Analisis putusan praperadilan yang mengesampingkan putusan mahkamah konstitusi republik indonesia nomor 102/puu-xiii/2015(studi kasus putusan praperadilan pengadilan negeri marisa nomor 3/pid.pra/2022/pn.mar)
Penerbit : FH - Usakti
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2026
Pembimbing 1 : Setiyono
Kata Kunci : Criminal Procedure Law, Preliminary Hearing, Constitutional Court Decision, Dismissal, First Hearing
Status Posting : Published
Status : Lengkap
| No. | Nama File | Hal. | Link |
|---|---|---|---|
| 1. | 2026_SK_SHK_010002200062_Halaman-Judul.pdf | ||
| 2. | 2026_SK_SHK_010002200062_Surat-Pernyataan-Revisi-Terakhir.pdf | 1 | |
| 3. | 2026_SK_SHK_010002200062_Surat-Hasil-Similaritas.pdf | 1 | |
| 4. | 2026_SK_SHK_010002200062_Halaman-Pernyataan-Persetujuan-Publikasi-Tugas-Akhir-untuk-Kepentingan-Akademis.pdf | 1 | |
| 5. | 2026_SK_SHK_010002200062_Lembar-Pengesahan.pdf | 1 | |
| 6. | 2026_SK_SHK_010002200062_Pernyataan-Orisinalitas.pdf | 1 | |
| 7. | 2026_SK_SHK_010002200062_Formulir-Persetujuan-Publikasi-Karya-Ilmiah.pdf | 1 | |
| 8. | 2026_SK_SHK_010002200062_Bab-1.pdf | 18 | |
| 9. | 2026_SK_SHK_010002200062_Bab-2.pdf |
|
|
| 10. | 2026_SK_SHK_010002200062_Bab-3.pdf |
|
|
| 11. | 2026_SK_SHK_010002200062_Bab-4.pdf |
|
|
| 12. | 2026_SK_SHK_010002200062_Bab-5.pdf | 4 | |
| 13. | 2026_SK_SHK_010002200062_Daftar-Pustaka.pdf | ||
| 14. | 2026_SK_SHK_010002200062_Lampiran.pdf |
|
G Gugurnya permohonan praperadilan diatur dalam pasal 82 ayat (1) huruf d kuhap yang telah dimaknai secara konstitusional dengan dikeluarkannya putusan mk ri nomor 102/puu-xiii/2015. berdasarkan kedua peraturan tersebut, permohonan praperadilan dinyatakan gugur ketika sidang pemeriksaan di praperadilan belum selesai, tetapi perkara pokok telah dilimpahkan dan telah dimulai sidang pertama di pengadilan negeri. sementara, dalam putusan praperadilan pengadilan negeri marisa nomor 3/pid.pra/2022/pn.mar hakim menggugurkan permohonan praperadilan sebelum dimulainya sidang pertama dan memilih untuk mengesampingkan putusan mk. penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian amar dan pertimbangan hakim dalam putusan a quo dengan ketentuan dalam kuhap dan putusan mk serta mengkaji mengenai ketentuan apa yang harus dipedomani oleh hakim dalam menjatuhkan putusan praperadilan gugur. tipe penelitian yang digunakan adalah normatif dengan sifat deskriptif yang dianalisis secara kualitatif dan penarikan kesimpulan secara deduktif. hasil penelitian ini menunjukan bahwa putusan praperadilan tersebut tidak sesuai dengan ketentuan dalam kuhap dan putusan mk ri nomor 102/puu-xiii/2015 karena dijatuhkan sebelum sidang pertama resmi dimulai. hal ini mengindikasikan terlanggarnya asas final and binding dalam putusan mk yang menyebabkan hilangnya hak tersangka untuk memperoleh keadilan.
T The dismissal of pretrial motions is regulated in article 82 paragraph (1) letter d of the criminal procedure code, which has been constitutionally interpreted with the issuance of constitutional court decision number 102/puu-xiii/2015. based on these two regulations, a pretrial motion is dismissed when the pretrial hearing has not been completed, but the main case has been transferred and the first hearing has begun in the district court. meanwhile, in the marisa district court pre-trial decision number 3/pid.pra/2022/pn.mar, the judge dismissed the pre-trial motion before the first hearing began and chose to disregard the constitutional court decision. this study aims to analyze the conformity of the judge\\\'s verdict and considerations in the a quo decision with the provisions in the criminal procedure code and the constitutional court decision and to examine what provisions should be used as guidance by judges in dismissing pretrial decisions. the type of research used is normative with a descriptive nature that is analyzed qualitatively and conclusions are drawn deductively. the results of this study show that the pretrial ruling is not in accordance with the provisions of the criminal procedure code and constitutional court decision number 102/puu-xiii/2015 because it was handed down before the first official hearing began. this indicates a violation of the final and binding principle in the constitutional court\\\'s decision, which resulted in the loss of the suspect\\\'s right to justice.