DETAIL KOLEKSI

Rebusan piper betle linn untuk mempercepat waktu pembekuan darah: Kajian pada kelinci strain lion


Oleh : A. Fachri Indra Pratama

Info Katalog

Nomor Panggil : 612.015 FAC r

Penerbit : FKG - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2003

Pembimbing 1 : H. Boedi Oetomo Roeslan

Subyek : Biochemistry - Biomedicine

Kata Kunci : piper betle linn, clotting time

Status Posting : Published

Status : Lengkap


File Repositori
No. Nama File Hal. Link
1. 2003_TA_KG_04098001_Halaman-judul.pdf
2. 2003_TA_KG_04098001_Lembar-pengesahan.pdf 1
3. 2003_TA_KG_04098001_Bab-1-Pendahuluan.pdf
4. 2003_TA_KG_04098001_Bab-2-Tinjauan-pustaka.pdf
5. 2003_TA_KG_04098001_Bab-3-Kerangka-teori-dan-hipotesis.pdf
6. 2003_TA_KG_04098001_Bab-4-Metode-penelitian.pdf
7. 2003_TA_KG_04098001_Bab-5-Hasil-penelitian.pdf
8. 2003_TA_KG_04098001_Bab-6-Pembahasan.pdf
9. 2003_TA_KG_04098001_Bab-7-Kesimpulan-dan-saran.pdf
10. 2003_TA_KG_04098001_Daftar-pustaka.pdf
11. 2003_TA_KG_04098001_Lampiran.pdf

M Masyarakat Indonesia telah lama menggunakan Piper betle Linn untuk menghentikanperdarahan di hi dung (epistasis). Tapi sampai sekarang belum ada studi yangmembahas tentang penggunaan piper betle linn untuk menghentikan epistasis. Tujuandari penelitian ini adalah untuk mempelajari lebih lanjut tentang efek dari piper betlelinn untuk clotting time. Pada penelitian ini digunakan 8 ekor kelinci betina dari jenislion. Pada kedelapan ekor kelinci ini dlotting time di ukur menggunakan metodeDuke. Di telinga masing-masing kelinci dibuat luka sampai berdarah lalu rebusanPiper betle Linn diteteskan secara topikal pada luka di telinga kelinci. Pada setiaptelingan kanan dari kedelapan ekor kelinci dibuat dua luka. Pada pertama diteteskan40% larutan rebusan piper betle linn dan pada luka kedua tidak dioleskan apapun.Pada setiap telinga kiri dari kedelapan ekor kelinci dibuat dua luka. Pada lukapertama diteteskan carbamazochron Na sulfonate, dan pada luka kedua diteteskantranexamic acid. Setelah satu minggu perlakuan kembali dilakukan denganmenggunakan larutan rebusan piper betle linn dalam konsentrasi 20%, 30%, 50%,60% berdasarkan Sadeli (1985). Dengan menggunakan analisis varian satu jalandiapatkan perbedaan yang significan (p< 0,01). Dengan HSD tes terdapat perbedaanyang bermakna pada clotting time antara grup eksperimen dan grup kontrol.Diketahui bahwa konsentrasi terbesar dari rebusan Piper betle Linn mempunyaiclotting time terpendek. Berdasarkan hasil yang ada infusa Piper betle Linn efektifuntuk mempercepat clotting time.

P People in Indonesia have been used Piper Betle Linn to stop bleeding in the nose(epistaxis). But there has ben no sudy to indicate the usage of Piper betle Linn tostop the epistaxis. The purpose of this experiment is to sudy the efect of Piper betleLinn in clotting time. In this experiment, eight female rabbits of lion strain wereused. In these eight rabbits, the datting time was measured using duke method. Theears of each rabbits was wounded until they bleeds. The materials was then topicalyapplied on the wound. Two wound were made on the right ear of each rabbits. On thefisrt wound, 40% boiled of Piper betle Linn was applied, and the second woundthere’s nothing to applied. On the left ear, two wound were made. On the first woundcarbanazhocrome na sulfanate was applied and on the other wound tranexamic acidwas applied. One week later the experiment was repeated using boiled Piper betleLinn in concentration of 20%, 30%, 50%, 60% based on Sadeli (1985). Using oneway analisis of variant a significant different was obtained (p< 0,01). Using HSD testthere are difference was obtain in the clotting time between the experimental groupand control group. The higher concentration of infused is the shorter in clotting time.Based on these result, boiled Piper betle Linn is efective in shortening the clotting.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?