Aktivitas antijamur ekstrak etanol daun kencur (kaempferia galanga) dan daun serai dapur (cymbopogon citratus) (studi pada candida albicans)
Nomor Panggil : 611.018 ADR a
Penerbit : FKG - Usakti
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2026
Pembimbing 1 : Komariah
Subyek : Histology
Kata Kunci : antifungal, Candida albicans, Kaempferia galanga, Cymbopogon citratus, oral candidiasis, nystatin
Status Posting : Published
Status : Lengkap
| No. | Nama File | Hal. | Link |
|---|---|---|---|
| 1. | 2026_SK_SIG_040002000004_Halaman-Judul.pdf | 10 | |
| 2. | 2026_SK_SIG_040002000004_Surat-Pernyataan-Revisi-Terakhir.pdf | 1 | |
| 3. | 2026_SK_SIG_040002000004_Surat-Hasil-Similaritas.pdf | 1 | |
| 4. | 2026_SK_SIG_040002000004_Halaman-Pernyataan-Persetujuan-Publikasi-Tugas-Akhir-untuk-Kepentingan-Akademis.pdf | 1 | |
| 5. | 2026_SK_SIG_040002000004_Lembar-Pengesahan.pdf | 1 | |
| 6. | 2026_SK_SIG_040002000004_Pernyataan-Orisinalitas.pdf | 1 | |
| 7. | 2026_SK_SIG_040002000004_Formulir-Persetujuan-Publikasi-Karya-Ilmiah.pdf | 1 | |
| 8. | 2026_SK_SIG_040002000004_Bab-1.pdf | 5 | |
| 9. | 2026_SK_SIG_040002000004_Bab-2.pdf |
|
|
| 10. | 2026_SK_SIG_040002000004_Bab-3.pdf |
|
|
| 11. | 2026_SK_SIG_040002000004_Bab-4.pdf |
|
|
| 12. | 2026_SK_SIG_040002000004_Bab-5.pdf |
|
|
| 13. | 2026_SK_SIG_040002000004_Bab-6.pdf |
|
|
| 14. | 2026_SK_SIG_040002000004_Bab-7.pdf | ||
| 15. | 2026_SK_SIG_040002000004_Daftar-Pustaka.pdf | ||
| 16. | 2026_SK_SIG_040002000004_Lampiran.pdf |
|
L Latar belakang: kandidiasis oral merupakan infeksi oportunistik yang umum disebabkan oleh candida albicans. penggunaan obat antijamur standar seperti nistatin dilaporkan dapat menimbulkan efek samping dan potensi resistensi, sehingga diperlukan pencarian alternatif antijamur berbahan alam. daun kencur (kaempferia galanga) dan daun serai dapur (cymbopogon citratus) diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder yang berpotensi memiliki aktivitas antijamur. tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antijamur ekstrak etanol daun kencur, daun serai dapur, dan kombinasi keduanya terhadap pertumbuhan c. albicans. metode: penelitian eksperimental laboratoris in vitro ini menggunakan c. albicans atcc 10231 sebagai sampel. perlakuan yang diberikan meliputi ekstrak etanol daun kencur, daun serai dapur, dan kombinasi keduanya (rasio 1:1) dengan variasi konsentrasi 12,5%, 25%, 50%, 75%, dan 100% menggunakan metode dilusi cair pada microplate 96-well. nistatin digunakan sebagai kontrol positif, sedangkan campuran dmso dengan tween-80 berfungsi sebagai kontrol negatif. penghitungan jumlah koloni dilakukan dengan metode spread plate pada media sabouraud dextrose agar (sda). analisis data menggunakan uji welch anova yang dilanjutkan dengan uji games-howell. hasil: penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun kencur, daun serai dapur, serta kombinasi keduanya memiliki aktivitas penghambatan terhadap pertumbuhan c. albicans dibandingkan dengan kontrol negatif, dengan tingkat penghambatan yang bervariasi antar konsentrasi. analisis statistik menunjukkan adanya perbedaan signifikan antar kelompok perlakuan (p < 0,001). pada penelitian ini, kontrol positif nistatin tidak menunjukkan aktivitas penghambatan yang optimal. kesimpulan: ekstrak etanol daun kencur, daun serai dapur, dan kombinasi keduanya menunjukkan potensi aktivitas antijamur terhadap c. albicans. namun, diperlukan penelitian lanjutan dengan pengendalian kontrol positif yang lebih ketat serta variasi metode dan konsentrasi untuk memperoleh hasil yang lebih komprehensif.
B Background: oral candidiasis is an opportunistic infection commonly caused by candida albicans. the use of standard antifungal drugs such as nystatin has been reported to cause side effects and potential resistance, highlighting the need for alternative antifungal agents derived from natural products. aromatic ginger (kaempferia galanga) leaves and lemongrass (cymbopogon citratus) leaves are known to contain secondary metabolites with potential antifungal activity. objective: this study aims to evaluate the antifungal activity of ethanolic extracts of k. galanga leaves, c. citratus leaves, and their combination against the growth of c. albicans. methods: this in vitro laboratory experimental study used c. albicans atcc 10231 as samples. the treatments included ethanolic extracts of k. galanga leaves, c. citratus leaves, and their combination (1:1 ratio) with concentration variations of 12.5%, 25%, 50%, 75%, and 100% using the broth dilution method in 96-well microplates. nystatin was used as the positive control, while a mixture of dmso and tween-80 served as the negative control. colony counting was performed using the spread plate method on sabouraud dextrose agar (sda) medium. data were analyzed using welch anova test followed by the games-howell post hoc test. results: the study demonstrated that ethanolic extracts of k. galanga leaves, c. citratus leaves, and their combination exhibited inhibitory activity against c. albicans growth compared to the negative control, with varying inhibition levels across concentrations. statistical analysis indicated a significant difference among treatment groups (p < 0.001). in this study, the positive control, nystatin, did not show optimal inhibitory activity. conclusion: ethanolic extracts of k. galanga leaves, c. citratus leaves, and their combination demonstrated potential antifungal activity against c. albicans. however, further research with stricter positive control management as well as variations in methods and concentrations is required to obtain more comprehensive results.