Implementasi kebijakan tarif dan non tarif permohonan merek umk berbasis rekomendasi lintas institusi: studi kasus Jawa Barat
Subyek : Trademarks -- Law and legislation -- Indonesia;Small business -- Government policy;Tariff
Penerbit : FEB - Usakti
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2026
Pembimbing 1 : Sumiyarti
Kata Kunci : tariff, non tariff, trademark, Micro and Small Enterprises, policy implementation, administrative bu
Status Posting : Published
Status : Lengkap
| No. | Nama File | Hal. | Link |
|---|---|---|---|
| 1. | 2026_TS_MIE_121012401006_Halaman-Judul.pdf | 7 | |
| 2. | 2026_TS_MIE_121012401006_Surat-Pernyataan-Revisi-Terakhir.pdf | 1 | |
| 3. | 2026_TS_MIE_121012401006_Surat-Hasil-Similaritas.pdf | 1 | |
| 4. | 2026_TS_MIE_121012401006_Halaman-Pernyataan-Persetujuan-Publikasi-Tugas-Akhir-untuk-Kepentingan-Akademis.pdf | 1 | |
| 5. | 2026_TS_MIE_121012401006_Lembar-Pengesahan.pdf | 4 | |
| 6. | 2026_TS_MIE_121012401006_Pernyataan-Orisinalitas.pdf | 1 | |
| 7. | 2026_TS_MIE_121012401006_Formulir-Persetujuan-Publikasi-Karya-Ilmiah.pdf | 1 | |
| 8. | 2026_TS_MIE_121012401006_Bab-1.pdf | 14 | |
| 9. | 2026_TS_MIE_121012401006_Bab-2.pdf | 31 |
|
| 10. | 2026_TS_MIE_121012401006_Bab-3.pdf | 16 |
|
| 11. | 2026_TS_MIE_121012401006_Bab-4.pdf | 36 |
|
| 12. | 2026_TS_MIE_121012401006_Bab-5.pdf | 6 | |
| 13. | 2026_TS_MIE_121012401006_Daftar-Pustaka.pdf | 5 | |
| 14. | 2026_TS_MIE_121012401006_Lampiran.pdf | 22 |
|
P Penelitian ini menganalisis implementasi kebijakan tarif dan non tarif permohonan merek bagi usaha mikro dan kecil (umk), meliputi tanggapan pengguna layanan, keterkaitan tarif dengan pola waktu pengajuan, dan pengaruh faktor non-tarif. pendekatan kualitatif digunakan melalui wawancara mendalam terhadap lima informan yang mewakili tiga posisi dalam rantai implementasi, yaitu direktorat jenderal kekayaan intelektual sebagai pelaksana pusat, dinas perindustrian dan perdagangan provinsi jawa barat sebagai pelaksana daerah, dan tiga pelaku umk sebagai penerima manfaat. data dianalisis menggunakan nvivo melalui pengkodean tematik, didukung data observasi kuantitatif mengenai kualitas permohonan merek, fasilitasi umk, surat kekurangan formalitas, serta perbandingan prosedur penyelesaian merek di lima negara asean. hasil penelitian menunjukkan tarif dinilai terjangkau dan sepadan dengan manfaat perlindungan. konsentrasi permohonan pada triwulan iii–iv digerakkan oleh mekanisme akses berupa jadwal program fasilitasi dan ketergantungan pada pembiayaan dinas. faktor non-tarif paling menonjol meliputi persyaratan permohonan, sistem informasi layanan digital, risiko penolakan merek, dan kapasitas layanan yang berpotensi menimbulkan tunggakan. penelitian merekomendasikan penguatan integrasi data, pendampingan, dan pendelegasian layanan, bukan semata penyesuaian tarif.
T This study analyzes the implementation of the trademark application tariff and non tariff policy for micro and small enterprises (mses), covering service users\\\' responses, the relationship between the fee and the temporal pattern of applications, and the influence of non-tariff factors. a qualitative approach was employed through in-depth interviews with five informants representing three positions in the implementation chain: the directorate general of intellectual property as the central implementer, the office of industry and trade of west java province as the regional implementer, and three mse actors as beneficiaries. data were analyzed using nvivo through thematic coding, supported by quantitative observational data on trademark application quality, mse facilitation, formality-deficiency notices, and a comparison of trademark processing procedures across five asean countries. the findings show that the fee is considered affordable and commensurate with the protection benefits. the concentration of applications in the third and fourth quarters is driven by access mechanisms in the form of facilitation program schedules and dependence on government funding. the most prominent non-tariff factors include application requirements, digital service information systems, trademark refusal risk, and service capacity that may generate backlogs. the study recommends strengthening data integration, mentoring, and service delegation rather than merely adjusting the fee.