Penjadwalan flexible flow shop dengan memperhatikan waktu set-up pada prosesproduksi baut kepala segi enam di PT. Metal Diameter
Penerbit : FTI - Usakti
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2000
Pembimbing 1 : Sumiharni Batubara
Subyek : Production scheduling;Manufacturing resource planning;Industrial management
Kata Kunci : scheduling, flexible flow shop, setup time, production process, hexagonal head, PT. Metal Diameter
Status Posting : Published
Status : Tidak Lengkap
| No. | Nama File | Hal. | Link |
|---|---|---|---|
| 1. | 2000_TA_STI_06396155_Halaman-Judul.pdf | ||
| 2. | 2000_TA_STI_06396155_Lembar-Pengesahan.pdf | ||
| 3. | 2000_TA_STI_06396155_Bab-1_Pendahuluan.pdf | ||
| 4. | 2000_TA_STI_06396155_Bab-2_Tinjauan-Pustaka.pdf |
|
|
| 5. | 2000_TA_STI_06396155_Bab-3_Metodologi-Penelitian.pdf |
|
|
| 6. | 2000_TA_STI_06396155_Bab-4_Pengumpulan-dan-Pengolahan-Data.pdf |
|
|
| 7. | 2000_TA_STI_06396155_Bab-5_Pengembangan-Algorithma.pdf |
|
|
| 8. | 2000_TA_STI_06396155_Bab-6_Pengujian-Program.pdf |
|
|
| 9. | 2000_TA_STI_06396155_Bab-7_Implementasi-dan-Analisa.pdf |
|
|
| 10. | 2000_TA_STI_06396155_Bab-8_Kesimpulan-dan-Saran.pdf | ||
| 11. | 2000_TA_STI_06396155_Daftar-Pustaka.pdf | ||
| 12. | 2000_TA_STI_06396155_Lampiran.pdf |
|
D Dalam pasar persaingan sekarang ini, tuntutan untuk terus menghasilkan produk maupun jasa yang memiliki harga bersaing, adanya ketepatan waktu dalam memenuhi permintaan konsumen, dan sekaligus dapat menghasilkan keuntungan yang besar dengan sumber daya yang ada, membuat perusahaan-perusahaan semakin memerlukan adanya strategi penjadwalan yang baik untuk mengoptimalkan sumber daya yang dimilikinya. Waktu set-up merupakan salah satu masalah yang sering terjadi dalam masalah penjadwalan. Penjadwalan yang dilakukan perusahaan adalah berdasarkan metode First Come First Serve, sehingga job-job yang ada langsung dijadwalkan di mesin tanpa memperhatikan kesamaan set-up mesin. Dengan demikian suatu mesin akan mengalami banyak pergantian set-up, sedangkan waktu set-up mesin cuk-up besar dan berbeda-beda untuk masing-masing job. Hal ini merugikan bagi perusahaan karena banyaknya waktu yang terbuang sia-sia untuk set-up mesin. Perusahaan juga mengalami kesulitan dalam menentukan alokasi job di mesin, karena adanya waktu set-up yang berbeda-beda untuk masing-masing job, fleksibilitas job (terdapatnya altematif mesin yang dapat memroses . job) dan waktu proses yang berheda-beda untuk setiap job di masing-masing altematif mesin. Selain itu penjadwalan yang ada di perusahaan masih dihitung secara manual (berdasarkan perkiraan) oleh bagian produksi, sehingga menyebabkan tidak tepatnya penentuan waktu selesainya suatu pekerjaan, yang menyebabkan banyaknya pekerjaan yang ditolak oleh perusahaan karena penentuan Batas waktu yang tidak sesuai dengan konsumen. Untuk itu perlu diadakan suatu perbaikan penjadwalan mesin sehingga masalah-masalah diatas dapat diatasi, yaitu dengan memodifikasi algoritma penjadwalan Kusiak sehingga sesuai dengan kondisi di lantai produksi, yaitu adanya mesin paralel, mesin fleksibel flow shop, waktu set-up dan waktu istirahat serta merancang algoritma pemilihan mesin untuk mengalokasikan job di mesin fleksibel flow shop (pada stage wire drawing dan stage bolt forming). Pengembangan yang dilakukan adalah meliputi perubahan aturan prioritas, penambahan variabel kuantitas mesin, penambahan algoritma pemilihan mesin, penambahan algoritma waktu set-up serta penambahan algoritma waktu istirahat. Aturan prioritas yang digunakan adalah LSU, SPT dan MWKR. Hasil penjadwalan dan penjadwalan ulang secara manual telah memperlihatkan hasil yang sama dengan hasil yang diperoleh dengan menggunakan program. -Implementasi penjadwalan dituangkan dalam bentuk program aplikasi komputer yang dibuat dengan menggunakan bahasa pemrograman Turbo Pascal, untuk mempercepat dan mendapat hasil yang lebih teliti, sehingga dapat diperoleh metode penjadwalan dalam waktu yang relatif sii-igkat. Mean flow time yang dihasilkan dari usulan penjadwalan mesin adalah 500,20 menit, sedangkan mean flow time basil penjadwalan perusahaan adalah 551,09 menit. Hal ini menunjukkan bahwa penjadwalan mesin yang diusulkan lebih baik daripada penjadwalan perusahaan dan dapat meminimasi mean flow time,
I In today's competitive market, the demand to continuously produce products and services at competitive prices, meet customer demand on time, and simultaneously generate substantial profits with existing resources, makes companies increasingly need a good scheduling strategy to optimize their resources. Setup time is one of the problems that often occurs in scheduling problems. The scheduling carried out by companies is based on the First Come First Serve method, so that existing jobs are immediately scheduled on the machine without considering the similarity of the machine setup. Thus, a machine will experience many setup changes, while the machine setup time is quite large and varies for each job. This is detrimental to the company because of the large amount of time wasted on machine setup. Companies also experience difficulties in determining job allocation on the machine, because there are different setup times for each job, job flexibility (the existence of alternative machines that can process jobs) and different processing times for each job on each alternative machine. In addition, the scheduling in the company is still calculated manually (based on estimates) by the production department, resulting in inaccurate determination of the completion time of a job, which causes many jobs to be rejected by the company because the determination of the deadline is not in accordance with the consumer. For this reason, it is necessary to make improvements to the machine scheduling so that the above problems can be overcome, namely by modifying the Kusiak scheduling algorithm so that it is in accordance with the conditions on the production floor, namely the existence of parallel machines, flexible flow shop machines, setup times and rest times and designing a machine selection algorithm to allocate jobs on flexible flow shop machines (at the wire drawing stage and bolt forming stage). The developments carried out include changing priority rules, adding machine quantity variables, adding machine selection algorithms, adding setup time algorithms and adding rest time algorithms. The priority rules used are LSU, SPT and MWKR. The results of manual scheduling and rescheduling have shown the same results as the results obtained using the program. -The scheduling implementation is presented in the form of a computer application program created using the Turbo Pascal programming language, to speed up and get more accurate results, so that a scheduling method can be obtained in a relatively short time. The mean flow time resulting from the proposed machine scheduling is 500.20 minutes, while the mean flow time resulting from the company's scheduling is 551.09 minutes. This indicates that the proposed machine scheduling is better than the company's scheduling and can minimize the mean flow time.