The Balanced Scorecard is a company performance assessment method that uses financial and non-financial aspects, as well as paying attention to the company's internal and external aspects. In designing a Balanced Scorecard, data is needed in the form of the company's vision and mission which are then translated into 4 Balanced Scorecard perspectives and described as strategic objectives in the 4 Balanced Scorecard perspectives. To measure the company's success in meeting these strategic objectives, benchmarks are determined for each strategic objective, then continued with determining the strategic initiatives that need to be carried out to achieve the strategic objectives of each perspective. From the strategic objectives, benchmarks and strategic initiatives that have been determined, a strategy map, cause-and-effect relationships and a Balanced Scorecard model for PT MACROPRIMA PANGANUTAMA are then designed. After the Balanced Scorecard model design was completed, PT MACROPRIMA PANGANUTAMA's performance was measured during 2001. The results of the company's performance measurement in 2001 were: the financial perspective obtained a score of 4.5, indicating good; the customer perspective obtained a score of 4.55, indicating good; the internal business process perspective obtained a score of 4.676, indicating very good; and the learning and growth perspective obtained a score of 3.77, indicating fair. The total performance measurement score was 4.375, indicating good. The company is advised to continuously use the Balanced Scorecard model to measure company performance and use it as a tool for formulating corporate strategy. For subsequent Balanced Scorecard measurements, the company can compare it with the results obtained in 2001. Furthermore, the company is advised to evaluate and revise the Balanced Scorecard model according to company developments.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?