Implikasi perubahan penggunaan lahan RDTR 2030 terhadap kebutuhan air bersih (studi kasus Kecamatan Penjaringan , Jakarta Utara)
Penerbit : FALTL - Usakti
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2022
Pembimbing 1 : Endrawati Fatimah
Pembimbing 2 : Beny Benyamin Suharto
Subyek : Land use
Kata Kunci : population water needs, land use, demography
Status Posting : Published
Status : Lengkap
| No. | Nama File | Hal. | Link |
|---|---|---|---|
| 1. | 2022_TA_SPW_083001700027_Halaman-Judul.pdf | ||
| 2. | 2022_TA_SPW_083001700027_Lembar-pengesahan.pdf | ||
| 3. | 2022_TA_SPW_083001700027_Bab-1_Pendahuluan.pdf | ||
| 4. | 2022_TA_SPW_083001700027_Bab-2_Tinjauan-pustaka.pdf |
|
|
| 5. | 2022_TA_SPW_083001700027_Bab-3_Metodologi-penelitian.pdf |
|
|
| 6. | 2022_TA_SPW_083001700027_Bab-4_Gambaran-umum.pdf |
|
|
| 7. | 2022_TA_SPW_083001700027_Bab-5_Analisis-dan-pembahasan.pdf |
|
|
| 8. | 2022_TA_SPW_083001700027_Bab-6_Simpulan-dan-saran.pdf | ||
| 9. | 2022_TA_SPW_083001700027_Daftar-Pustaka.pdf | ||
| 10. | 2022_TA_SPW_083001700027_Lampiran.pdf |
|
A Air merupakan kebutuhan yang sangat penting, air sering kali dianggap sebagaisumber daya yang akan tersedia setiap saat. Kebutuhan air dapat digolongkanmenjadi dua macam, yaitu kebutuhan air untuk domestik (rumah tangga) dan nondomestik.karena pentingnya kebutuhan akan air bersih, maka adalah halyang wajar jika sektor air bersih mendapatkan prioritas penanganan utamakarena menyangkut kehidupan orang banyak. kebutuhan air dipengaruhi olehjumlah penduduk dan aktivitas suatu kawasan serta besaran konsumsi air per kapitaataupun jenis aktivitas. Kondisi ini secara ruang dapat tercermin dari penggunaanlahan di kawasan tersebut. Kecamatan Penjaringan mengalami pertumbuhan danperkembangan dalam hal pertumbuhan jumlah penduduk, pertumbuhan sosialekonomi maupun intensitas perkembangan wilayah yang diidentifikasi darimeningkatnya kebutuhan infrastruktur dan utilitas kota seperti halnya permintaanakan pelayanan air bersih. Prioritas pelayanan air bersih bagi masyarakatperkotaan merupakan tanggung jawab pemerintah daerah yang selama inidilakukan oleh PDAM. Kecamatan Penjaringan memenuhi kebutuhan air melaluiair PAM, air tanah, dan air eceran/pikulan. Penelitian ini mengidentifikasi implikasiperubahan penggunaan lahan RDTR 2030 terhadap kebutuhan air bersih. Datajumlah penduduk dan luas penggunaan lahan eksisting dihitung untuk mengetahuikebutuhan air bersih. Hasil dari kebutuhan air eksisting diproyeksikan agarmengetahui total kebutuhan air bersih pada RDTR 2030. Dari hasil analisis dapatdiketahui perubahan total kebutuhan air bersih
W Water is a very important need, water is often considered a resource that will beavailable at any time.Water needs can be classified into two types, namely domestic(household) and non-domestic water needs. Because of the importance of the needfor clean water, it is only natural that the clean water sector gets the main priorityfor handling because it involves the lives of many people. Water demand isinfluenced by the population and activities of an area as well as the amount of waterconsumption per capita or the type of activity. This condition is spatially reflectedin the land use in the area. Penjaringan Subdistrict experienced growth anddevelopment in terms of population growth, socio-economic growth as well as theintensity of regional development which was identified from the increasing needfor infrastructure and city utilities as well as the demand for clean water services.The priority of clean water services for urban communities is the responsibility oflocal governments which has been carried out by PDAMs. Penjaringan sub-districtfulfills water needs through PAM water, groundwater, and retail/pikulan water.This study identifies the implications of land use change in the 2030 RDTR on theneed for clean water. Data on the number of residents and the area of existing landuse are calculated to determine the need for clean water. The results of the existingwater demand are projected to find out the total need for clean water in the 2030RDTR.Keyw