DETAIL KOLEKSI

Peran pemerintah kota bogor dalam penyelenggaraan ruang terbuka hijau (rth) publik berdasarkan peraturan daerah kota bogor nomor 8 tahun 2020


Oleh : Nadia Auliya

Info Katalog

Penerbit : FH - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2026

Pembimbing 1 : Muhammad Imam Nasef

Kata Kunci : Green Open Space, Regional Government, Spatial Planning, Role Of Government, Regional Autonomy, Effe

Status Posting : Published

Status : Lengkap


File Repositori
No. Nama File Hal. Link
1. 2026_SK_SHK_010002200348_Halaman-Judul.pdf 15
2. 2026_SK_SHK_010002200348_Surat-Pernyataan-Revisi-Terakhir.pdf 1
3. 2026_SK_SHK_010002200348_Surat-Hasil-Similaritas.pdf 1
4. 2026_SK_SHK_010002200348_Halaman-Pernyataan-Persetujuan-Publikasi-Tugas-Akhir-untuk-Kepentingan-Akademis.pdf 1
5. 2026_SK_SHK_010002200348_Lembar-Pengesahan.pdf 1
6. 2026_SK_SHK_010002200348_Pernyataan-Orisinalitas.pdf 1
7. 2026_SK_SHK_010002200348_Formulir-Persetujuan-Publikasi-Karya-Ilmiah.pdf 1
8. 2026_SK_SHK_010002200348_Bab-1.pdf 23
9. 2026_SK_SHK_010002200348_Bab-2.pdf 18
10. 2026_SK_SHK_010002200348_Bab-3.pdf 10
11. 2026_SK_SHK_010002200348_Bab-4.pdf 20
12. 2026_SK_SHK_010002200348_Bab-5.pdf 3
13. 2026_SK_SHK_010002200348_Daftar-Pustaka.pdf 5
14. 2026_SK_SHK_010002200348_Lampiran.pdf 1

K Ketersediaan ruang terbuka hijau (rth) publik menjadi salah satu kebutuhan penting bagi kawasan perkotaan karena berhubungan dengan kualitas lingkungan, kenyamanan masyarakat, serta keseimbangan ekosistem. kota bogor telah memiliki peraturan daerah nomor 8 tahun 2020 sebagai dasar hukum penyelenggaraan ruang terbuka hijau (rth) publik, namun kenyataannya pemenuhan ruang terbuka hijau (rth) publik publik masih jauh dari target yang ditetapkan. penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pemerintah kota bogor pada tahap perencanaan, penyediaan, pemanfaatan, pemeliharaan, dan pengawasan ruang terbuka hijau sesuai peraturan daerah kota bogor nomor 8 tahun 2020. penelitian ini juga bertujuan untuk menganalisis efektivitas pelaksanaan peran pemerintah pada penyelenggaraan ruang terbuka hijau (rth) publik di kota bogor. metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum yuridis normatif dengan sifat deskriptif. data diperoleh melalui bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, bahan hukum tersier, serta didukung hasil wawancara dengan mochamad benninu argoebie, anggota dprd kota bogor. seluruh data dianalisis secara kualitatif menggunakan penarikan kesimpulan deduktif. hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah kota bogor telah menjalankan kewenangannya melalui penyusunan kebijakan, penyediaan lahan, pengelolaan, pemeliharaan, hingga pengawasan ruang terbuka hijau (rth) publik, namun pelaksanaannya belum sepenuhnya efektif karena luas ruang terbuka hijau (rth) publik publik yang tersedia masih belum mampu memenuhi kebutuhan wilayah perkotaan. temuan penelitian ini menunjukkan bahwa penguatan pengawasan, peningkatan sinergi antarlembaga, keterlibatan masyarakat, serta kerja sama dengan sektor swasta menjadi langkah yang diperlukan agar penyelenggaraan ruang terbuka hijau (rth) publik mampu mencapai tujuan pelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat kota bogor.

T The availability of public green open space (rth) is an essential need for urban areas as it directly relates to environmental quality, community comfort, and ecosystem balance. the bogor city government has established regional regulation no. 8 of 2020 as the legal framework for managing public green open space (rth); however, in reality, the fulfillment of public green open space still falls far short of the set target.this study aims to analyze the role of the bogor city government in the stages of planning, provision, utilization, maintenance, and supervision of public green open space in accordance with bogor city regional regulation no. 8 of 2020. this research also aims to evaluate the effectiveness of the government’s role in implementing public green open space management in bogor city.the research method employed is normative legal research with a descriptive nature. data were collected from primary, secondary, and tertiary legal materials, supported by interview results with mochamad benninu argoebie, a member of the bogor city regional house of representatives (dprd). all data were analyzed qualitatively using deductive reasoning.the results indicate that the bogor city government has exercised its authority through policy formulation, land provision, management, maintenance, and supervision of public green open space. however, its implementation is not yet fully effective because the available area of public green open space remains insufficient to meet urban needs. these findings suggest that strengthening supervision, enhancing inter-agency synergy, fostering community involvement, and collaborating with the private sector are necessary steps to ensure that the management of public green open space achieves environmental preservation goals while improving the quality of life for the people of bogor city.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?