Perancangan taman budaya sleman dengan pendekatan eco-culture architecture
Penerbit : FTSP - Usakti
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2026
Pembimbing 1 : Agus Saladin
Pembimbing 2 : Khotijah Lahji
Kata Kunci : Sleman Cultural Park, Eco-Cultural Architecture, Local Culture, Ecological Architecture, Regional Id
Status Posting : Published
Status : Lengkap
| No. | Nama File | Hal. | Link |
|---|---|---|---|
| 1. | 2026_SK_SAR_052002200013_Halaman-Judul.pdf | 9 | |
| 2. | 2026_SK_SAR_052002200013_Surat-Pernyataan-Revisi-Terakhir.pdf | 1 | |
| 3. | 2026_SK_SAR_052002200013_Surat-Hasil-Similaritas.pdf | 1 | |
| 4. | 2026_SK_SAR_052002200013_Halaman-Pernyataan-Persetujuan-Publikasi-Tugas-Akhir-untuk-Kepentingan-Akademis.pdf | 1 | |
| 5. | 2026_SK_SAR_052002200013_Lembar-Pengesahan.pdf | 1 | |
| 6. | 2026_SK_SAR_052002200013_Pernyataan-Orisinalitas.pdf | 1 | |
| 7. | 2026_SK_SAR_052002200013_Formulir-Persetujuan-Publikasi-Karya-Ilmiah.pdf | 1 | |
| 8. | 2026_SK_SAR_052002200013_Bab-1.pdf | 7 | |
| 9. | 2026_SK_SAR_052002200013_Bab-2.pdf | 33 |
|
| 10. | 2026_SK_SAR_052002200013_Bab-3.pdf | 28 |
|
| 11. | 2026_SK_SAR_052002200013_Bab-4.pdf | 9 |
|
| 12. | 2026_SK_SAR_052002200013_Bab-5.pdf | 10 | |
| 13. | 2026_SK_SAR_052002200013_Daftar-Pustaka.pdf | 1 | |
| 14. | 2026_SK_SAR_052002200013_Lampiran.pdf | 29 |
|
P Pengembangan fasilitas budaya di kabupaten sleman menjadi agenda penting seiring bertambahnya kegiatan seni, kebutuhan pelestarian tradisi, serta tuntutan akan ruang publik yang mampu menampung interaksi sosial masyarakat. melalui kerangka acuan kerja (kak), pemerintah kabupaten sleman merencanakan pembangunan taman budaya sebagai wadah terpadu untuk pertunjukan, pameran, edukasi, dan aktivitas kreatif. perancangan ini menuntut pendekatan yang tidak hanya berfokus pada fungsi dan estetika, tetapi juga mempertimbangkan aspek keberlanjutan lingkungan serta identitas lokal sleman yang sarat dengan tradisi agraris, seni, dan nilai kearifan lokal.tugas akhir ini mengajukan desain taman budaya sleman dengan menggunakan pendekatan eco-cultural architecture, yaitu pendekatan yang menggabungkan prinsip-prinsip arsitektur ekologis dengan nilai budaya lokal untuk menciptakan ruang yang berkelanjutan, kontekstual, dan bermakna bagi masyarakat. pendekatan tersebut diterapkan melalui perpaduan strategi ekologis—meliputi konservasi energi, pengelolaan air, ruang hijau, pembentukan iklim mikro, serta penggunaan material lokal—dengan ekspresi budaya sleman yang mencakup arsitektur tradisional jawa, pola permukiman kampung, lanskap agraris, dan motif-motif daerah pada elemen bangunan.metode perancangan disusun melalui pengumpulan data primer dan sekunder, analisis programatik menggunakan teori hectteas, serta perumusan konsep berdasarkan kerangka pemikiran desain kathryn h. anthony. program ruang taman budaya—seperti pendopo joglo, gedung pertunjukan serbaguna, amphitheatre, ruang pamer, fasilitas edukasi, bengkel seni, ruang publik luar, hingga area konservasi lanskap—dirancang untuk merepresentasikan integrasi antara aspek ekologis dan budaya dalam satu kawasan terpadu.penelitian perancangan ini diharapkan menghasilkan konsep desain taman budaya sleman yang tidak hanya memenuhi persyaratan fungsional dan teknis bangunan negara, tetapi juga mampu menghadirkan ruang budaya yang ekologis, inklusif, dan selaras dengan karakter alam serta budaya lokal sleman. dengan demikian, proyek ini dapat menjadi contoh penerapan arsitektur eco-cultural yang harmonis, adaptif, dan berkelanjutan di wilayah daerah istimewa yogyakarta.
T The development of cultural facilities in sleman regency has become an important agenda in response to the increasing number of artistic activities, the need to preserve local traditions, and the demand for public spaces that facilitate social interaction within the community. through the terms of reference (kak), the sleman regency government has planned the development of a cultural park as an integrated facility for performances, exhibitions, education, and creative activities. this design requires an approach that focuses not only on functional and aesthetic aspects but also considers environmental sustainability and the local identity of sleman, which is strongly characterized by agrarian traditions, arts, and local wisdom.this final project proposes the design of the sleman cultural park using an eco-cultural architecture approach, which integrates ecological architectural principles with local cultural values to create spaces that are sustainable, contextual, and meaningful to the community. the approach is implemented through a combination of ecological strategies—including energy conservation, water management, green spaces, microclimate control, and the use of local materials—with cultural expressions of sleman, including traditional javanese architecture, village settlement patterns, agrarian landscapes, and regional motifs applied to architectural elements.the design method involves the collection of primary and secondary data, programmatic analysis using the hectteas theory, and the formulation of design concepts based on the design framework of kathryn h. anthony. the cultural park\'s spatial program—including a joglo pendopo, multipurpose performance hall, amphitheatre, exhibition spaces, educational facilities, art workshops, outdoor public spaces, and landscape conservation areas—is designed to represent the integration of ecological and cultural aspects within an interconnected and cohesive development.this design research is expected to produce a design concept for the sleman cultural park that not only meets the functional and technical requirements of public buildings but also provides an ecological and inclusive cultural space that responds to the natural and cultural characteristics of sleman. thus, the project is expected to serve as an example of a harmonious, adaptive, and sustainable application of eco-cultural architecture in the special region of yogyakarta.