Tinjauan yuridis atas garis sempadan bangunan (gsb) dalam pembangunan hotel heef di jakarta pusat
Penerbit : FH - Usakti
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2025
Pembimbing 1 : Meta Indah Budhianti
Kata Kunci : Spatial Planning Law, Boundary Lines, Building Boundaries
Status Posting : Published
Status : Lengkap
No. | Nama File | Hal. | Link |
---|---|---|---|
1. | 2025_SK_SHK_010002100183_Halaman-Judul.pdf | 10 | |
2. | 2025_SK_SHK_010002100183_Surat-Pernyataan-Revisi-Terakhir.pdf | 1 | |
3. | 2025_SK_SHK_010002100183_Surat-Hasil-Similaritas.pdf | 1 | |
4. | 2025_SK_SHK_010002100183_Halaman-Pernyataan-Persetujuan-Publikasi-Tugas-Akhir-untuk-Kepentingan-Akademis.pdf | 1 | |
5. | 2025_SK_SHK_010002100183_Lembar-Pengesahan.pdf | 1 | |
6. | 2025_SK_SHK_010002100183_Pernyataan-Orisinalitas.pdf | 1 | |
7. | 2025_SK_SHK_010002100183_Formulir-Persetujuan-Publikasi-Karya-Ilmiah.pdf | 1 | |
8. | 2025_SK_SHK_010002100183_Bab-1.pdf | 16 | |
9. | 2025_SK_SHK_010002100183_Bab-2.pdf |
|
|
10. | 2025_SK_SHK_010002100183_Bab-3.pdf |
|
|
11. | 2025_SK_SHK_010002100183_Bab-4.pdf |
|
|
12. | 2025_SK_SHK_010002100183_Bab-5.pdf | 3 | |
13. | 2025_SK_SHK_010002100183_Daftar-Pustaka.pdf | 4 | |
14. | 2025_SK_SHK_010002100183_Lampiran.pdf |
|
P Pelanggaran ketentuan tata ruang sering kali berdampak pada terganggunya hak warga atas lingkungan yang aman dan layak. pembangunan hotel heef di jakarta pusat menimbulkan persoalan hukum karena dilakukan berdempetan langsung dengan rumah warga tanpa memperhatikan garis sempadan bangunan (gsb). permasalahan dalam skripsi ini membahas mengenai kesesuaian garis sempadan bangunan (gsb) dalam pembangunan hotel heef di jakarta pusat berdasarkan peraturan daerah nomor 7 tahun 2010, peraturan daerah nomor 1 tahun 2014, dan peraturan gubernur nomor 128 tahun 2012, serta kendala dan tindakan hukum yang dihadapi pemerintah daerah jakarta pusat dalam menangani pelanggaran gsb tersebut. penelitian ini menggunakan metode dengan tipe penelitian hukum normatif yang bersifat deskriptif dengan jenis data sekunder yang didukung dengan data primer serta dianalisis secara kualitatif. pembahasan penelitian menunjukkan bahwa secara administratif, imb telah diterbitkan dan memuat ketentuan teknis gsb, namun implementasi fisik bangunan tidak sesuai dengan batas sempadan yang ditetapkan. pemerintah daerah telah menempuh tindakan administratif seperti penyegelan dan rekomendasi teknis pembongkaran, tetapi pelanggaran tetap terjadi. kesimpulan penelitian ini adalah bahwa gsb dalam pembangunan hotel heef tidak sepenuhnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan tindakan hukum yang dilakukan belum berjalan secara efektif di lapangan.
V Violations of spatial planning regulations often have an impact on residents\\\' rights to a safe and decent environment. the construction of the heef hotel in central jakarta has raised legal issues because it was built directly adjacent to residents\\\' homes without regard for the building boundary line (gsb). this thesis addresses the compliance of the building setback line (bsl) in the construction of the heef hotel in central jakarta based on regional regulation no. 7 of 2010, regional regulation no. 1 of 2014, and governor regulation no. 128 of 2012, as well as the challenges and legal actions faced by the central jakarta regional government in addressing the bsl violation. this study employs a normative legal research method of a descriptive nature, utilizing secondary data supported by primary data and analyzed qualitatively. the research discussion reveals that administratively, the building permit (imb) has been issued and includes technical provisions regarding the building setback line (gsb). however, the physical implementation of the building does not align with the established setback boundaries. the local government has taken administrative actions such as sealing and technical recommendations for demolition, but violations continue to occur. the conclusion of this study is that the gsb in the construction of the heef hotel does not fully comply with applicable regulations, and the legal actions taken have not been effectively implemented on the ground.