Tektonostratigrafi dan implikasinya terhadap petroleum system di pulau kangean dan sekitarnya, provinsi jawa timur
Penerbit : FTKE - Usakti
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2026
Kata Kunci : East Java Basin, Kangean Island, Petroleum System, Tectonic Inversion, Tectonostratigraphy
Status Posting : Published
Status : Lengkap
| No. | Nama File | Hal. | Link |
|---|---|---|---|
| 1. | 2026_TS_MTG_172012310005_Halaman-Judul.pdf | 13 | |
| 2. | 2026_TS_MTG_172012310005_Surat-Pernyataan-Revisi-Terakhir.pdf | 1 | |
| 3. | 2026_TS_MTG_172012310005_Surat-Hasil-Similaritas.pdf | 1 | |
| 4. | 2026_TS_MTG_172012310005_Halaman-Pernyataan-Persetujuan-Publikasi-Tugas-Akhir-untuk-Kepentingan-Akademis.pdf | 1 | |
| 5. | 2026_TS_MTG_172012310005_Lembar-Pengesahan.pdf | 1 | |
| 6. | 2026_TS_MTG_172012310005_Pernyataan-Orisinalitas.pdf | 1 | |
| 7. | 2026_TS_MTG_172012310005_Formulir-Persetujuan-Publikasi-Karya-Ilmiah.pdf | 1 | |
| 8. | 2026_TS_MTG_172012310005_Bab-1.pdf | 5 | |
| 9. | 2026_TS_MTG_172012310005_Bab-2.pdf | 9 |
|
| 10. | 2026_TS_MTG_172012310005_Bab-3.pdf | 6 |
|
| 11. | 2026_TS_MTG_172012310005_Bab-4.pdf | 29 |
|
| 12. | 2026_TS_MTG_172012310005_Bab-5.pdf | 2 | |
| 13. | 2026_TS_MTG_172012310005_Daftar-Pustaka.pdf | 3 | |
| 14. | 2026_TS_MTG_172012310005_Lampiran.pdf | 1 |
|
P Pulau kangean, di ujung timur cekungan jawa timur utara, merekam sejarah tektonik kompleks akibat interaksi lempeng eurasia, indo-australia, dan mikrokontinen sunda. kajian regional terdahulu umumnya menerapkan model stratigrafi cekungan jawa timur secara umum tanpa mempertimbangkan keunikan deformasi inversi lokal di pulau ini, sehingga hubungan tektonik, sedimentasi, dan petroleum system masih spekulatif. penelitian ini bertujuan merekonstruksi kerangka tektonostratigrafi pulau kangean secara terintegrasi dan mengevaluasi implikasinya terhadap eksplorasi hidrokarbon.pendekatan deskriptif-analitik digunakan dengan mengintegrasikan data geologi permukaan (pemetaan stratigrafi-struktur pada tiga lintasan singkapan, analisis kelurusan dem dan kekar) dengan data bawah permukaan sekunder berupa seismik 2d regional dan log dua sumur eksplorasi (kangean-1 dan kangean-2) dari pukesmigas universitas trisakti.hasil penelitian menunjukkan pulau kangean terbentuk melalui empat fase tektonostratigrafi berurutan: pre-rift dengan basement stabil; syn-rift (eosen-oligosen) yang mengendapkan klastik tebal formasi cangkaraman pengisi graben; post-rift (oligosen-miosen) berupa sag termal dengan transgresi karbonat formasi tambayangan-jukong-jukong; serta inversi (pliosen-sekarang) yang membalik sesar syn-rift dari turun menjadi naik, mengangkat inti cekungan lebih dari 300 meter di atas muka laut membentuk antiklinorium kangean. integrasi model ini menghasilkan play concept dengan tiga elemen saling terhubung: batuan induk serpih formasi cangkaraman di barat (kitchen area), reservoir batugamping tambayangan dan jukong-jukong di sektor timur-tengah, serta jalur migrasi berupa sesar inversi berakar basement. dua ketidakpastian masih memerlukan kajian lanjutan: keselarasan waktu migrasi-pembentukan jebakan, dan integritas segel di atas reservoir.penelitian ini menyimpulkan bahwa model tektonostratigrafi terintegrasi yang dihasilkan memberikan bukti lapangan dan bawah permukaan yang saling menguatkan bagi setiap elemen play concept, sehingga dapat memperkecil risiko kegagalan eksplorasi hidrokarbon di pulau kangean.
K Kangean island, at the eastern margin of the north east java basin, records a complex tectonic history from interaction of the eurasian, indo-australian, and sunda microcontinent plates. previous regional studies applied the general east java basin stratigraphic model without accounting for the island\\\'s local inversion deformation, leaving links between tectonics, sedimentation, and petroleum system elements largely speculative. this study reconstructs an integrated tectonostratigraphic framework of kangean island and evaluates its implications for hydrocarbon exploration.a descriptive-analytical approach integrated surface geological data (stratigraphic-structural mapping along three outcrop transects, dem lineament and joint analyses) with subsurface data comprising regional 2d seismic lines and logs from two exploration wells (kangean-1 and kangean-2) of the trisakti university pukesmigas project.results show kangean island evolved through four sequential phases: pre-rift with a stable basement; syn-rift (eocene-oligocene) depositing thick clastics of the cangkaraman formation as graben fill; post-rift (oligocene-miocene) representing thermal sag with carbonate transgression of the tambayangan and jukong-jukong formations; and inversion (pliocene-recent) reversing the syn-rift faults from normal to reverse motion, uplifting the basin core over 300 m above sea level and forming the kangean anticlinorium. this framework yields a play concept with three interconnected elements: a cangkaraman shale source rock in the western kitchen area, tambayangan-jukong-jukong limestone reservoirs in the central-eastern sector, and basement-rooted inversion faults as migration pathway. two uncertainties remain: migration-trap timing, and seal integrity above the reservoirs.the study concludes that the integrated model provides mutually reinforcing surface and subsurface evidence for each play concept element, reducing hydrocarbon exploration risk on kangean island.