Perbandingan pengaturan hukum labelisasi halal produk makanan di indonesia dan pakistan
Penerbit : FH - Usakti
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2026
Pembimbing 1 : Siti Nurbaiti
Kata Kunci : Halal Labeling, Food Products, Consumer Protection, Indonesia, Pakistan.
Status Posting : Published
Status : Lengkap
| No. | Nama File | Hal. | Link |
|---|---|---|---|
| 1. | 2026_SK_SHK_010002200073_Halaman-Judul.pdf | ||
| 2. | 2026_SK_SHK_010002200073_Surat-Pernyataan-Revisi-Terakhir.pdf | 1 | |
| 3. | 2026_SK_SHK_010002200073_Surat-Hasil-Similaritas.pdf | 1 | |
| 4. | 2026_SK_SHK_010002200073_Halaman-Pernyataan-Persetujuan-Publikasi-Tugas-Akhir-untuk-Kepentingan-Akademis.pdf | 1 | |
| 5. | 2026_SK_SHK_010002200073_Lembar-Pengesahan.pdf | 1 | |
| 6. | 2026_SK_SHK_010002200073_Pernyataan-Orisinalitas.pdf | 1 | |
| 7. | 2026_SK_SHK_010002200073_Formulir-Persetujuan-Publikasi-Karya-Ilmiah.pdf | 1 | |
| 8. | 2026_SK_SHK_010002200073_Bab-1.pdf | ||
| 9. | 2026_SK_SHK_010002200073_Bab-2.pdf |
|
|
| 10. | 2026_SK_SHK_010002200073_Bab-3.pdf |
|
|
| 11. | 2026_SK_SHK_010002200073_Bab-4.pdf |
|
|
| 12. | 2026_SK_SHK_010002200073_Bab-5.pdf | ||
| 13. | 2026_SK_SHK_010002200073_Daftar-Pustaka.pdf | ||
| 14. | 2026_SK_SHK_010002200073_Lampiran.pdf |
|
P Penelitian ini membahas pengaturan hukum labelisasi halal produk makanan di indonesia dan pakistan serta penerapannya dalam penyelesaian kasus pelanggaran. masalah difokuskan pada pengaturan hukum tersebut serta penerapan dan efektivitasnya dalam penyelesaian kasus terkait. penelitian ini bertujuan menganalisis pengaturan hukum labelisasi halal di kedua negara, mengkaji persamaan, perbedaan, kelebihan, dan kelemahan sistemnya, serta mengidentifikasi aspek yang dapat dijadikan bahan pembelajaran bagi indonesia dalam meningkatkan efektivitas pengawasan dan penegakan hukum. metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan perbandingan hukum yang bersifat deskriptif-analitis. data sekunder dianalisis secara kualitatif dengan penarikan kesimpulan deduktif. hasil penelitian menunjukkan indonesia memiliki pengaturan komprehensif melalui uu no. 33 tahun 2014 tentang jaminan produk halal beserta peraturan pelaksananya, namun penyelenggaraannya melibatkan banyak lembaga sehingga pengawasan dan penegakan hukum lebih kompleks. sebaliknya, pakistan menerapkan sistem terpusat melalui pakistan halal authority yang berwenang dalam pengaturan, pengawasan, dan penegakan hukum, sehingga penyelesaian pelanggaran lebih cepat dan efektif. penelitian ini menyimpulkan bahwa perbedaan utama kedua negara terletak pada struktur kelembagaan dan mekanisme penegakan hukumnya. sistem terintegrasi dan terpusat di pakistan dapat menjadi bahan pembelajaran bagi indonesia untuk meningkatkan efektivitas pengawasan, koordinasi kelembagaan, dan penegakan hukum terhadap pelanggaran labelisasi halal.
T This study examines the legal framework governing halal food labeling in indonesia and pakistan, as well as its implementation in resolving cases involving violations. the research focuses on the legal regulations concerning halal food labeling and the implementation and effectiveness of these regulations in addressing related violations. the objectives of this study are to analyze the legal framework for halal food labeling in both countries, examine the similarities, differences, strengths, and weaknesses of their respective systems, and identify aspects that may serve as references for indonesia in improving the effectiveness of supervision and law enforcement. this research employs a normative legal research method using statutory, conceptual, and comparative law approaches with a descriptive-analytical nature. secondary data were analyzed qualitatively using a deductive method of drawing conclusions. the findings indicate that indonesia has established a comprehensive legal framework through law no. 33 of 2014 on halal product assurance and its implementing regulations. however, its implementation involves multiple institutions, making supervision and law enforcement more complex. in contrast, pakistan adopts a centralized system through the pakistan halal authority, which is authorized to regulate, supervise, and enforce halal-related laws, resulting in a faster and more effective resolution of violations. this study concludes that the primary difference between the two countries lies in their institutional structure and law enforcement mechanisms. pakistan\\\'s integrated and centralized system may serve as a valuable reference for indonesia in enhancing the effectiveness of supervision, institutional coordination, and law enforcement concerning violations of halal labeling regulations.