Perubahan arsitektur rumah tinggal sederhana dan motivasi nilai dari penghuninya. studi kasus rumah subsidi tidak bersusun tipe 36 Perumahan Wahana Babelan, Kabupaten Bekasi
Subyek : Architecture, Domestic -- Remodeling -- Indonesia;Housing -- Social aspects -- Indonesia
Penerbit : FTSP - Usakti
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2026
Pembimbing 1 : Tulus Widiarso
Pembimbing 2 : Mohammad Ischak
Kata Kunci : Type 36 subsidized housing, residents’ core values, spatial adaptation, architectural changes
Status Posting : Published
Status : Lengkap
| No. | Nama File | Hal. | Link |
|---|---|---|---|
| 1. | 2026_TS_MAR_152012200013_Halaman-Judul.pdf | 7 | |
| 2. | 2026_TS_MAR_152012200013_Surat-Pernyataan-Revisi-Terakhir.pdf | 1 | |
| 3. | 2026_TS_MAR_152012200013_Surat-Hasil-Similaritas.pdf | 1 | |
| 4. | 2026_TS_MAR_152012200013_Halaman-Pernyataan-Persetujuan-Publikasi-Tugas-Akhir-untuk-Kepentingan-Akademis.pdf | 1 | |
| 5. | 2026_TS_MAR_152012200013_Lembar-Pengesahan.pdf | 1 | |
| 6. | 2026_TS_MAR_152012200013_Pernyataan-Orisinalitas.pdf | 1 | |
| 7. | 2026_TS_MAR_152012200013_Formulir-Persetujuan-Publikasi-Karya-Ilmiah.pdf | 1 | |
| 8. | 2026_TS_MAR_152012200013_Bab-1.pdf | 10 | |
| 9. | 2026_TS_MAR_152012200013_Bab-2.pdf | 16 |
|
| 10. | 2026_TS_MAR_152012200013_Bab-3.pdf | 19 |
|
| 11. | 2026_TS_MAR_152012200013_Bab-4.pdf | 46 |
|
| 12. | 2026_TS_MAR_152012200013_Bab-5.pdf | 21 | |
| 13. | 2026_TS_MAR_152012200013_Daftar-Pustaka.pdf | 1 | |
| 14. | 2026_TS_MAR_152012200013_Lampiran.pdf | 3 |
|
P Program rumah subsidi tipe 36 di kawasan peri-urban seperti kabupaten bekasi merupakan solusi pemenuhan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (mbr). namun, dinamika kebutuhan seiring berjalannya fase kehidupan mendorong penghuni untuk terus melakukan penyesuaian tata ruang. penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi korelasi antara nilai dasar penghuni (berdasarkan theory of basic human values dari schwartz) dan rencana kepemilikan di masa mendatang terhadap tingkat intensitas, karakteristik, serta strategi adaptasi spasial pada 30 sampel rumah di perumahan wahana babelan. melalui pendekatan kualitatif dengan metode observasi dan wawancara mendalam, temuan penelitian menunjukkan bahwa transformasi arsitektural digerakkan secara absolut oleh pragmatisme fungsional untuk menyejahterakan keluarga (self-transcendence) dan mengamankan fungsi esensial (conservation), dengan ketiadaan mutlak pada motivasi pencitraan status sosial (self-enhancement). penghuni juga menunjukkan konservatisme spasial yang ekstrem dengan mempertahankan 90% hingga 100% tata letak inti bawaan pengembang demi menghindari overcapitalization dan mematuhi regulasi, serta lebih memilih perluasan pada area sisa eksterior. modifikasi fisik ini membelah penghuni ke dalam dua paradigma berhuni: rumah sebagai \\\"jangkar permanen\\\" dan rumah sebagai \\\"aset transisi eksperimental\\\" bagi kelompok minoritas yang didorong oleh nilai openness to change. penelitian ini menyimpulkan bahwa adaptasi spasial pada rumah subsidi merupakan wujud negosiasi rasionalitas ekonomi dan sosiologis, yang bermuara pada rekomendasi penyusunan kriteria desain arsitektur rumah inti (rumah tumbuh) yang adaptif berdasarkan tipologi nilai dasar penghuninya.
T The type 36 subsidized housing program in peri-urban areas such as bekasi regency is a solution to meet the housing needs of low-income communities (mbr). however, changing needs throughout the different stages of life prompt residents to continually adjust their living spaces. this study aims to investigate the correlation between residents’ core values (based on schwartz’s theory of basic human values) and their future homeownership plans, in relation to the intensity, characteristics, and strategies of spatial adaptation in 30 sample homes in the wahana babelan housing complex. through a qualitative approach using observation and in-depth interviews, the findings reveal that architectural transformations are driven almost exclusively by functional pragmatism to ensure family well-being (self-transcendence) and secure essential functions (conservation), with a complete absence of motivation related to social status projection (self-enhancement). residents also exhibit extreme spatial conservatism by retaining 90% to 100% of the developer’s original core layout to avoid overcapitalization and comply with regulations, while preferring to expand into the remaining exterior areas. these physical modifications divide residents into two housing paradigms: the home as a “permanent anchor†and the home as an “experimental transitional asset†for a minority group driven by the value of openness to change. this study concludes that spatial adaptation in subsidized housing is a manifestation of the negotiation between economic and sociological rationalities, leading to recommendations for the development of adaptive architectural design criteria for core homes (expandable homes) based on the typology of residents’ core values.