DETAIL KOLEKSI

Analisis kerusakan jalan akibat aktivitas tambang di kabupaten morowali


Oleh : Muhammad Asdar

Info Katalog

Penerbit : FTSP - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2026

Pembimbing 1 : Darmawan Pontan

Kata Kunci : road damage, nickel mine, Morowali, heavy vehicle activities, qualitative analysis

Status Posting : Published

Status : Lengkap


File Repositori
No. Nama File Hal. Link
1. 2026_TS_MTS_151012400032_Halaman-Judul.pdf
2. 2026_TS_MTS_151012400032_Surat-Pernyataan-Revisi-Terakhir.pdf
3. 2026_TS_MTS_151012400032_Surat-Hasil-Similaritas.pdf
4. 2026_TS_MTS_151012400032_Halaman-Pernyataan-Persetujuan-Publikasi-Tugas-Akhir-untuk-Kepentingan-Akademis.pdf
5. 2026_TS_MTS_151012400032_Lembar-Pengesahan.pdf
6. 2026_TS_MTS_151012400032_Pernyataan-Orisinalitas.pdf
7. 2026_TS_MTS_151012400032_Formulir-Persetujuan-Publikasi-Karya-Ilmiah.pdf
8. 2026_TS_MTS_151012400032_Bab-1.pdf
9. 2026_TS_MTS_151012400032_Bab-2.pdf 9
10. 2026_TS_MTS_151012400032_Bab-3.pdf 13
11. 2026_TS_MTS_151012400032_Bab-4.pdf 13
12. 2026_TS_MTS_151012400032_Bab-5.pdf
13. 2026_TS_MTS_151012400032_Daftar-Pustaka.pdf
14. 2026_TS_MTS_151012400032_Lampiran.pdf

M Muhammad asdar, universitas trisakti, 2026, analisis kerusakan jalan akibat aktivitas tambang di kabupaten morowalidr. ir. darmawan pontanlatar belakang penelitian ini adalah meningkatnya kerusakan jalan di kecamatan bahodopi, kabupaten morowali, sebagai dampak langsung dari intensifikasi aktivitas pertambangan nikel dan penggunaan jalan kabupaten oleh kendaraan tambang bermuatan besar. jalan yang secara desain awal tidak direncanakan untuk menanggung beban 30–40 ton per kendaraan, kini harus melayani arus lalu lintas industri dan masyarakat sekaligus, sehingga memicu penurunan kinerja struktural dan fungsional jalan serta meningkatkan risiko kecelakaan dan biaya transportasi bagi warga.tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara aktivitas tambang dengan tingkat kerusakan jalan pada ruas utama di kecamatan bahodopi, mengidentifikasi peran sistem pengawasan dan kebijakan pemerintahh serta kondisi lingkungan (curah hujan, drainase, dan daya dukung tanah) sebagai faktor yang memoderasi kerusakan, serta merumuskan rekomendasi penanganan dan pengelolaan jalan yang lebih berkelanjutan di kawasan pertambangan.desain penelitian ini berlaku dalam bentuk pendekatan kualitatif deskriptif-eksploratif dengan fokus lokasi pada ruas jalan sepanjang 2,60 km. data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dengan 20 narasumber (masyarakat, pemerintahh daerah, dan karyawan tambang), observasi langsung kondisi fisik jalan dan lalu lintas kendaraan, serta telaah dokumen teknis jalan dan regulasi terkait pengelolaan pertambangan dan infrastruktur.analisis data menerapkan metode pengukuran pada kondisi fisik jalan melalui klasifikasi kategori baik hingga rusak berat, perhitungan indeks kerusakan perseptual (ikp) berbasis penilaian responden, serta analisis tematik terhadap transkrip wawancara dengan mengacu pada model miles & huberman dan enam langkah analisis braun & clarke. pendekatan ini memungkinkan integrasi temuan teknis dan sosial secara holistik.hasil penelitian menunjukkan bahwa 65,38% panjang ruas berada dalam kondisi rusak berat, sementara hanya 34,62% yang masih dalam kondisi baik, dengan nilai ikp 3,65 yang menggambarkan persepsi masyarakat terhadap jalan sebagai “cenderung sangat rusak”. kerusakan terkonsentrasi pada segmen yang menjadi jalur utama truk tambang bermuatan 30–40 ton, diperparah oleh sistem drainase yang buruk dan daya dukung tanah rendah, serta lemahnya pengawasan tonase dan belum tersedianya jalur khusus tambang.kata kunci: kerusakan jalan, tambang nikel, morowali, aktivitas kendaraan berat, analisis kualitatif.

A Abstrackmuhammad asdar, trisakti university, 2026, analysis of road damage due to mining activities in morowali regencydr. ir. darmawan pontanthe background of this study is the increase in road damage in bahodopi district, morowali regency, as a direct impact of the intensification of nickel mining activities and the use of district roads by large cargo mining vehicles. the road, which was not originally planned to bear a load of 30–40 tons per vehicle, now has to serve industrial and community traffic flows at once, thus triggering a decline in the structural and functional performance of the road and increasing the risk of accidents and transportation costs for residents.the purpose of this study is to analyze the relationship between mining activities and the level of road damage on the main section in bahodopi district, identify the role of the government monitoring system and policies as well as environmental conditions (rainfall, drainage, and soil carrying capacity) as factors that moderate damage, and formulate recommendations for more sustainable road handling and management in mining areas.the design of this study applies in the form of a qualitative, descriptive-exploratory approach with a focus on location on a 2.60 km road. data was collected through semi-structured interviews with 20 resource persons (community, local governments, and mine employees), direct observation of the physical condition of roads and vehicle traffic, as well as review of road technical documents and regulations related to mining and infrastructure management.data analysis applied a measurement method on the physical condition of the road through the classification of good to severely damaged categories, the calculation of the perceptual damage index (ikp) based on respondents\\\' assessments, and thematic analysis of interview transcripts with reference to the miles & huberman model and the six-step braun & clarke analysis. this approach allows for the holistic integration of technical and social findings.the results showed that 65.38% of the length of the section was in a severely damaged condition, while only 34.62% was still in good condition, with an ikp value of 3.65 which described the public\\\'s perception of the road as \\\"likely to be very damaged\\\". the damage was concentrated in the segment that was the main line of mining trucks loaded with 30–40 tons, exacerbated by poor drainage systems and low soil carrying capacity, as well as weak tonnage supervision and the unavailability of special mining lines.keywords: road damage, nickel mine, morowali, heavy vehicle activities, qualitative analysis.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?