DETAIL KOLEKSI

Penerapan low impact development (lid) berbasis epa swmm dengan dynamic wave pada kawasan pusat pemerintahan kabupaten serang


Oleh : Husein Triono

Info Katalog

Penerbit : FTSP - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2026

Pembimbing 1 : Astri Rinanti Nugroho

Pembimbing 2 : Dina Paramitha Anggraeni Hidayat

Kata Kunci : Drainage, Dynamic Wave Modeling, EPA SWMM, Low Impact Development (LID), Flood Mitigation

Status Posting : Published

Status : Lengkap


File Repositori
No. Nama File Hal. Link
1. 2026_TS_MTS_151012400007_Halaman-Judul.pdf 14
2. 2026_TS_MTS_151012400007_Surat-Pernyataan-Revisi-Terakhir.pdf 1
3. 2026_TS_MTS_151012400007_Surat-Hasil-Similaritas.pdf 1
4. 2026_TS_MTS_151012400007_Halaman-Pernyataan-Persetujuan-Publikasi-Tugas-Akhir-untuk-Kepentingan-Akademis.pdf 1
5. 2026_TS_MTS_151012400007_Lembar-Pengesahan.pdf 1
6. 2026_TS_MTS_151012400007_Pernyataan-Orisinalitas.pdf 1
7. 2026_TS_MTS_151012400007_Formulir-Persetujuan-Publikasi-Karya-Ilmiah.pdf 1
8. 2026_TS_MTS_151012400007_Bab-1.pdf 7
9. 2026_TS_MTS_151012400007_Bab-2.pdf
10. 2026_TS_MTS_151012400007_Bab-3.pdf
11. 2026_TS_MTS_151012400007_Bab-4.pdf
12. 2026_TS_MTS_151012400007_Bab-5.pdf 5
13. 2026_TS_MTS_151012400007_Daftar-Pustaka.pdf 3
14. 2026_TS_MTS_151012400007_Lampiran.pdf 89

P Perubahan tata guna lahan akibat pembangunan di kawasan pusat pemerintahan kabupaten (puspemkab) serang berdampak pada penurunan area resapan dan peningkatan kerentanan banjir lokal. penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas penerapan low impact development (lid) berbasis pemodelan epa swmm 5.2 guna memitigasi dampak hidrologis urbanisasi dan mendukung kebijakan zero delta q. pemodelan hidraulika menggunakan metode dynamic wave untuk mengakomodasi fenomena backwater pada topografi datar, dipadukan dengan model infiltrasi green-ampt guna merepresentasikan karakteristik tanah lempung berinfiltrasi rendah di lokasi studi. simulasi dilakukan menggunakan data curah hujan historis 15 tahun (2010–2024) dari stasiun walantaka untuk menguji empat skenario tata air: baseline, rain barrels (rb), bioretention cells (brc), dan skenario hibrida (gabungan). hasil simulasi pada kondisi baseline menunjukkan koefisien limpasan kawasan yang memicu luapan pada beberapa simpul kritis dengan beban outfall kolam retensi mencapai 2,20 m³/dtk (kala ulang 5 tahun). evaluasi skenario menunjukkan bahwa penerapan rb secara tunggal kurang optimal akibat terjadinya fenomena saturasi dini (early saturation) pada awal hujan ekstrem. sebaliknya, brc terbukti efektif mereduksi volume genangan banjir hingga 45,30%. kinerja paling optimal dicapai melalui skenario hibrida, yang mampu mereduksi total volume genangan permukaan hingga 46,19% sekaligus menekan beban puncak outfall secara signifikan sebesar 20,45% (menjadi 1,75 m³/dtk). disimpulkan bahwa integrasi sistem hibrida lid skala tapak dengan infrastruktur makro eksisting merupakan solusi strategis dan komprehensif dalam mengendalikan limpasan permukaan, serta memberikan landasan teknis bagi tata kelola air perkotaan yang berkelanjutan.

L Land use changes due to development in the serang regency government center (puspemkab) area have resulted in a reduction of infiltration areas and an increase in local flood vulnerability. this study aims to evaluate the effectiveness of low impact development (lid) implementation based on epa swmm 5.2 modeling to mitigate the hydrological impacts of urbanization and support the zero delta q policy. hydraulic modeling employs the dynamic wave method to accommodate backwater phenomena in flat topography, combined with the green-ampt infiltration model to represent the characteristics of low-infiltration clay soils in the study area. simulations were conducted using 15 years of historical rainfall data (2010–2024) from the walantaka station to test four water management scenarios: baseline, rain barrels (rb), bioretention cells (brc), and a hybrid scenario.the simulation results under baseline conditions indicate a regional runoff coefficient that triggers overflow at several critical nodes, with the retention pond outfall load reaching 2.20 m³/s (5-year return period). scenario evaluation shows that the standalone implementation of rb is less than optimal due to the occurrence of an early saturation phenomenon at the onset of extreme rainfall. in contrast, brc proved effective in reducing flood inundation volume by up to 45.30%. the most optimal performance was achieved through the hybrid scenario, which was capable of reducing the total surface inundation volume by up to 46.19% while significantly suppressing the peak outfall load by 20.45% (to 1.75 m³/s). it is concluded that the integration of a site-scale lid hybrid system with existing macro-infrastructure is a strategic and comprehensive solution for controlling surface runoff, providing a technical foundation for sustainable urban water management..

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?