DETAIL KOLEKSI

Tindak pidana kekerasan terhadap anak dalam lingkup perkawinan yang tidak dicatat (studi putusan no. 254/pid.sus/2025/pn bls)


Oleh : Defri

Info Katalog

Penerbit : FH - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2026

Pembimbing 1 : Ermania Widjajanti

Kata Kunci : Child Protection, Child Abuse, Unregistered Marriage

Status Posting : Published

Status : Lengkap


File Repositori
No. Nama File Hal. Link
1. 2026_SK_SHK_010002200032_Halaman-Judul.pdf
2. 2026_SK_SHK_010002200032_Surat-Pernyataan-Revisi-Terakhir.pdf 1
3. 2026_SK_SHK_010002200032_Surat-Hasil-Similaritas.pdf 1
4. 2026_SK_SHK_010002200032_Halaman-Pernyataan-Persetujuan-Publikasi-Tugas-Akhir-untuk-Kepentingan-Akademis.pdf 1
5. 2026_SK_SHK_010002200032_Lembar-Pengesahan.pdf 1
6. 2026_SK_SHK_010002200032_Pernyataan-Orisinalitas.pdf 1
7. 2026_SK_SHK_010002200032_Formulir-Persetujuan-Publikasi-Karya-Ilmiah.pdf 1
8. 2026_SK_SHK_010002200032_Bab-1.pdf
9. 2026_SK_SHK_010002200032_Bab-2.pdf
10. 2026_SK_SHK_010002200032_Bab-3.pdf
11. 2026_SK_SHK_010002200032_Bab-4.pdf
12. 2026_SK_SHK_010002200032_Bab-5.pdf
13. 2026_SK_SHK_010002200032_Daftar-Pustaka.pdf
14. 2026_SK_SHK_010002200032_Lampiran.pdf

K Kekerasan terhadap anak dalam perkawinan yang tidak dicatat merupakan permasalahan hukum yang berkaitan dengan perlindungan anak dan hukum perkawinan. permasalahan ini muncul ketika anak yang melangsungkan perkawinan menurut hukum agama, tetapi tidak dicatat sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, menjadi korban kekerasan fisik. penelitian ini bertujuan menganalisis apakah tindak pidana tersebut dapat dikualifikasikan sebagai tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga berdasarkan pasal 44 ayat (1) undang-undang nomor 23 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga serta menganalisis kesesuaian perkawinan tersebut dengan undang-undang perlindungan anak dan undang-undang perkawinan. penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif yang bersifat deskriptif analitis dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. data yang digunakan berupa data sekunder yang dianalisis secara kualitatif. hasil penelitian menunjukkan bahwa unsur pasal 44 ayat (1) undang-undang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga dan pasal 76c juncto pasal 80 ayat (1) undang-undang perlindungan anak sama-sama terpenuhi. namun, karena korban masih berstatus sebagai anak, ketentuan undang-undang perlindungan anak lebih tepat diterapkan berdasarkan asas lex specialis derogat legi generali dengan mengutamakan prinsip the best interests of the child. selain itu, perkawinan tersebut tidak sesuai dengan undang-undang perlindungan anak dan undang-undang perkawinan karena dilakukan saat korban berusia 14 tahun dan tidak memenuhi batas usia minimum perkawinan.

V Violence against children in unregistered marriages constitutes a legal issue related to child protection and marriage law. this issue arises when a child enters into a marriage based on religious law that is not officially registered in accordance with statutory regulations and subsequently becomes a victim of physical violence. this study aims to analyze whether such criminal acts can be classified as domestic violence under article 44 paragraph (1) of law number 23 of 2004 concerning the elimination of domestic violence and to examine the conformity of such marriages with the child protection law and the marriage law. this research employs normative legal research with a descriptive-analytical approach using statutory and case approaches. the data used are secondary data analyzed qualitatively. the findings indicate that the elements of article 44 paragraph (1) of the domestic violence law and article 76c in conjunction with article 80 paragraph (1) of the child protection law are both fulfilled. however, because the victim remains legally a child, the child protection law is more appropriately applied based on the principle of lex specialis derogat legi generali while prioritizing the best interests of the child. furthermore, the marriage is inconsistent with the child protection law and the marriage law because it was conducted when the victim was 14 years old and did not meet the statutory minimum marriage age requirement.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?