DETAIL KOLEKSI

Optimasi integrasi data lidar dan topografi dalam mendukung perencanaan pengendalian banjir adaptif kali kamal


Oleh : Akbar Ramadhan

Info Katalog

Penerbit : FTSP - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2026

Pembimbing 1 : Endah Kurniyaningrum

Kata Kunci : HEC-RAS 2D, Spatial Fusion, Airborne LiDAR, Terrestrial Survey, Kamal River.

Status Posting : Published

Status : Lengkap


File Repositori
No. Nama File Hal. Link
1. 2026_TS_MTS_151012400016_Halaman-Judul.pdf
2. 2026_TS_MTS_151012400016_Surat-Pernyataan-Revisi-Terakhir.pdf
3. 2026_TS_MTS_151012400016_Surat-Hasil-Similaritas.pdf
4. 2026_TS_MTS_151012400016_Halaman-Pernyataan-Persetujuan-Publikasi-Tugas-Akhir-untuk-Kepentingan-Akademis.pdf 1
5. 2026_TS_MTS_151012400016_Lembar-Pengesahan.pdf
6. 2026_TS_MTS_151012400016_Pernyataan-Orisinalitas.pdf 1
7. 2026_TS_MTS_151012400016_Formulir-Persetujuan-Publikasi-Karya-Ilmiah.pdf 1
8. 2026_TS_MTS_151012400016_Bab-1.pdf 4
9. 2026_TS_MTS_151012400016_Bab-2.pdf 15
10. 2026_TS_MTS_151012400016_Bab-3.pdf 20
11. 2026_TS_MTS_151012400016_Bab-4.pdf 42
12. 2026_TS_MTS_151012400016_Bab-5.pdf 3
13. 2026_TS_MTS_151012400016_Daftar-Pustaka.pdf 3
14. 2026_TS_MTS_151012400016_Lampiran.pdf 29

A Abstrakbanjir di das kali kamal, kelurahan tegal alur, jakarta barat, terus berulang selama periode 2020–2025 dengan tinggi genangan berkisar 20 hingga lebih dari 50 cm akibat hujan ekstrem, luapan sungai, sedimentasi, dan pengaruh pasang air laut. pemodelan hidraulik yang akurat diperlukan untuk mendukung upaya mitigasi banjir, namun pemanfaatan data airborne lidar sekunder dalam format dwg masih memiliki keterbatasan akibat generalisasi spasial dan ketidakmampuan merepresentasikan dasar sungai secara optimal. penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas metode fusi spasial yang mengintegrasikan data lidar dwg, survei penampang melintang (cross section), dan ground control point (gcp) dalam meningkatkan akurasi pemodelan banjir menggunakan hec-ras 2d. tiga model elevasi diuji, yaitu model a (lidar dwg + survei terestris + gcp), model b (dem + survei terestris + gcp), dan model c (dem + gcp). evaluasi dilakukan menggunakan root mean square error vertikal (rmsez) dan nash-sutcliffe efficiency (nse), sedangkan hasil simulasi divalidasi terhadap riwayat kejadian banjir tahun 2020–2025. model a memberikan akurasi terbaik dengan nilai rmsez sebesar 0,080–0,129 m dan nse sebesar 0,999, sehingga memenuhi standar ketelitian geometris badan informasi geospasial (big). simulasi hec-ras 2d menggunakan model a juga menunjukkan kesesuaian yang baik dengan pola genangan historis. hasil penelitian menunjukkan bahwa metode fusi spasial mampu mengatasi keterbatasan data lidar dwg sekunder dan menghasilkan model elevasi yang lebih representatif untuk mendukung pemodelan banjir serta perencanaan mitigasi banjir di kawasan perkotaan.

A Abstractflooding in the kali kamal watershed, tegal alur subdistrict, west jakarta, has recurred throughout the 2020–2025 period, with inundation depths ranging from 20 to over 50 cm. these events were driven by extreme rainfall, river overflow, sedimentation, and tidal backwater effects. while accurate hydraulic modeling is essential for supporting flood mitigation efforts, the use of secondary airborne lidar data in dwg format is constrained by spatial generalization and inadequate representation of riverbed bathymetry. this study aims to evaluate the effectiveness of a spatial fusion method that integrates lidar dwg data, cross-sectional surveys, and ground control points (gcps) to enhance the accuracy of flood modeling using hec-ras 2d. three elevation models were tested: model a (lidar dwg + terrestrial survey + gcp), model b (dem + terrestrial survey + gcp), and model c (dem + gcp). the models were evaluated using the vertical root mean square error (rmsez) and nash-sutcliffe efficiency (nse), while the simulation results were validated against historical flood records from 2020 to 2025. model a yielded the highest accuracy, with an rmsez ranging from 0.080 to 0.129 m and an nse of 0.999, successfully satisfying the geometric accuracy standards established by the indonesian geospatial information agency (big). furthermore, the hec-ras 2d simulation utilizing model a demonstrated strong agreement with historical inundation patterns. the findings suggest that the spatial fusion method effectively overcomes the limitations of secondary lidar dwg data, generating a highly representative elevation model that supports robust hydraulic modeling and urban flood mitigation planning.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?