DETAIL KOLEKSI

Pengaruh elemen arsitektur biofilik terhadap pengalaman ruang pengguna dan dampaknya terhadap kunjungan ulang (kasus: kafe tanatap ampera)


Oleh : Michael Joseph Doren

Info Katalog

Penerbit : FTSP - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2026

Pembimbing 1 : Tulus Widiarso

Kata Kunci : biophilic architecture, spatial experience, revisit intention, communal buildings, Tanata

Status Posting : Published

Status : Lengkap


File Repositori
No. Nama File Hal. Link
1. 2026_TS_MAR_152012400028_Halaman-Judul.pdf 7
2. 2026_TS_MAR_152012400028_Surat-Pernyataan-Revisi-Terakhir.pdf 1
3. 2026_TS_MAR_152012400028_Surat-Hasil-Similaritas.pdf 1
4. 2026_TS_MAR_152012400028_Halaman-Pernyataan-Persetujuan-Publikasi-Tugas-Akhir-untuk-Kepentingan-Akademis.pdf 1
5. 2026_TS_MAR_152012400028_Lembar-Pengesahan.pdf 1
6. 2026_TS_MAR_152012400028_Pernyataan-Orisinalitas.pdf 1
7. 2026_TS_MAR_152012400028_Formulir-Persetujuan-Publikasi-Karya-Ilmiah.pdf 1
8. 2026_TS_MAR_152012400028_Bab-1.pdf 13
9. 2026_TS_MAR_152012400028_Bab-2.pdf 32
10. 2026_TS_MAR_152012400028_Bab-3.pdf 20
11. 2026_TS_MAR_152012400028_Bab-4.pdf 37
12. 2026_TS_MAR_152012400028_Bab-5.pdf 8
13. 2026_TS_MAR_152012400028_Daftar-Pustaka.pdf 3
14. 2026_TS_MAR_152012400028_Lampiran.pdf 5

P Pesatnya perkembangan kawasan perkotaan telah mengurangi keberadaanruang hijau sehingga meningkatkan kebutuhan akan pendekatan arsitektur yangmampu menghadirkan kembali hubungan antara manusia dan alam. arsitekturbiofilik menjadi salah satu pendekatan yang dinilai mampu meningkatkan kualitaslingkungan binaan melalui integrasi elemen-elemen alami ke dalam ruang.meskipun demikian, kajian mengenai bagaimana penerapan elemen arsitekturbiofilik membentuk pengalaman ruang pengguna dan memengaruhi niat kunjunganulang pada bangunan komunal, khususnya kafe, masih relatif terbatas. oleh karenaitu, penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan elemen arsitektur biofilik padakafe tanatap ampera jakarta, mengidentifikasi pengaruhnya terhadap pengalamanruang pengguna, serta mengkaji dampaknya terhadap niat kunjungan ulang.penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif melalui observasilapangan dan penyebaran kuesioner kepada pengunjung kafe tanatap ampera.variabel penelitian terdiri atas elemen arsitektur biofilik sebagai variabelindependen, pengalaman ruang sebagai variabel intervening, dan niat kunjunganulang sebagai variabel dependen. analisis data dilakukan menggunakan analisisdeskriptif untuk mengevaluasi tingkat penerapan setiap elemen biofilik serta ujikorelasi spearman untuk menganalisis hubungan antarvariabel.hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan elemen arsitektur biofilikpada kafe tanatap ampera secara umum memperoleh penilaian positif daripengguna. elemen keterhubungan visual dengan alam, bentuk dan pola biomorfik,mystery, serta cahaya dinamis dan membaur merupakan aspek yang palingberkontribusi dalam membentuk pengalaman ruang. sebaliknya, elemen kehadiranair, keterhubungan non-visual dengan alam, refuge, rangsangan sensorik nonritmis, serta variasi suhu dan aliran udara masih memiliki peluang untukdioptimalkan guna menciptakan pengalaman ruang yang lebih utuh danmultisensori. hasil analisis juga menunjukkan bahwa pengalaman ruang memilikihubungan positif terhadap niat kunjungan ulang, sehingga kualitas pengalamanyang dirasakan pengguna menjadi faktor penting dalam mendorong keinginanuntuk kembali berkunjung. penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilanpenerapan arsitektur biofilik pada bangunan komunal tidak hanya ditentukan olehkeberadaan elemen-elemen alami sebagai aspek visual, tetapi juga olehkemampuannya membentuk pengalaman ruang yang positif melalui keterlibatanberbagai indera pengguna. temuan penelitian ini memberikan kontribusi terhadappengembangan kajian arsitektur biofilik dengan menegaskan peran pengalamanruang sebagai penghubung antara kualitas penerapan elemen biofilik dan niatkunjungan ulang. selain itu, penelitian ini menghasilkan rekomendasi desain yangdapat menjadi acuan dalam perancangan ruang komunal berbasis arsitektur biofilikyang berorientasi pada pengalaman pengguna.kata kunci: arsitektur biofilik, pengalaman ruang, niat kunjungan ulang, bangunankomunal, kafe tanatap ampera.

R Rapid urban development has reduced the availability of green open spaces,increasing the need for architectural approaches that reconnect people with nature.biophilic architecture has emerged as a promising design approach for enhancingthe quality of the built environment through the integration of natural elements intoarchitectural spaces. however, studies examining how biophilic architecturalelements shape users\\\' spatial experience and influence revisit intention incommunal buildings, particularly cafés, remain limited. therefore, this study aimsto analyze the implementation of biophilic architectural elements at tanatapampera café, jakarta, identify their influence on users\\\' spatial experience, andexamine their impact on revisit intention. this study employed a quantitativeassociative approach through field observations and questionnaire surveysadministered to visitors of tanatap ampera café. the research variables consistedof biophilic architectural elements as the independent variable, spatial experienceas the intervening variable, and revisit intention as the dependent variable. datawere analyzed using descriptive analysis to evaluate the implementation of eachbiophilic element and spearman\\\'s rank correlation analysis to examine therelationships among variables.the findings indicate that the implementation of biophilic architecturalelements at tanatap ampera café was generally perceived positively by users.visual connection with nature, biomorphic forms and patterns, mystery, anddynamic and diffuse light were identified as the most influential elements inshaping users\\\' spatial experience. in contrast, the presence of water, non-visualconnection with nature, refuge, non-rhythmic sensory stimuli, and thermal andairflow variability still present opportunities for improvement to create a morecomprehensive and multisensory spatial experience. the analysis also demonstratesthat spatial experience has a positive relationship with revisit intention, indicatingthat the quality of users\\\' spatial experience plays a significant role in encouragingtheir intention to revisit. this study concludes that the successful implementationof biophilic architecture in communal buildings is determined not only by thepresence of natural elements as visual features but also by their ability to createpositive spatial experiences through the engagement of multiple human senses. thefindings contribute to the advancement of biophilic architecture by highlighting therole of spatial experience as the mechanism linking the quality of biophilicarchitectural implementation with revisit intention. furthermore, this studyproposes design recommendations that may serve as practical references fordesigning biophilic communal spaces with a stronger user-oriented spatialexperience.keywords: biophilic architecture, spatial experience, revisit intention, communalbuildings, tanatap ampera café.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?