Intensitas cahaya pada bangunan Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Kota Bukittinggi Sumatra Barat
Pembimbing 3 : Sultan Fazbir
Subyek : Interior lighting;Sustainable architecture
Penerbit : FTSP - Usakti
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2025
Pembimbing 1 : Etty Retnowati Kridarso
Pembimbing 2 : Etty Retnowati Kridarso
Kata Kunci : lighting, heritage buildings, green building, Bukittinggi Senior High School 2, SDG’s
Status Posting : Published
Status : Lengkap
| No. | Nama File | Hal. | Link |
|---|---|---|---|
| 1. | 2025_TS_MAR_152012310003_Halaman-Judul.pdf | 11 | |
| 2. | 2025_TS_MAR_152012310003_Surat-Pernyataan-Revisi-Terakhir.pdf | 1 | |
| 3. | 2025_TS_MAR_152012310003_Surat-Hasil-Similaritas.pdf | 1 | |
| 4. | 2025_TS_MAR_152012310003_Halaman-Pernyataan-Persetujuan-Publikasi-Tugas-Akhir-untuk-Kepentingan-Akademis.pdf | 1 | |
| 5. | 2025_TS_MAR_152012310003_Lembar-Pengesahan.pdf | 1 | |
| 6. | 2025_TS_MAR_152012310003_Pernyataan-Orisinalitas.pdf | 1 | |
| 7. | 2025_TS_MAR_152012310003_Formulir-Persetujuan-Publikasi-Karya-Ilmiah.pdf | 1 | |
| 8. | 2025_TS_MAR_152012310003_Bab-1.pdf | 7 | |
| 9. | 2025_TS_MAR_152012310003_Bab-2.pdf | 10 |
|
| 10. | 2025_TS_MAR_152012310003_Bab-3.pdf | 10 |
|
| 11. | 2025_TS_MAR_152012310003_Bab-4.pdf | 57 |
|
| 12. | 2025_TS_MAR_152012310003_Bab-5.pdf | 41 | |
| 13. | 2025_TS_MAR_152012310003_Daftar-Pustaka.pdf | 7 | |
| 14. | 2025_TS_MAR_152012310003_Lampiran.pdf | 1 |
|
P Pencahayaan yang baik dalam lingkungan pendidikan sangat penting untuk mendukung kesehatan fisik dan mental siswa, meningkatkan konsentrasi, dan menciptakan suasana belajar yang baik. namun, di gedung sekolah bersejarah seperti sma negeri 2 bukittinggi, yang berdiri sejak tahun 1856, pencahayaan ruang belajar seringkali tidak ideal untuk memenuhi kebutuhan belajar mengajar. ini karena keterbatasan desain bangunan masa lalu yang tidak dapat mendukung secara penuh system pencahayaan buatan modern. hal ini dapat memengaruhi kinerja siswa dan guru dalam kegiatan akademik sehari-hari. tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan kondisi saat ini di bangunan heritage sma negeri 2 bukittinggi, menilai pencahayaan buatan di ruang kelas dan ruang guru, serta mengevaluasi faktor-faktor yang memengaruhi kondisi pencahayaan di dalamnya. metode campuran (kualitatif-kuantitatif) adalah metode digunakan dalam penelitian ini. metode ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui pengukuran intensitas cahaya menggunakan lux meter dan penerapan teknologi aplikasi dialux, dan pendekatan kualitatif melalui observasi dan penelitian literatur. prinsip green building dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas pencahayaan sambil tetap menjaga keaslian arsitektur sejarah. strategi ini tidak hanya berusaha untuk mengubah lingkungan belajar menjadi lebih sehat dan produktif, tetapi juga berusaha untuk memastikan tujuan pembangunan berkelanjutan (sdg) nomor 4 tercapai: menyediakan fasilitas pendidikan yang aman, inklusif, dan efektif untuk semua. studi ini menemukan bahwa pencahayaan alami dan buatan di ruang kelas sman 2 bukittinggi kurang efektif, memiliki iluminansi yang buruk dan kenyamanan visual yang buruk. sebaliknya, ruang guru memiliki pencahayaan yang baik secara teknis, tetapi renovasinya tidak mematuhi prinsip konservasi bangunan bersejarah. akibatnya, solusi pencahayaan adaptif diperlukan yang memenuhi standar teknis tanpa mengorbankan nilai historis bangunan. renovasi dilakukan dengan mengganti bahan atap kanopi agar cahaya alami dapat masuk ke dalam kelas. dan untuk mengoptimalkan cahaya buatan dilakukan pergantian jenis lampu pada ruang kelas.
G Good lighting in educational environments is essential for supporting students\\\' physical and mental health, improving concentration, and creating a conducive learning atmosphere. however, in historic school buildings such as sma negeri 2 bukittinggi, which was established in 1856, classroom lighting is often inadequate to meet teaching and learning needs. this is due to the limitations of the building\\\'s design, which was not built to support modern artificial lighting systems. this can affect the performance of students and teachers in their daily academic activities. the objective of this study is to identify the current conditions in the heritage building of sma negeri 2 bukittinggi, assess the artificial lighting in classrooms and teachers\\\' rooms, and evaluate the factors influencing the lighting conditions within them. a mixed-method approach (qualitative-quantitative) was used in this study. this method employs a quantitative approach through light intensity measurements using a lux meter and the application of dialux technology, and a qualitative approach through observation and literature review. green building principles can be applied to improve lighting quality while preserving the authenticity of historical architecture. this strategy not only seeks to transform the learning environment into a healthier and more productive one, but also aims to ensure the achievement of sustainable development goal (sdg) number 4: providing safe, inclusive, and effective educational facilities for all. the study found that natural and artificial lighting in the classrooms of sman 2 bukittinggi is ineffective, with poor illuminance and visual comfort. in contrast, the teachers\\\' room has technically good lighting, but its renovation does not comply with the principles of historic building conservation. as a result, an adaptive lighting solution is needed that meets technical standards without compromising the historical value of the building. the renovation was carried out by replacing the canopy roof material to allow natural light to enter the classroom. to optimize artificial lighting, the type of lamps in the classroom was replaced.