Pengenaan tarif resiprokal 19% oleh amerika serikat terhadap komoditi indonesia berdasarkan general agreement on tariffs and trade 1994
Penerbit : FH - Usakti
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2026
Pembimbing 1 : Sharda Abrianti
Kata Kunci : International Trade Law, Reciprocal Tariffs, Tariff Binding Principle, Most-Favoured-Nation Principl
Status Posting : Published
Status : Lengkap
| No. | Nama File | Hal. | Link |
|---|---|---|---|
| 1. | 2026_SK_SHK_010002200080_Halaman-Judul.pdf | 10 | |
| 2. | 2026_SK_SHK_010002200080_Surat-Pernyataan-Revisi-Terakhir.pdf | 1 | |
| 3. | 2026_SK_SHK_010002200080_Surat-Hasil-Similaritas.pdf | 1 | |
| 4. | 2026_SK_SHK_010002200080_Halaman-Pernyataan-Persetujuan-Publikasi-Tugas-Akhir-untuk-Kepentingan-Akademis.pdf | 1 | |
| 5. | 2026_SK_SHK_010002200080_Lembar-Pengesahan.pdf | 1 | |
| 6. | 2026_SK_SHK_010002200080_Pernyataan-Orisinalitas.pdf | 1 | |
| 7. | 2026_SK_SHK_010002200080_Formulir-Persetujuan-Publikasi-Karya-Ilmiah.pdf | 1 | |
| 8. | 2026_SK_SHK_010002200080_Bab-1.pdf | 18 | |
| 9. | 2026_SK_SHK_010002200080_Bab-2.pdf | 32 |
|
| 10. | 2026_SK_SHK_010002200080_Bab-3.pdf | 15 |
|
| 11. | 2026_SK_SHK_010002200080_Bab-4.pdf | 19 |
|
| 12. | 2026_SK_SHK_010002200080_Bab-5.pdf | 3 | |
| 13. | 2026_SK_SHK_010002200080_Daftar-Pustaka.pdf | 7 | |
| 14. | 2026_SK_SHK_010002200080_Lampiran.pdf | 29 |
|
P Pada april 2025, amerika serikat mengeluarkan kebijakan pengenaan tarif resiprokal sebesar 32% terhadap seluruh komoditi indonesia. tarif tersebut kemudian disesuaikan menjadi 19% terhadap seluruh komoditi indonesia baik yang masuk maupun yang tidak masuk ke dalam jadwal tarif. rumusan masalah penelitian ini adalah apakah pengenaan tarif resiprokal 19% yang dilakukan oleh amerika serikat melanggar asas most-favoured-nation dan tariff binding dan apakah amerika serikat dapat dimintakan pertanggungjawaban atas pengenaan tarif 19% terhadap komoditi indonesia berdasarkan gatt 1994. metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif bersifat deskriptif terkait dengan asas-asas hukum berdasarkan pengumpulan data yang dilakukan melalui studi kepustakaan dan wawancara, yang kemudian dianalisis menggunakan pendekatan kualitatif dan ditarik kesimpulan dengan metode deduktif. hasil pembahasan penelitian ini menunjukkan bahwa amerika serikat dalam mengenakan tarif resiprokal 19% terhadap komoditi indonesia telah melanggar asas most-favoured-nation dan tariff binding karena tindakan tersebut merupakan bentuk perlakuan yang tidak menguntungkan bagi akses pasar komoditi indonesia yang berada di pasar amerika serikat apabila dibandingkan dengan produk sejenis dari negara anggota wto lainnya, dan dalam melakukan perubahan tarif, amerika serikat seharusnya bertanggung jawab dengan memberikan kompensasi atas perubahan tarif yang sudah diikat tersebut. kesimpulannya adalah tindakan amerika serikat melanggar asas most-favoured-nation dan tariff binding, dan amerika serikat seharusnya melakukan kompensasi atas tindakan pengenaan tarif.
I In april 2025, the united states issued a policy of imposing a reciprocal tariff of 32% on all indonesian commodities. the tariff is then adjusted to 19% for all indonesian commodities, both those that are included and those that are not included in the tariff schedule. the formulation of this research problem is whether the imposition of 19% reciprocal tariffs carried out by the united states violates the most-favoured-nation principle and tariff binding and whether the united states can be held accountable for the imposition of 19% tariffs on indonesian commodities based on gatt 1994. the research method used is normative legal research that is descriptive related to legal principles based on data collection carried out through literature studies and interviews, which are then analyzed using a qualitative approach and conclusions are drawn with the deductive method. the results of this study show that the united states in imposing a 19% reciprocal tariff on indonesian commodities has violated the most-favored-nation principle and tariff binding because these actions are a form of unfavorable treatment for the market access of indonesian commodities in the united states market when compared to similar products from other wto member countries, and in making tariff changes, the united states should be responsible for compensating for the changes in tariffs that have been tied. the conclusion is that the united states\\\' actions violate the most-favoured-nation principle and tariff binding, and the united states should compensate for the tariff imposition measures.